
"Mau di renov seperti apa? itu main baik-baik saja bangunannya juga" tanya Abi bingung
"Supaya lebih rapih aja, kata Aira tanah kosong disampingnya punya Abi, sedikit diperluas" jawab Adi santai
"Lebih baik uang yang kamu miliki saat ini, disimpan untuk kebutuhan yang lain" ucap Abi tidak enak
"insyaallah untuk masa depan sudah disiapkan, boleh ya, Bi" jawab Adi sedikit memaksa
"Selama ini tidak ada yang memaksa Abi" sahut Aira pelan
"Uppsss maaf" jawab Adi menutup mulutnya
"Baiknya kamu saja" ucap Abi
"Yess, berarti diizinkan untuk merenovasi" jawab Adi senang
Abi dan umi hanya menggelengkan kepala, Adi ini benar-benar sudah di tebak, anaknya terlalu santai dan terlalu aktif, Abi dan umi saja tidak bisa mengimbangi, apalagi Aira.
Apa mantuku unik ya? tingkahnya seperti bocah, tetapi pikirannya dewasa sekali. batin Abi
Rumah Arnold
"Tidak ada Adi sepi juga ya, baru semalem tanpa dia, sudah berasa kehilangan" ucap Khanza
"Itulah nasib orangtua, jika anak-anaknya berkeluarga, satu persatu meninggalkan kita, untung saja Yusuf masih mau tinggal disini" jawab bunda Aisyah membuang nafas dengan pelan
"Padahal tadinya aku dan kak Yusuf punya rencana mau pindah ke Jakarta loh, bun" ucap Khanza
"Apapun yang kalian berdua lakukan itu bebas, karena kalian pasangan suami istri, pasti ingin merasakan hidup bersama hanya keluarga kecilnya saja, bunda dan ayah sebagai orangtua cuma bisa mendoakan yang terbaik untuk keluarga anak-anaknya, sudah lama bunda mempersiapkan mental itu, akan jauh dari anak-anak, waktu masih kecil kamu pernah di rawat kakek Niel dan nene Ras, Adi bunda kirim ke pesantren dari kecil hingga SMA, setidaknya bunda pernah merasakan tanpa kalian" tutur Aisyah sedih
Arnold memeluk istrinya dengan cinta dan kasih sayang yang begitu tulus, Aisyah juga bersyukur rumah tangganya masih bisa di jaga dan dipertahankan hingga anak-anaknya sudah pada dewasa seperti saat ini.
"Masih ada ayah, selama ayah masih diberikan waktu menikmati dunia ini, ayah akan selalu bersama bunda dan terus bersama hingga takdir kita datang pada waktunya" ucap Arnold
"Kenapa ayah dan bunda jadi bahas ini, lebih baik kita nikmati hidup dengan hal-hal positif yang bisa membantu sesama, menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain, kematian itu tidak pernah memandang usia, bisa saja yang mudah lebih dulu, jadi jangan mendahului takdir Allah" jawab Yusuf
"Yusuf benar, kita harus jadi orang yang bermanfaat untuk orang lain" ucap Arnold
"Aku punya hadiah untuk istriku" tutur Yusuf
"Hadiah? aku tidak berulang tahun" jawab Khanza
__ADS_1
"Memangnya kasih hadiah harus tunggu ulang tahun" ucal Yusuf malas
"Apa?" tanya Khanza penasaran
"Alhamdulillah, kemarin Yusuf ada rezeki lebih, setelah menyisihkan untuk lahiran Khanza, Yusuf sudah membeli rumah, memang tidak seluas ini rumahnya, biasa saja" ucap Yusuf senyum
"Masya Allah, Alhamdulillah sekali, daerah mana?" tanya Aisyah senang
"Jauh dari sini tidak?" tanya Khanza
"Disebelah rumah ini" jawab Yusuf
"Rumah yang mana? kanan atau kiri?" tanya Arnold
