KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Meminta Masakin Sama Bunda


__ADS_3

4 tahun sudah perjalanan kisah cinta Yusuf dan Khanza, hingga saat ini pasangan tersebut belum juga di karuniai seorang anak, rumah tangga mereka selalu di hadirkan dengan adanya orang ketiga yang bergonta ganti, sehingga ada rasa lelah dalam diri Khanza mempertahankan rumah tangganya.


Yusuf selama ini selalu memberikan pengertian dan semangat kepada istrinya untuk tetap selalu berada di sisinya, kesetiaan Yusuf benar benar di uji dengan Khanza yang masih belum bisa memberikan keturunan padanya.


Mamih Yusuf sempat berulah kembali, menjodohkan Yusuf dengan teman sahabatnya, tapi lagi-lagi Yusuf menghindari mamihnya, bahkan di kala mamihnya sakit Yusuf dan Khanza tidak berkunjung kerumah orangtua Yusuf, karena Yusuf tidak mau melihat istrinya bersedih terus menerus.


Zalin sebagai adik Yusuf pun pernah mengancam mamihnya, jika mamihnya masih ingin menjodohkan Yusuf, Zalin menolak untuk menikah karena dia takut akan diberlakukan sama oleh mertuanya kelak.


Ada rasa trauma sendiri dalam diri Zalin untuk menikah, melihat pengalaman sang kaka dan kaka ipar yang di berlakukan tidak baik. Tetapi Aisyah selalu menjelaskan bahwa kehidupan rumah tangga seseorang itu nasibnya berbeda, tidak semata-mata sama dengan apa yang kita lihat, bagaimana cara kita mengemas kehidupan rumah tangga ini dan meminimalisir masalah-masalah yang ada didalamnya.


Arnold dan Aisyah sudah beberapa kali mengingatkan papihnya Yusuf juga agar tidak memaksa anak-anaknya untuk melakukan sesuatu, selagi itu masih berada di jalan yang benar dan baik.


Papih Yusuf sangat senang, anak gadisnya di lindungi dan di didik oleh Arnold dan Aisyah, selama ini mamihnya selalu memberikan sebuah tuntutan untuk dilakukan oleh Zalin, dan Zalin pun selalu menolak permintaan mamihnya.


Sedangkan Adi dia sudah kuliah dan bekerja di perusahaan Arnold, Arnold dan Aisyah sudah membagikan hak-hak Adi dan Khanza sesuai aturan agama yang berlaku, Aisyah dan Arnold sengaja membagikan semua hartanya kepada anak-anak lebih awal, mereka merasa dirinya sudah tidak lagi muda, dan untuk menghindari konflik antara kakak dan adik.


Khanza dan Adi sempat menolak untuk menerima, bagi keduanya harta yang paling berharga kedua orangtuanya. tetapi Arnold dan Aisyah memaksa anak-anak untuk segera menjalankan usaha-usaha nya.


Cita-cita Khanza tetap harus tercapai, orangtuanya ingin melihat Khanza menjadi dokter terlebih dahulu sebelum waktu mereka habis hidup di dunia, maka dari itu Khanza sangat semangat menyelesaikan pendidikannya yang sekarang akan melanjutkan ke setara selanjutnya.


"Ayah, bunda, kaka kangen" ucap Khanza yang baru saja tiba dirumah orangtuanya


"Assalamualaikum" ucap Yusuf


"Wa'alaikumsalam, Kaka ulangin sendiri cara masuk rumah yang benar, karena suami kaka sudah melakukan hal yang benar" tegur Aisyah membuat Khanza cemberut


Arnold dan Yusuf hanya tersenyum.


"Kaka itu terlalu kangen sama bunda, makanya sampai lupa mengucapkan salam, tapi kan tadi kak Yusuf sudah tuh, berarti itu salam dari aku juga" jawab Khanza membela diri


"Kalau salah itu tetap harus mengakui kesalahan, jangan cari pembelaan" sahut Aisyah mengelus pipi anaknya


"Iya deh, kaka ulangi" jawab Khanza kembali ke pintu luar


"Masih saja manja begitu" ucap Arnold tertawa


"Dia akan selalu menjadi manja disaat bersama ayah dan bunda" jawab Yusuf


"Assalamualaikum" ucap Khanza nyengir


"Wa'alaikumsalam, lebih enak di dengar bukan saat masuk rumah mengucapkan salam" jawab Aisyah tersenyum


