
"Aamiin, doain Zalin terus ya kak, jika Zalin tidak bahagia, kakak bantu Zalin ya" jawab Zalin serius
Sore hari, Adi kembali dari kantor sedangkan Aira masih di dalam kamarnya.
"Bunda" panggil Adi setelah mengucap salam lalu mencium pipi bundanya yang sedang menonton tv
"Tumben sudah pulang" ucap Aisyah
"Kangen sama bunda" jawab Adi
"Kangen bunda apa kangen Aira" goda Aisyah pada anaknya
"Yang paling utama itu kangen sama bunda dong" jawab Adi
"Adi sudah dewasa, belajarlah untuk bersikap lebih bijak lagi dalam hal rumah tangga Adi, bunda yakin Adi pasti bisa mengontrol segalanya, itu yang bunda harapkan" tutur Aisyah
Adi hanya terdiam mendengar ucapan bundanya.
"Dalam rumah tangga selisih paham itu hal wajar, tetapi usahakan tidak boleh lebih dari tiga hari, sebisa mungkin selesaikan saat itu juga, apa Adi tidak sayang sama istri Adi? Ada rasa sakit hati di saat suami mengabaikan istrinya begitu juga sebaliknya, sudah sekarang Adi bersih-bersih dan istirahat terlebih dahulu" ucap Aisyah mengelus bahu anaknya
"Apa Adi boleh melarang Aira kuliah?" tanya Adi
"Menurut baiknya Adi saja, jika bagi Adi lebih baik Aira tidak kuliah ataupun bekerja itu hak Adi, tetapi Adi jangan lupa seorang istri juga punya hak dan kewajiban bukan hanya suami, Adi renungkan baik-baik semuanya, apabila kita pakai hawa nafsu semuanya berantakan" jawab Aisyah
"Aira banyak sekali teman laki-laki nya bun, itu yang membuat Adi ragu mengizinkan Aira kuliah" ucap Adi
"Itu tandanya, Adi belum mempercayai Aira sepenuhnya makanya ada keraguan dalam diri Adi terhadap Aira, sekarang jika di balik posisinya, boleh tidak Aira ragu pada Adi? selama Adi di kantor banyak wanita lalu lalang, dari sekertaris Adi, sekertaris ayah, sekertaris uncle Andre belum lagi staff lainnya yang masih banyak lagi, hati kecil Aira pasti merasakan khawatir Adi akan berpaling darinya, tapi dia tahan, dia coba mempercayai Adi selama berada di luar rumah tanpa pengawasan Aira" tutur Aisyah
"Teman kuliah itu tidak sebanyak karyawan yang ada di kantor belum lagi client yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita, pasti ada yang perempuan lalu bosnya juga bawa asisten perempuan, banyak sayang peluang kamu berselingkuh di bandingkan Aira di kampus yang terbatas" ucap Aisyah mencoba menyama ratakan posisi Aira dan Adi
"Temui istrimu, dia sedang mengandung anakmu, harusnya kamu bisa membuat dia nyaman dan tenang dirumah ini, bukan malah mencuekan dia, apalagi tadi pagi bunda lihat kamu tidak pamit pada istrimu" timpal Aisyah sekali lagi
__ADS_1
"Adi bersih-bersih dulu bun" jawab Adi memikirkan semua ucapan bundanya
"Satu lagi pesan bunda, jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari dengan sikap mu yang egois seperti tadi pagi, bunda berharap sekali rumah tangga anak-anak bunda semuanya langgeng hingga tua bersama, yakinlah istrimu tidak serendah yang kamu bayangkan" ucap Aisyah
"Insyaa allah bunda" jawab Adi pelan
"Insyaa allah mu suatu saat akan di pertanyakan di akhirat nanti nak" ucap Aisyah tersenyum, Adi pun membalas senyuman bundanya itu.
Kamar Adi
"Mas Adi sudah pulang? Dari jam berapa?" tanya Aira mencium tangan Adi dan sebaliknya
"Baru saja" jawab Adi singkat, dia masih mencerna ucapan bundanya
Mas Adi masih bersikap dingin, berarti dia masih marah sama aku. Batin Aira sendu
"Aira buatkan air minum hangat dulu ya" ucap Aira meninggalkan Adi di kamar untuk membuat minuman kesukaan Adi, yaitu susu almond
Ternyata yang aku lakukan pada Aira salah? Tapi peluang untuk selingkuh kan bisa saja terjadi pada Aira, apalagi dengan pernikahan kita yang mendadak pasti tidak ada cinta di antara Aira pada ku, tapi kata bunda Aira bukan wanita rendahan berarti tidak mungkin dia berani berkhianat, aaakkhhh bikin sakit kepala deh. Batin Adi
"Iya terima kasih" jawab Adi mengambil gelas pemberian Aira
"Aira boleh bertanya?" tanya Aira pelan dan menunduk takut, Adi hanya melirik istrinya
"Tanya apa?" jawab Adi
"Apa mas Adi marah pada Aira, hanya gara-gara Aira ragu menjawab persyaratan yang mas Adi berikan?" tanya Aira masih posisi menunduk
"Iya" jawab Adi jujur
"Aira minta maaf atas hal itu, dan Aira juga tidak apa-apa apabila tidak melanjutkan kuliah lagi, Aira cukup tau diri siapa Aira disini, jadi Aira harap mas Adi jangan marah lagi pada Aira, karena tidak enak juga di lihat bunda dan ayah" ucap Aira menahan kesedihannya dan sesak saat mengucapkan cukup tau diri
__ADS_1
Adi kembali terdiam, dia benar-benar sudah melukai perasaan istrinya.
"Aira bantuin bunda dan bibi dulu ya di dapur untuk menyediakan makan malam" jawab Aira hendak keluar kamar
"Aira tunggu" panggil Adi sudah berdiri, Aira menoleh dan tidak jadi membuka pintu
"Aku juga minta maaf pada mu, telah mengabaikanmu, jujur aku memberikan persyaratan itu padamu, karena aku tidak mau kehilanganmu, aku hanya takut kamu akan pergi meninggalkan ku dan memilih teman laki-laki yang mungkin kamu sukai atau dekat dengan mu, ini konyol tapi itulah ke khawatiran dalam diri ku, aku benar-benar cinta padamu Aira, pernikahan kita memang mendadak tapi aku tulus dan ikhlas mencintai dan menyayangimu" tutur Adi serius
Sekarang giliran Aira yang mematung dengan penuturan yang Adi berikan, sekaligus pernyataan cinta Adi secara langsung.
"Aku juga tau dihatimu belum ada nama ku, kamu hanya menjalankan tugasmu sebagai seorang istri tapi tanpa cinta yang kamu miliki untuk ku, tapi aku selalu berusaha agar kamu juga membalas cinta ku, Aira, maka dari itu aku memberikan syarat, karena aku tau cinta ku masih bertepuk sebelah tangan, maafkan aku jika aku telah menyakiti perasaanmu hari ini dan aku akan mengizinkan mu untuk kuliah lagi tanpa syarat apapun, aku juga akan mendaftarkan kembali kuliah mu yang sempat tertunda setelah kehamilanmu menginjak minimal 2 bulan, tolong bersabar menunggunya" ucap Adi langsung masuk ke dalam kamar mandi membersihkan dirinya yang sudah lelah dengan kegiatan dan pikiran hari ini
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.