"Dari rumah ini maju sedikit, persis sebelahnya temboknya juga menyatu, kalau mau di buat connecting door bisa saja" jawab Yusuf tersenyum menatap istrinya
"Rumah yang baru jadi itu" tanya Aisyah meyakinkan
"Iya, aku belinya sudah lama, pas bekerja di perusahaan papih, tetapi baru di renov dan sekarang sudah jadi dan siap di tinggali" jawab Yusuf
"Akhirnya kita akan dekat terus dengan anak kita" ucap Aisyah senang
"Entah kenapa Yusuf juga merasa nyaman tinggal sama bunda dan ayah, tetapi Yusuf juga tidak mau terlalu bergantung pada kalian, setidaknya kalau Yusuf dan Khanza pindah, masih mendapatkan kasih sayangnya secara langsung" sahut Yusuf jujur
"Besok saja, sekarang sudah sore, tadi juga aku sudah menyalan lampu di bagian tertentu" jawab Yusuf
"Iya benar, ini sudah mau Maghrib, besok pengajian saja dulu ya" ucap Aisyah
"Ayah akan lihat juga, dan memikirkan untuk connecting doornya" jawab Arnold semangat
"Oh iya, aku ada satu permintaan sama Khanza" ucap Yusuf serius
"Ada apa?" tanya Khanza, suaminya tiba-tiba serius
"Aku hanya mau izin, untuk mengajak Zalin tinggal bersama kita, dua bulan lagi dia akan selesai, dan dia bilang mau kost saja, kalau balik kerumah bunda tidak enak, karena Adi sudah menikah, dan dia juga tidak mau tinggal bersama mamih dan papih, aku kasihan saja dengannya apabila dia kost sendirian, sekaligus khawatir akan keselamatannya. ucap Yusuf
"Ajak saja, aku senang, berarti aku ada temannya di saat kamu sibuk bekerja, tidak sendiri-sendiri banget" jawab Khanza senang
"Benaran boleh, dan tidak masalah" ucap Yusuf memastikan lagi
"Waktu dia tinggal disini, santai-santai saja, masa di rumah kakaknya sendiri dilarang" jawab Khanza
__ADS_1
"Aku memikirkan kamu, takut kamu tidak nyaman dengan Zalin" ucap Yusuf
"Dari awal aku kenal Zalin, hubungan kami baik-baik saja, tidak ada masalah apapun" jawab Khanza heran
"Iya juga sih" ucap Yusuf
"Zalin tinggal bersama kalian itu bagus, satu, Zalin itu juga tanggung jawabmu, sebagai kakak laki-laki yang dimilikinya saat ini, kecuali Zalin sudah menikah, dia sudah bukan tanggung jawab mu atau apapihmu, tapi tanggung jawab suaminya" tutur Aisyah
"Nanti kamu yang bicara sama Zalin ya, kalau aku yang menghubunginya pasti dia tidak percaya, di sangka aku memaksa kamu untuk menerimanya dirumah" ucap Yusuf
"Kapan waktu dia kosong, jadi aku tidak salah waktu saat menghubungi Zalin" tanya Khanza
"Jam delapan malam saja, itu jam santai dia" jawab Yusuf
"Bunda tidak menyangka, Zalin banyak sekali perubahan, dia benar-benar menjadi muslimah yang baik, dari segi pakaian dan bertutur kata" ucap Aisyah senang
"Itu juga hasil didikan bunda selama Zalin tinggal disini" sahut Yusuf
"Jasa yang paling besar adalah mamih mu dong, bunda kenalnya di saat dia sudah dewasa, tetapi mamih mu mendidiknya dari baru lahir hingga saat ini" jawab Aisyah
"Tetap saja, jika Zalin tidak tinggal disini, dia tidak akan menjadi wanita seperti saat ini, sekarang dia lagi belajar memakai cadar, agar Istiqomah" ucap Yusuf senang
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.