
Arnold menunggu Raymond keluar dari kamar mandi.
"Ada apa boy?" tanya Arnold pada Ray
"Tidak om, hanya deg-deg an aja" jawab Ray senyum
"Santai saja, ini hanya taaruf, belum nikah" ucap Arnold
"Jadi bagaimana?" tanya Ray
"Jika kamu merasa cocok maka kita lanjut, tetapi jika kamu merasa tidak cocok berarti stop sampai disini" jawab Arnold
"Aku beneran tegang ya om" ucap Ray
"Belum lihat calonnya masa udah tegang, aneh kamu" jawab Arnold kembali ke ruang tamu bersama Ray untuk melanjutkan prosesnya
Ray duduk ditengah, kanan kiri ayah ibunya.
"Payah kamu nak, belum lihat wanitanya sudah tegang" ledek Rey papihnya Ray
"Pih, jangan godain Ray begitu" tegur mamih Ray pelan
"Papih tidak jelas, orang kebelet ke toilet di bilang tegang" ucap Ray pura-pura santai
"Alasan kamu nak" jawab papihnya tersenyum
Orangtua Zalin masih memandang keluarga Reynald Alexander, mereka bingung, apakah keluarga ternama itu hanya sebagai tamu atau ada hal lain.
"Pih, mereka itu tamu disini?" tanya mamih Yusuf penasaran dan berbisik pada suaminya
"Papih juga tidak tau, papih saja masih terkejut dengan kedatangannya" jawab papih Mahadika
"Lalu calon suami untuk anak kitanya mana?" tanya mamih lagi
"Papih juga tidak tau mih, sudah ikutin saja acara disini" jawab papih
"Ya ampun jadi papih tidak tau calon mantunya dan tidak tau bibit bebet bobotnya" ucap mamih kesal
"Husstt, diam lah tidak enak apabila di dengar oleh yang lain" jawab papih
Keluarga Reynald masih ngobrol santai dengan Arnold dan yang lain.
"Oh iya, ini adalah orangtua Zalin" ucap Arnold kembali memperkenalkan orangtua Zalin sesungguhnya
"Saya Reynald dan ini keluarga saya" sahut Renald berjabat tangan
"Saya Mahadika, senang berkenalan dengan tuan" jawab papih Mahadika
"Saya kira Zalin itu anak pak Arnold, ternyata anak pak Mahadika" ucap Reynald
__ADS_1
"Enak saja anak dia, Zalin itu putri saya" sahut mamih sinis menatap Aisyah dan Arnold
Reynald dan istri hanya saling pandang melihat sikap mamihnya Zalin.
"Maaf, saya akan memanggil Zalin dan segera bergabung dengan kita" ucap Aisyah memecahkan suasana yang tidak enak
"Biar saya saja yang memanggil, karena dia anak saya" sahut mamih Yusuf berdiri
"Mohon maaf, tante lebih baik duduk disini saja, biarkan bunda saya yang memanggilnya" ucap Adi mengedipkan matanya sebelah untuk memberi tanda
Mamih pun terdiam dan tidak jadi memanggil Zalin, Aisyah segera ke lantai atas menuju kamar Zalin, sedangkan Adi mendekati orangtua Zalin.
"Saya sudah peringatkan jangan coba-coba mencari keributan di acara ini sebelum kalian menyesal" bisik Adi di telinga orangtua Zalin
Arnold memperhatikan tingkah anaknya, dia tau pasti Adi memberi ancaman hingga mamihnya Yusuf patuh padanya.
Anak itu pasti buat ulah, hingga orangtua Yusuf tidak berkutik. Batin Arnold
Aisyah dan Zalin turun, tatapan mata menuju padanya, terutama tatapan Ray yang kagum dengan kecantikan Zalin berbalut busana muslimnya.
