
"Sikap mu berbeda pagi ini dengan kaka, apa alasannya?" tanya Yusuf
"Kaka anggap aku istri kaka kan? lalu kenapa kaka selalu menutupi semua masalah yang ada pada aku" tanya balik Khanza
"Astaghfirullah, kaka tidak menutupi apapun dari kamu" jawab Yusuf
"Berarti kaka belum bisa terbuka dan jujur sama aku" ucap Khanza melanjutkan bersiap siap ke kampus
"Tolong kasih kaka waktu untuk menceritakannya" sahut Yusuf terpaksa
"Benar kan ada yang kaka tutupi dari aku" jawab Khanza tersenyum
"Kaka mohon jangan cuekin kaka seperti ini, kaka janji akan cerita tapi nanti" ucap Yusuf memeluk Khanza dari belakanh
"Terserah kaka aja" sahut Khanza mencoba melepaskan pelukan suaminya
"Kaka tau, kaka bukan lah laki laki yang baik untuk kamu, kaka banyak sekali kekurangan, bahkan kaka tidak bisa membahagiakan kamu" ucap Yusuf yang sudah meneteskan airmatanya
Khanza hanya memandang suaminya dari pantulan cermin yang berada di depan mereka.
Masalah apa yang sedang kamu sembunyikan kak, sampai aku tidak boleh tau sekarang, apa ada sangkutpautnya dengan mamih. batin Khanza
"Aku mau berangkat ke kampus kak, jadi lepaskan pelukannya" ucap Khanza
"Kaka akan antar kamu, kalau kamu mau marah sama kaka silahkan, kaka juga sadar diri, kaka tunggu di mobil" sahut Yusuf meninggalkan Khanza
Maaf Khanza. batin Yusuf
Selama di perjalan ke arah kampus pasangan suami istri itu hanya terdiam tidak ada yang membuka percakapan sama sekali. Hingga tiba di kampus Khanza hanya mencium punggung tangan suaminya dan keluar dari mobil.
Semarah itu kamu dengan ku Khanza. batin Yusuf
Yusuf melanjutkan perjalanannya ke arah kantor papinya, dia sudah menghubungi papinya sebelum datang.
"Assalamu'alaikum pih" ucap Yusuf masuk keruangan papihnya
"Wa'alaikumsalam" jawab papih
"Papih ingatkan kamu, jangan pernah mengambil keputusan yang bodoh, mamih mu hanya ingin memisahkan kamu dengan Khanza" ucap papi dengan tegas
"Tapi pih, mamih sedang sakit parah ginjal dan jantung, dokter juga menyarankan agar mamih jangan tertekan kondisinya pih" sahut Yusuf frustasi
Beberapa hari yang lalu Yusuf pernah datang kediaman mamihnya, dan saat lagi berdebat dengan dirinya, mamihnya tiba tiba saja pingsan tanpa, Yusuf begitu panik, dan membawa mamihnya kerumah sakit, ternyata mamihnya mempunya penyakit ginjal dan jantung.
Saat itu juga Yusuf terkejut, selama ini mamihnya tidak pernah cerita perkara penyakit yang di deritanya. Mamih selalu berkata ingin menikahkan Yusuf dengan wanita pilihannya sebelum mamihnya pergi meninggalkan dunia.
Itulah kenapa Yusuf selalu kepikiran dengan ucapan mamihnya, satu sisi dia tidak ingin menyakiti Khanza dan mamihnya.
__ADS_1
"Yusuf lupakan semua ucapan yang mamih kamu pinta" ucap papi tegas
"Aku ingin melihat mamih bahagia di sisa hidupnya pih" sahut Yusuf
"Mengorbankan perasaan istrimu, kurang apa istrimu sampe kamu bisa dan sanggup menyakitinya" ucap papih dengan tatapan tajam
Yusuf terdiam, selama ini memang Khanza tidak pernah menuntut apapun, Khanza selalu menerima kekurangan Yusuf.