"Iya bunda ku sayang" sahut Khanza mencium pipi bundanya


"Bunda masak apa?" tanya Yusuf menatap bundanya

__ADS_1


"Masak sayur bening, dan opor ayam saja, bunda pikir kalian tidak akan kesini" jawab Aisyah


"Oh" ucap Yusuf hanya ber'oh' ria


"Kaka, mau makan apa emangnya?" tanya Khanza menatap suaminya


"Tidak mau apa-apa, tapi entah kenapa belakangan ini ingin sekali makan masakan bunda" jawab Yusuf tersenyum


"Kenapa tidak kesini, kalian makan dulu sana" ucap Aisyah


"Ayah tau maksudnya Yusuf, dia ingin sesuatu tapi bunda yang masak bukan?" tanya Arnold menebak keinginan Yusuf


"Hehehe, iya ayah" jawab Yusuf pelan dan tidak enak pada ayahnya


"Mau dimasakin apa? lihat sendiri sana bahan-bahan yang ada, nanti bunda masakin buat kalian berdua" ucap Aisyah sedikit heran


"Kak Yusuf dari kemarin aneh deh, mau makannya ini itu, kemarin juga minta buatin sama nene Ras, baso yang isinya keju tambah cabe gitu, sekarang minta masakin sama bunda, ngerepotin" jawab Khanza heran dan bercanda


"Eh, iya ya, kaka jadi ngerepotin, tidak perlu bun, aku makan yang ada di meja makan saja" sahut Yusuf


"Masakin bun, siapa tau ada rezeki untuk kita semua" timpal Arnold


"Rezeki apa?" tanya Yusuf dan Khanza


"Loh, bantuin orang itu kan ada balasannya, siapa tau nanti balasannya ayah dan bunda mendapatkan kabar bahagia" jawab Arnold tersenyum dan mulai menduga duga


Aisyah dan Arnold sudah saling pandang dan tersenyum.


"Kaka dan Yusuf besok ada waktu tidak?" tanya Aisyah tersenyum lembut


"Yusuf seperti biasa aja kok bun, ke kantor, sedangkan Khanza paling kuliah" jawab Yusuf


"Pasti sibuk ya, kirain bunda kalian ada waktu luang besok" ucap Aisyah


"Memangnya ada apa bun?" tanya Khanza penasaran


"Bunda hanya ingin minta antar sama kalian, tapi berhubungan kegiatan kalian sibuk, terpaksa bunda minta ditemani pak Yono saja" jawab Aisyah


"Mau kemana bun?" tanya Yusuf langsung tidak tega mendengar bundanya


"Hanya ke rumah sakit, untuk check up rutin, ayah tidak bisa mengantar karena lagi ada kendala diperkebunan dan harus segera diselesaikan besok" jawab Aisyah


"Jam berapa, Yusuf bisa anterin bunda kok" sahut Yusuf semangat


"Kaka juga bisa temani bunda" timpal Khanza

__ADS_1


"Tapi kalian sangat sibuk bukan" ucap Aisyah


"Untuk bunda kita tidak pernah sibuk, jadi besok Yusuf dan Khanza yang akan menjemput bunda, bagaimana?" tanya Yusuf


"Jika benar kalian tidak sibuk, bunda akan menunggu kalian dirumah" jawab Aisyah tersenyum


"Besok jam sepuluhan saja ya bun, maksudnya aku jalan dari kampus Khanza jam sepuluhan, besok Khanza masuk pagi biasanya jam segitu sudah selesai" sahut Yusuf menatap istrinya


"Iya, aku sudah selesai jam segitu paling lebih-lebih sedikit saja" jawab Khanza


"Ya sudah, ini mau bunda masakin apa?" tanya Aisyah kembali ke masakan


"Yusuf mau makan spaghetti bun" jawab Yusuf nyengir


"Bule banget makanannya" timpal Khanza


"Emang bule saja yang makan itu, itu sama saja makan mie, bahasanya aja banyak gaya" jawab Yusuf


"Bunda akan buat Spaghetti untuk kalian berdua" ucap Aisyah


"Ayah juga mau dong bun" sahut Arnold tersenyum manis pada istrinya


"Suka ikut-ikutan anak muda saja, ayah ini" tutur Aisyah tertawa


"Usia boleh tua, tapi penampilan dan tenaga masih anak muda" goda Arnold tertawa


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2