KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Rencana Lagi


__ADS_3

Yusuf dan Khanza sudah tinggal di rumah yang baru, mereka hanya berdua di dalam rumah tersebut, tanpa art dan lainnya, Zalin ketiduran di rumah Aisyah dan tidak di bangunkan oleh Arnold.


Kamar


"Kaka, masih kesal?" tanya Khanza melihat raut wajah sang suami tidak bersahabat


"Mamih kenapa sih, selalu membuat keributan, apa salah aku sama beliau" jawab Yusuf sedih kalau harus berantem dengan orangtua kandungannya sendiri, yang sudah melahirkan dirinya.


"Besok kaka temui saja mamih dirumah, kaka bertanya baik-baik, jangan pakai emosi" ucap Khanza


"Tapi dia yang selalu memancing keributan" jawab Yusuf


"Maka dari itu, kaka harus belajar sabar lagi menghadapi mamih, kita belajar bersama untuk mengontrol emosi yang ada dalam diri kita" ucap Khanza hati-hati, takut suaminya tersinggung


"Bukannya kaka tidak ingin menemui mamih, kaka belum siap, jikalau berdebat pada akhirnya" jawab Yusuf


"Sabar ya, lebih baik kita istirahat, supaya besok lebih fresh" ucap Khanza


"Si Zalin pakai segala ketiduran dirumah bunda, itu anak ngeselin juga" sahut Yusuf


"Yang penting dia tidak tidur di rumah lain, biarkan saja, bunda dan ayah akan menjaganya seperti mereka menjaga ku" jawab Khanza


"Maaf ya, tadi aku terkesan tidak sopan pada bunda, besok aku juga akan meminta maaf langsung" ucap Yusuf


"Bunda lebih mengerti dengan perasaan kaka, dan bunda tidak marah pada kaka" jawab Khanza


"Iya, kaka paham, tetap saja tindakan kaka sudah keterlaluan, kalau orang lain lihat, mereka akan menilai kaka tidak punya sopan santun pada ibu mertua" ucap Yusuf senyum


Mereka berdua sudah lelah, pada akhirnya tertidur, karena waktu juga sudah menunjukan pukul 21.00, dan Khanza sudah meminta pada bunda, agar besok pagi jangan mengirim makanan apapun, dia ingin membuatnya sendiri untuk Yusuf.


Jam terus berputar, pagi sudah menjelang, Yusuf masih mengambil cuti, hari ini cuti terakhir, besok dia akan kembali bekerja seperti orang-orang pada umumnya.


"Sayang, sedang apa?" tanya Yusuf menghampiri istrinya yang berada di dapur


"Masak, untuk kita sarapan" jawab Khanza senyum


"Harus masak?" tanya Yusuf khawatir


"Aku pernah lihat bunda waktu mengandung Adi, bunda tetap melayani ayah, seperti memasak, menyiapkan pakaian ayah dan kebutuhan ayah lainnya, jadi jika aku memasak apakah salah? aku juga bukan wanita lemah" jawab Khanza menjelaskan


"Baiklah, tetapi hati-hati dan tetap jaga kesehatan, jika sudah lelah, duduklah" ucap Yusuf


"Kakak, masih libur dong?" tanya Khanza


"Hari ini terakhir, besok kaka akan kembali bekerja lagi, kamu kalau bosan bisa kerumah bunda" jawab Yusuf


"Insyaallah, aku tidak bosan, kuliah ku lagi banyak tugas, jadi menghabiskan waktu dengan belajar deh" ucap Khanza


"Iya boleh, tetap saja harus di batas" jawab Yusuf

__ADS_1


"Siap, pak suami" ucap Khanza senyum


"Sini kaka bantu" sahut Yusuf


"Ini sudah mau selesai" ucap Khanza


"Membersihkan rumah tugas kaka" ucap Yusuf


"Biarkan itu aku yang kerjakan" jawab Khanza


"Lalu fungsinya suami itu apa? hanya duduk aja di rumah" ucap Yusuf


"Bukan begitu, kaka kan sudah bekerja di luar rumah, menafkasi aku dan yang lain, pasti sudah lelah kak" jawab Khanza