"Habis kamu Yusuf, kalau keluarga Zavier mengetahui kamu menyakiti anak perempuannya" sahut papih lagi dengan marah
"Pih, aku belum melakukan apapun pada Khanza" ucap Yusuf kesal
"Pasti akan ketahuan, Khanza itu anak yang sangat peka dengan sekitarnya, kali ini papih tidak akan membantu kamu jika pilihanmu menuruti semua keinganan mamih" sahut papih kembali fokus dengan pekerjaannya
"Jujurlah pada istrimu tentang mamih, itu jauh lebih baik" ucap papi lagi
Siang hari
Dengan perasaan bingung Yusuf meninggalkan kantor papihnya dan menunggu Khanza di parkiran mobil di kampus.
π Yusuf
Sayang, aku sudah diparkiran, kita makan siang barenga ya
1 jam kemudian
Maaf aku baru selesai, aku langsung ke parkiran
Setelah membaca pesan Khanza, Yusuf ingin mencoba jujur.
"Assalamu'alaikum kak" ucap Khanza pelan memasuki mobil Yusuf
"Wa'alaikumsalam" jawab Yusuf tersenyum
"Kamu ada kegiatan lain? karena ada yang ingin aku ceritakan sama kamu" ucap Yusuf lagi
"Tidak ada" jawab Khanza pelan
Mobil Yusuf melaju dengan kecepatan sedang menuju ke salah satu Hotel terdekat.
"Untuk apa kita Hotel?" tanya Khanza bingung
"Aku butuh ketenangan dan hanya berdua dengan kamu" jawab Yusuf
Yusuf membawa Khanza ke kamar hotel yang sudah dipesannya.
"Aku mau cerita" ucap Yusuf, akhirnya dia menceritakan semua dari awal hingga akhir tentang apa yang terjadi, Khanza hanya diam saja sampe suaminya selesai menjelaskan
__ADS_1
"Maaf sudah membuatmu kesal hari ini" ucap Yusuf bersimpuh di kaki Khanza
"Kaka bangun, ngapain pakai berlutut begitu" sahut Khanza mencoba membangunkan suaminya agar tidak bersimpuh
"Maafkan aku Khanza" ucap Yusuf
"Kaka duduk dulu disamping aku bukan begini" jawab Khanza karena suaminya masih bersimpuh akhirnya Khanza pun duduk di lantai bersama Yusuf.
"Keputusan kaka apa? aku akan terima semua" ucap Khanza walau terasa sakit
"Kaka tidak mempunyai keputusan, kaka hanya ingin hidup bersama denganmu" jawab Yusuf
"Aku punya permintaan sama kaka" ucap Khanza, Yusuf langsung menatap istrinya
"Jika kaka mau mempertahankan rumah tangga ini, aku mohon jangan ada lagi yang ditutupi, masalah kecil atau masalah besar, dengan kaka menutupi masalah itu menjadi bumerang buat rumah tangga kita, lain hal dengan kaka yang sudah tidak ingin mempertahankan ini semua" tutur Khanza
"Aku janji akan selalu terbuka sama kamu, aku janji" ucap Yusuf mencium kedua tangan Khanza
"Tadi kaka kan bilang mau makan, kita pesan aja ya kesini" sahut Khanza
"Kaka sudah pesan, nanti juga makanannya datang kok" ucap Yusuf
Khanza hanya tersenyum, dia khawatir suatu saat Yusuf akan meninggalkannya demi mamih yang sudah melahirkan Yusuf, mungkin jika perpisahan itu terjadi Khanza tidak bisa tegar. Tapi Khanza sekarang sudah memikirkan dan mempersiapkan semua hal yang terjadi tentang rumah tangganya saat ini.
Semoga kamu benar benar mempertahankan rumah tangga ini kak, dan akan selalu terbuka serta jujur pada aku.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.