KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Memandang Sebelah Mata


__ADS_3

"Bicara sama kamu butuh keahlian khusus untuk bisa memahaminya, abi jadi bingung mau awet muda karena ke konyolan mu atau mendadak pingsan" ucap Abi


"Setiap hari kayanya kita akan olahraga jantung deh" sahut Rafael


"Iya benar, tingkah bang Adi susah sekali di tebak dan dipahami" timpal Meira


"Kalian lebih milih aku bersikap datar, tegas atau konyol tidak bisa diem?" tanya Adi melihat adik iparnya dari spion yang ada di dalam mobil


"Konyol saja deh" jawab Meira dan Rafael


Hahahaha.... Adi tertawa mendengar jawaban adik iparnya, umi dan Abi tidak mau komentar apapun termasuk Aiara


Setelah sampai salah satu tempat makan, Adi membawa keluarganya kedalam, banyak yang memandang keluarganya Aira dan pula banyak yang pada berbisik.


"Itu bukannya pengusaha Billboard ya, yang ada dimana-mana, lalu sama siapa itu ramai-ramai, sepertinya orang kampung banget deh" ucap pelanggan terdengar oleh keluarga Aira


"Mungkin pembantunya, dia ajak makan sama majikan" sahut pengunjung lain


Adi melihat Aira dan keluarganya tidak nyaman setelah mendengar ucapan para pengunjung restoran tersebut.


"Abaikan saja" bisik Adi pelan di telingan Aira


"Iya" jawab Aira pelan


"Sore pak Adi, Silahkan mau memesan apa?" tanya pelan dengan tatapan sinis pada Aira, Adi tau pelayan ini terlihat tidak suka dengan Aira


"Sekali lagi tatapan mu seperti itu pada istri dan keluarga saya, saya cungkil matamu supaya tidak bisa melihat lagi" jawab Adi tegas dan juga marah


"Maaf pak Adi" sahut pelayan


"Kerja itu profesional, jangan mengusik atau mengurusi kehidupan orang lain, urusi saja kehidupan mu dan keluarga mu sendiri, apakah sudah pantas di nilai baik oleh orang lain" ucap Adi menggelegar, banyak yang melihat ke arahnya


"Dan untuk kalian semua, yang baru saja saya mendengar ada menjelekan keluarga saya, jangan harap hidup kalian semua tenang, kalian hanya bisa menilai orang dari luarnya saja, busuk hati kalian" ucap Adi kesal


"Mas, sudah, tadi katamu di abaikan saja" bisik Aira mengingatkan Adi


"Adi, kami tidak apa-apa, tenang nak, duduklah" ucap umi pelan


"Panggil manager mu" ucap Adi pada pelayan yang tadi melayaninya


Pelayan pergi meninggalkan meja Adi dengan perasaan takut, apa lagi Adi meminta managernya menghadap ke Adi.


Manager pun datang dan sudah mendapatkan info tentang masalah yang terjadi.


"Maaf pak Adi, jika adanya ketidaknyamanan untuk bapak dan juga keluarga" ucap Manager


"Saya mau, anda yang melayani saya" jawab Adi tegas

__ADS_1


"Baik, saya yang akan melayani pak Adi dan keluarga" ucap manager


"Sungguh di sayangkan, restoran sebagus ini dan katanya yang bisa masuk ke sini hanya orang berpendidikan dan bersosialita tinggi, tapinya setelah yang saya alami hari ini tidak ada yang namanya pendidikan tinggi, Attitude saja tidak dimiliki, rendah martabat restoran ini, karena pengunjung tidak sesuai kualifikasi, tapi menarik untuk jadi bahan majalah, pasti akan menggemparkan" tutur Adi masih kesal


"Pak Adi, saya mohon jangan lakukan itu, kita bisa selesaikan baik-baik" ucap manager khawatir


"Sudah sana, bawakan saya makanan apa saja untuk keluarga saya" jawab Adi malas melihat manager


"Kamu berlebihan nak" bisik Abi


"Tidak berlebihan, hanya ancaman, agar pengunjung disini sadar, pendidikan mereka tidak berguna cuma gara-gara atitud nol" jawab Adi santai


Menunggu sekita lima belas menit, makanan Adi sudah selesai dan siap di sajikan ke meja Adi. Manager itu menyusun dengan rapih, dia tidak mau membuat kesalahan.


"Apa butuh yang lainnya?" tanya manager


"Tidak, sana pergi jauh-jauh dari hadapan saya" jawab Adi


"Ini banyak banget" ucap Rafael menatap makanan yang begitu banyak di pesan Adi


"Allah tidak suka dengan hal yang mubazir" jawab Abi enggan untuk makan


"Ini tidak mubazir, jika tidak habis, kita bisa minta bungkus semua, dan bisa kita makan lagi dirumah" jawab Adi santai


"Kamu terlalu boros nak" sahut umi


"Bukan boros, Adi hanya membelikan makanan yang layak untuk keluarga Adi" jawab Adi


"Lebih mubazir mana, jika makanan yang sudah di pesan lalu tidak kita makan?" tanya Adi santai


Rafael langsung mengambil menu yang dari tadi menggoda untuk dimakan, dan yang lain mulai mengambil yang mereka suka, Adi tersenyum melihat suaminya sudah mengambil lauk sesuai keinginan.


"Kok sedikit makannya?" tanya Adi melihat Aira hanya mengambil satu lauk


"Sedikit-sedikit saja, jadi tidak teracak, takut tidak habis juga" jawab Aira


"Makan sepiring berdua aja mau tidak?" tanya Adi


"Emang boleh?" tanya balik Aira ragu


"Boleh dong, siapa yang mau larang, aku tutup nih resto" jawab Adi


"Bicaranya di jaga, jangan asal begitu" ucap Aira kesal


Adi menggeserkan piringnya sedikit agak ketengah, supaya Aira mudah saat makan, saat Aira ingin menyedok makanan piringnya kembali di tarik oleh Adi.


Aira menatap Adi dengan bingung, tadi boleh sekarang di tarik lagi tuh piring, pikir Aira.

__ADS_1


"Aku suapi aja" jawab Adi


"Makan sendiri saja" bantah Aira


"Aku tidak suka penolakan" jawab Adi


Sejujurnya Aira malu pada umi dan Abinya jika makan di suapi Adi, terpaksa Aira menurut keinginan Adi.


"Enak tidak?" tanya Adi setelah menyuapi makanan ke mulut Aira


"Enak, tapi terlalu pedas" jawab Aira pelan


"Oh maaf, aku pinggir kan dulu saos black papernya" sahut Adi


Mereka makan dengan tenang, ada beberapa orang yang masih memandang Adi dan keluarganya, Abi nya sudah bilang supaya jangan di tanggapi, agar tidak menyebar ke hal-hal yang lain, apalagi Adi banyak yang mengenalnya, takut ada yang mengambil kesempatan dan membuat rekayasa, jaman sekarang apapun bisa viral tanpa perlu capek-capek mengajukan ke televisi.


Sisa makanan benar-benar di bungkus, Adi segera pulang bersama yang lainnya, karena keluarga Aira sudah benar-benar merasa tidak nyaman.


"Besok-besok makan warteg aja lah" sahut Rafael


"Kenapa?" tanya Adi


"Makanannya enak, tapi di tatap saat makan bikin tidak nyaman" jawab Rafael


"Hooh, benar banget, niatnya mau nambah, gara-gara di lihat sinis begitu tidak jadi deh" timpal Meira nyengir


"Sampai rumah makan lagi, sisanya masih banyak, puas-puasin deh makan" ucap Adi senyum


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2