KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Acara Kecil-Kecilan


__ADS_3

Tiba dirumah Zavier, Mereka bertiga langsung masuk ke dalam rumah, ternyata sudah ada keluarga yang berkumpul seperti kakek Niel, nene Ras, Arnold, Zalin, Andre, dan juga Zahra, tidak lupa juga dengan papih Yusuf, kemana mamih Yusuf? Dia sedang asik dengan dunianya sendiri.


Mereka semua dengan sengaja menunggu kedatangan Khanza, karena tadi malam seperti biasa Arnold heboh tidak jelas, menghubungi saudara-saudara yang terdekat, alhasil mereka pada kumpul hari ini.


"Kenapa ramai sekali rumah bunda?" tanya Yusuf bingung


"Sengaja kami semua ada di sini, untuk mendengarkan kesehatan bunda kamu" jawab Arnold bohong


"Lalu papih, sedang apa?" tanya Yusuf lagi


"Jenguk mantu papih dong, mau ngapain lagi" jawab papih Yusuf dengan santai


"Bagaimana hasilnya?" tanya Arnold merangkul bahu istrinya


"Bunda harus banyak istirahat, tidak boleh lelah, banyakin minum air putih" sahut Khanza


"Dengerin kata dokter Khanza tuh, kamu harus banyak istirahat" ucap Arnold


"Selama ini juga aku istirahat lebih banyak dibandingkan kegiatab lain" jawab Aisyah


"Ada info lain lagi mungkin?" tanya Arnold pura-pura memandang istrinya padahal sedang melirik ke arah anaknya


"Seharusnya ada, mungkin biarkan Yusuf dan Khanza aja yang memberi info lainnya" jawab Aisyah tersenyum


"Hari ini, Alhamdulillah sekali Yusuf dan Khanza bersyukur karena Allah SWT, telah memberikan amanah yang sangat besar kepada kita berdua untuk menjadi orangtua, seperti kalian" ucap Yusuf terharu memeluk istrinya


"Alhamdulillah" jawab serempak


"Semoga Allah selalu melindungi keluarga kecil kalian, dijaga amanah ini, sampai anak-anak kalian menemukan kehidupannya masing-masing kelak nanti, aamiin" ucap kakek Niel


"Tolong jaga anak dan calon cucu ayah, jangan sakiti mereka, jika kamu menyakiti mereka, maka ayah atau Adi yang akan bertindak" tutur Arnold ikut terharu akan memiliki cucu


"Ini adalah hadiah untuk kita semua, kalian berhasil mempertahankan rumah tangga yang banyak sekali ombak-ombak yang datang mendekati kalian, dan ini hasil kesabaran Khanza, percayalah apapun yang kita lakukan itulah yang akan kita tuai, papih berharap padamu Yusuf, untuk selalu melindungi dan menjaga istri dan calon anakmu, istri sedang hamil itu sensitif, mudah ngambek, marah tidak jelas, banyak keinginan, disini kamu akan di uji lagi kesabarannya" ucap papih


"Ihhh, aku akan punya keponakan" sahut Zalin sudah tidak sabar


"Dan untuk Zalin, segera kamu perkenalkan calon suami pada kita" ucap papih Yusuf


"Benar itu, kita juga ingin nelihat Zalin hidup bahagia bersama pasangannya dan memiliki keturunan" sahut Aisyah


"Topiknya disini tentang kak Yusuf dan kak Khanza, kok jadi aku" jawab Zalin cemberut


"Kapan rencana Zalin memperkenalkan calonnya" ledek nene Ras

__ADS_1


"Kita rayakan saja kebahagiaan pasutri tuh, Zalin masih lama, sudah jangan bahas-bahas lagi" sahut Zalin bete


"Aku tau Zalin lagi dekat dengan siapa" ucap Khanza menimpali


Zalin menutup mulut Khanza agar tidak berbicara "Kaka, mulai tidak asik nih, nanti Zalin tidak mau cerita-cerita lagi" jawab Zalin masih menutup mulut kaka iparnya