Apa itu perempuan yang akan di jodohkan oleh ku. Batin Raymond
"Berkedip lah nak, dan tutup mulut mu nanti ada lalat masuk" ucap papih Rey meledek anaknya yang terkesima
"Apaan sih Pih" sahut Raymond kesal selalu di ledekin
"Raymond, inilah wanita yang akan melakukan taaruf dengan mu, kalau dari pihak perempuan sudah menerimanya, jadi selanjutnya tinggal dari keputusan mu dan keluarga besar lainnya" ucap Arnold
"Kami selaku orangtua Ray, akan selalu mendukung keputusan Ray" sahut papih Reynald
"Bolehkan Ray, saling mengenal lebih dulu sebelum ke pernikahan?" tanya Raymond
"Boleh, tetapi jika Ray setuju pernikahan akan di adakan sebulan lagi, dan selama sebulan Ray bisa saling mengenal satu sama lain, bagaimana?" jawab Arnold
"Setuju" sahut kedua orangtua Ray
"Apa tidak bisa di percepat?" tanya Ray
"Maksudnya apa yang di percepat?" tanya Arnold tidak paham
"Maksudnya begini bisa kah pernikahan itu di adakan 2 minggu lagi" jawab Ray serius
"Kamu ini gimana, tadi bilang mau saling kenal dulu tapi sekarang minta di percepat" ucap mamih Ray
"Iya sih, tapi mengingat Ray harus kembali ke Cairo 4 minggu lagi, jadi bukannya lebih baik di percepat saja" jawab Ray malu
"Berarti perkenalan kamu sedikit waktunya, hanya 1 minggu sisanya sebelum acara akad kamu di pingit terlebih dahulu, bagaimana?" tanya Arnold lagi mewakili keluarga Zalin
"Ya tidak apa, tapi apakah nona Zalin bersedia?" jawah Ray meminta pendapat Zalin juga yang dari tadi masih terdiam
__ADS_1
"Dari Zalin bagaimana baiknya saja, Zalin ikut keputusan semua keluarga" sahut Zalin bernada lembut
"Masyaa Allah lembut sekali suaranya" lirih Raymond tapi masih di dengar oleh semua orang, dan mereka hanya tersenyum
"Baiklah pak Arnold, 3 hari lagi kami akan datang ke sini untuk melamar secara resmi ananda Zalin, dan menentukan tanggal pernikahannya, selebihnya mungkin Raymond dan Zalin berdiskusi mengenai hal-hal lain yang mungkin sudah di siapkan Zalin atau sebaliknya" tutur Reynald
"Bagaimana pak Mahadika, apakah setuju dan bersedia 3 hari yang akan datang keluarga Raymond kembali datang untuk melamar putri bapak" tanya Arnold, bagaimana pun keputusan ada pada keluarga Zalin
"Bersedia pak Arnold" jawab Mahadika dengan yakin
"Baiklah jika kedua keluarga sudah setuju maka kita akan persiapkan itu semua untuk acara lamaran" ucap Arnold
"Alhamdulillah" jawab serempak
"Ananda Zalin apa ada permintaan?" tanya Reynal pada calon menantunya
"Tidak ada om" jawab Zalin senyum
"Istri saya membawakan sesuatu untuk Ananda Zalin, semoga suka dan berkenan" ucap Reynald
"Silahkan ibu Shafira, Zalin juga berdiri saja hampiri ibu Shafira" sahut Arnold
Shafira dan Zalin sudah sama-sama berdiri saling berhadapan.
"Kalung dan gelang ini sebagai tanda untuk mengingat Zalin sebagai calon tunangan anak saya serta calon mantu saya" ucap Shafira memakaikan gelang dan kalung tersebut pada Zalin
Zalin mencium tangan orangtua dari Raymond sebagai ucapan terima kasih karena bersedia menerimnya.
Ternyata anakku akan menikah dengan orang yang memiliki kekuasan besar, anak ingusan itu tidak mungkin akan mengancam aku lagi, keluarganya masih kalah dengan besanku. Batin mamih Yusuf
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.