"Kamu berlebihan, suami pergi kerja itu kewajibannya mencari nafkah, untuk keluarga" ucap Yusuf


"Kaka ganti baju dulu, habis itu kita sarapan bersama" jawab Khanza


Aisyah benar-benar tidak mengganggu anaknya, dia tetap fokus pada suaminya dan juga Zalin di rumah.


"Bunda tidak antar makanan ke rumah kak Khanza?" tanya Zalin ikut bergabung di meja makan


"Supaya Khanza menjadi ibu rumah tangga yang baik, bunda tidak perlu mengganggu rumah tangganya, biar dia merasakan menjadi seorang istri dan ibu seutuhnya" sahut Arnold


"Lalu Zalin bagaimana? kenapa aku jadi ragu tinggal bersama mereka" jawab Zalin


"Emang boleh?" tanya Zalin antusias


"Tidak ada melarang kamu untuk tinggal disini" jawab Aisyah


"Ya sudah, Zalin tinggal disini aja, mumpung Adi belum pindah ke rumah ini" sahut Zalin


"Adi juga harus menyelesaikan misi-misi nya terlebih dahulu, selama tinggal di rumah mertua" ucap Arnold


"Misi? misi apa?" tanya Zalin bingung


"Misi cara membahagiakan keluarga istrinya, dia harus membuat keluarga istrinya hidup lebih layak" jawab Arnold


"Apa harus melakukan itu?" tanya Zalin


"Tidak harus, cuma itu ajaran ayah saja, dulu ayah itu pertama kali jadi menantu, semua yang ada dirumah orangtua bunda, di ganti semua sama dia, sampai ayah Daniel ternganga melihat tingkah ayah Arnold" jawab Aisyah tersenyum


"Ayah ku keren berarti bun, aku bisa tidak mendapatkan suami seperti ayah Arnold" ucap Zalin


"Carilah suami yang lebih baik dari ayah, ayah juga banyak sekali kekurangan" jawab Arnold


"Sudah ada jodohnya belum?" tanya Aisyah senyum


"Apa sih bun, jodohnya sampai saat ini masih gelap, mati lampu" jawab Zalin cemberut

__ADS_1


"Kalau ayah jodohkan, mau?" tanya Arnold serius


"Bagaikan jaman Siti Nurbaya main jodoh-jodohkan anak, apa kalian tidak ngertiin perasaan anak apa" jawab Zalin


"Ayah bertanya sayang, dijodohkan mau tidak? bukan ayah mau maksa kamu menikah" ucap Arnold


Zalin tampak berpikir dengan ucapan Arnold.


"Jangan melamun, kita sarapan saja, Zalin tidak perlu mendengarkan tawaran ayah" sahut Aisyah membuyarkan lamunan Zalin


"Kira-kira cowonya baik tidak?" tanya Zalin serius


"Baik itu relatif" sahut Aisyah


"Dia tidak baik dong" ucap Zalin menatap Aisyah


"Jika mau, akan ayah kenalkan ke kamu, tetapi ayah juga harus ada izin lebih dulu pada papih dan Yusuf, jadi tidak asal menjodohkan mu, karena kamu masih memiliki orangtua kandung" jawab Arnold


"Tanpa melibatkan papih dan mamih, boleh? kalau kak Yusuf tau tidak apa deh" ucap Zalin


"Ayah tidak setuju, dan ayah masih ingin menjaga hubungan baik dengan keluarga mu" jawab Arnold


"Nanti aku saja yang bilang pada papih" sahut Zalin


"Bukan hanya kamu, ayah juga harus izin, sayang" ucap Aisyah


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.

__ADS_1


__ADS_2