Yusuf memukul pelan tangan Zalin "Lepasin, kasihan istriku, kamu kira istriku apaan sampe dbekap begitu mulutnya" ucap Yusuf kesal


"Bucin dasar" sahut Zalin


"Kamu juga akan bucin setelah menikah" jawab Yusuf


"Hari ini kita adakan acara kecil-kecilan yuk, sebagai rasa syukur kita, tapi kita tidak perlu mengumbar-umbar kebahagian saat ini" ucap Arnold


"Saya sangat setuju, mungkin mengadakan sedikit acara pengajian dan membagikan beberapa sembako untuk orang-orang yang memang kekurangan" sahut papih Yusuf semangat


"Boleh, tapi tetap harus hati-hati, karena setiap kita membuat acara misal santunan dan lain-lain, takutnya dibilang ria, terkadang ini yang susah di kendali kan, kalau kita memanggil anak yatim dan duafa kalian harus membuat mereka benar-benar bahagia, karena ucapan mereka lebih ampuh, jangan sampe mereka merasa tidak puas dengan acara yang kita adakan" tutur kake Niel mengingatkan semuanya


"Insyaallah kita lakukan ini semua memang atas nama Allah SWT, makanya kita buatnya acara sederhana saja" ucap Aisyah


"Tapi bunda tidak boleh kelelahan, ok" sahut Yusuf mengingat kondisi bundanya lagi tidak sehat


"Terima kasih bunda sudah di ingatkan sayang, kan disini banyak orang, ada aunty Zahra dan uncle Andre, mereka lebih pandai untuk menjadi EO dadakan seperti ini" ucap Aisyah tertawa pelan


"Mau di adakannya acaranya dimana?" tanya Zahra


"Apa boleh dirumah saya?" tanya papih melihat ke semua orang yang ada


"Dengan senang hati" jawab Arnold tersenyum


"Terima kasih pak Arnold, saya akan menghubungi orang rumah, untuk mempersiapkannya dan mengundang beberapa tetangga yang dari desa sebelah" ucap papih Yusuf


"Apa mamih setuju?" tanya Yusuf melihat papihnya


"Pasti sangat setuju, bukankah ini keinginan mamih mu dari dulu" jawab papih Yusuf


"Yusuf harap tidak ada tindakan konyol yang dilakukan mamih lagi" ucap Yusuf serius


"Kamu itu selalu berprasangka buruk pada mamih mu" sahut Aisyah


"Bukan berprasangka buruk, tapi selama ini itulah yang terjadi bun" jawab Yusuf


"Sudah jangan bahas, siapa tau kali ini mamih mu lebih baik lagi" ucap Arnold menengahi

__ADS_1


"Mungkin kita adakannya setelah ba'da Ashar bagaiman?" tanya papih


"Terlalu sempit tidak waktunya, ini saja menjelang siang" jawab Arnold


"Alamat rumah yang akan diadakan acara mana, sini semua biar Andre dan Zahra yang meluncur kesana dan sekalian memesan paket sembako dan menu makanan matangnya" sahut Andre


Papih menyebutkan alamat rumahnya, Andre dan istrinya pergi lebih dulu agar bisa cepat selesai memenuhi kebutuhan acara nanti.


"Jadi fix ya habis Ashar" ucap papih


"Iya, kami semua setuju, jangan lupa kalau besan punya pak ustad atau siapapun tolong di undang saja" jawab kakek Niel


"Itu sudah pasti Ayah Niel" jawab papih


"Zalin juga pulang kerumah mamih duluan deh, takutnya orang rumah tidak percaya dengan aunty dan uncle" sahut Zalin berpamitan juga


"Untuk acara anak-anak yatim kita buat terpisah saja, jadi kita yang berkunjung ke salah satu panti dan kesetiap desa terdekat yang sekiranya memang sangat membutuhkan" ucap Arnold


"Yusuf sama Khanza ikut kalian saja lah, tiba-tiba kepala ku pening mendengar acara yang kalian buat" sahut Yusuf lemas


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.

__ADS_1


__ADS_2