
Adi memeluk Aira yang sedang ketakutan.
"Aku tidak akan menyakiti mu, kecuali kamu menyakiti bunda maka. aku juga tidak segan menyakiti mu" ucap Adi
"Adi !!!, istighfar nak, kamu membuat istri mu ketakut lalu kamu bilang begitu tambah membuat Aira takut" bentak Aisyah
"Maaf ya sayang" ucap Adi kembali memeluk Aira
"Iya" jawab Aira
"Kaka dengan ikhlas jika kamu melakukan sesuatu pada mamih, apalagi menyangkut dengan bunda" sahut Yusuf santai
"Sudah ganti pembahasan saja, Adi harus jaga sikap sama, Aira sedang hamil, tidak boleh stres dan lainnya" ucap Aisyah
"Iya bunda ku sayang, tak ada yang menandingi" jawab Adi
"Adi mau pakai apartemen?" tanya Khanza
"Iya, apa kakak mau pakai juga?' jawab Adi kembali bertanya
"Tidak, kamu bisa memakainya, hanya saja kakak pernah membawa barang kakak ke sana, jadi kalau kamu mau pindah ke apartemen info ya, supaya di angkut ke rumah saja barangnya" ucap Khanza
"Bukan waktu dekat ini kok, Adi sama Aira masih mau dirumah bunda, numpang hidup dulu" jawab Adi nyengir
"Asal jangan selamanya aja numpang hidup, tuh lihat Yusuf berani mengambil resiko dengan tidak melanjutkan usaha keluarga" ucap Arnold
"Tetap saja warisannya atas nama Yusuf dan Zalin, bener tidak kak" jawab Adi menaik turunkan alisnya menggoda Yusuf
"Belum tau" sahut Yusuf singkat
Keluarga Arnold saling bersenda gurau, sebelum maghrib Khanza dan Yusuf sudah kembali kerumahnya sendiri, bukannya tidak mau makan bersama dengan orangtua dan adiknya, hanya saja Khanza sudah memasak untuk Yusuf dan Zalin makan malam dan membiasakan hidup berkeluarga tanpa campur tangan orangtua.
Yusuf makan malam hanya berdua saja dengan Khanza, adiknya belum pulang, padahal tadi hanya bilang pergi sebentar.
"Zalin kemana ya? Dihubungi juga tidak bisa tuh anak" ucap Yusuf cemas
"Tumben sekali Zalin tidak bisa dihubungi, biasanya dia paling mudah dan cepat menerima panggilan masuk" jawab Khanza
"Apa aku cari dia dulu ya, kamu tunggu sini" ucap Yusuf serius
"Iya, cari saja, aku juga jadi khawatir" jawab Khanza panik
"Assalamu'alaikum" ucap Zalin masuk ke dalam rumah dan mendekati kedua kakaknya
"Wa'alaikumslaam" jawab Khanza dan Yusuf bersamaan
__ADS_1
"Kamu darimana saja, kita cemas tau" ucap Khanza
"Hehehe, maaf ya, tadi aku mampir sebentar kerumah bertemu mamih dan papih" jawab Zalin
"Harusnya kamu memberi kabar pada kakak, kalau mau mampir kemana-mana, kami ini khawatir Zalin" ucap Yusuf serius
'Iya maaf, janji tidak akan mengulanginya lagi" jawab Zalin
"Kamu membahas apa disana?" tanya Yusuf penasaran
"Aku bilang mau taaruf dan kalau cocok langsung nikah" jawab Zalin santai
"Lalu tanggapan mereka apa?" tanya Khanza ikutan kepo
"Papih santai-santai saja, kalau mamih pasti kak Khanza sudah bisa menebak, dia marah, mencaci maki, bahkan menghina anaknya sendiri" jawab Zalin tersenyum getir
Khanza memeluk adik iparnya, dia tau perasaan Zalin saat ini yang memiliki mamih dengan sifat yang sangat ekstra membutuhkan kesabaran untuk menghadapinya.
"Untuk apa kesana bertemu mamih? Ayah Arnold sudah menemui papih dan papih melarang mamih tau rencana ini tapi kamu sendiri yang bilang pada mamih" ucap Yusuf tegas
"Setidaknya dia harus tau kalau aku mau taaruf, seburuknya mamih dia tetap orangtua kita kak, dan aku juga tidak bilang ini anak dari temannya ayah Arnold" jawab Zalin masih terlihat santai
"Tapi kapanpun mamih bisa merusak semua rencana yang kita buat Zalin" ucap Yusuf
"Kamu pikir ninja hatori, kakak ini lagi serius Zalin" ucap Yusuf
"Zalin lebih serius kak, insyaallah semua baik-baik saja, kata bunda kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik" jawab Zalin
"Kata bunda lagi disebut" timpal Khanza
"Loh, memangnya kenapa, bunda selalu berkata yang berlebihan itu tidak baik, aku copy ucapan bunda tidak salah dong" ucap Zalin bingung
"Iya tidak salah, tapi bundanya jangan di sebut juga lah" jawab Khanza
"Ibu hamil baperan sekali" ucap Yusuf gemas
"Zalin bersih-bersih dulu ya, sebelum setan-setan yang ada diri Zalin merekat" sahut Zalin
"Habis mandi langsung makan ya dek" ucap Khanza
"Siap kak, walaupun aku belum lapar sih" jawab Zalin senyum
"Jangan makan malam nanti gemuk, masa mau taaruf badannya meningkat" sahut Yusuf mengingatkan
"Laki-laki yang baik dan tulus itu tidak akan memandang fisik kak, jadi tenang saja" jawab Zalin berlari kecil ke lantai atas
__ADS_1
"Dasar anak itu kalau di bilangin ada aja jawabanya" gerutu Yusuf
"Sabar, nanti Zalin menikah dan tidak tinggal disini pasti kamu merasa kehilangan sosok Zalin yang jahil sama seperti Adi" ucap Khanza mengelus lengan suaminya
"Besok ada yang bantu-bantu dirumah, masih saudara pak Yono" tutur Yusuf
"Mau pakai jasa art jadinya?" tanya Khanza menatap suaminya
"Iya, pertama untuk membantumu, kedua untuk menemani mu dirumah selama aku dan Zalin sedang bekerja diluar" jawab Yusuf
"Kalau masih saudara pak Yono tidak apa, tetapi sudah dewasa kan? Maksud aku bukan anak muda?" tanya Khanza khawatir suaminya kepincut sama art
"Iya dewasa, mereka sepasang suami istri, dan tidak tinggal dengan kita, aku sudah carikan kontrakan terdekat disini" jawab Yusuf
"Kenapa tidak tinggal disini, dan harus pulang pergi begiu, sayang biaya kontrakannya" ucap Khanza
"Untuk sementara saja, bagian belakang mau aku buat untuk privasi mereka, seperti rumah ayah, bagian belakang khusus pekerja yang suami istri, jadi tidak terganggu ataupun tidak canggung, begitu sayang" tutur Yusuf menjelaskan
"Dikerjalan dari sekarang saja buat kamar belakang, jadi tidak buang-buang uang untuk bayar sewa rumah untuk art, bukannya aku pelit atau bagaimana, hanya saja kita harus membatasi keuangan saat ini, keuangan kita masih prioritas untuk melahirkan lebih dulu sebenarnya" ucap Khanza serius
"Itu pasti sayang, biaya kelahiran anak kita menjadi prioritas, besok sudah mulai di kerjakan kamar untuk art, semoga aja cepat selesai deh" jawab Yusuf senang
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.
__ADS_1