KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Makan Siang Bersama


__ADS_3

Melihat kemesraan Yusuf dan Khanza membuat Zalin badmood sendiri, dia bagaikan nyamuk yang tak di anggap oleh kedua kakanya itu.


Setelah sampai di salah satu mall, Zalin dengan semangat jalan terlebih dahulu, dia memasuki salah satu toko pakaian muslimah yang ternama.


Zalin sedang asik memilih pakaian yang ingin dia beli. Yusuf dan Khanza hanya memantau Zalin, mereka bagaikan orangtua Zalin.


Khanza akhirnya menghampiri Zalin dan mereka memilih baju yang ingin dibeli bersama, sekarang giliran Yusuf yang menjadi nyamuk antara Zalin dan Khanza yang asik berbelanja.


Yusuf tersenyum bahagia, karena Zalin bisa berhubungan baik dengan Khanza yang notabennya istri Yusuf.


"Yusuf, sedang apa disini" tanya seseorang dari belakang, Yusuf segera menoleh merasa namanya di sebut


"Papih" lirih Yusuf


"Sedang apa disini? toko pakaian muslimah" tanya papih heran


"Ah, itu lagi menunggu Khanza dan Zalin di dalam sedang memilih pakaian, katanya ingin belanja hari ini" jawab Yusuf jujur


"Ada Zalin? papih ingin ketemu, papih kangen sekali" ucap papih senang


"Yusuf antar papih ke dalam" sahut Yusuf berjalan beriringan dengan papih menemui Khanza dan Zalin yang sedang asik tertawa bersama memilih yang ingin di beli


Papih melihat kebahagiaan pada diri putrinya merasa sangat senang, dia menitipkan anaknya dengan orang yang tepat, keluarga besannya.


"Zalin" panggil papih pelan


Zalin menoleh ke sumber suara yang memanggil namanya.


"Papih" ucap Zalin berlari memeluk papihnya dengan erat


"Anak papih sedang apa?" tanya papih masih memeluk Zalin dengan erat


"Zalin sedang belanja papih, tadi kak Yusuf dan kak Khanza mengajak jalan-jalan, papih sedang apa disini?" jawab Zalin antusias

__ADS_1


"Papih habis bertemu investor di salah satu tempat makan di mall ini, anak papih terlihat semakin cantik" ucap papih senang


"Zalin cantik lah namanya juga perempuan" sahut Zalin bercanda


"Hahaha, iya ... iya anak papih semakin terlihat soleha sekali" ucap papih memeluk kembali tubuh Zalin


"Papih kok jahat sih, menitipkan Zalin pada ayah Arnold dan bunda Aisyah, mereka bilang papih menitipkan Zalin agar zalin menjadi anak yang lebih mandiri hidup disana" sahut Zalin cemberut


Jadi besan ku bilang menitipkan Zalin agar menjadi anak yang mandiri, mereka tidak menjelaskan tujuanku yang sebenarnya, agar Zalin tidak di dzolimi mamihnya sendiri, terima kasih Arnold, Aisyah. Batin Papih


"Papih di tanya diam saja" ucap Zalin kesal


"Maaf sayang, papih lakukan itu sengaja, ingin tau seberapa kuat anak papih hidup sederhana, bukankah di rumah ayah Arnold sederhana dan tidak banyak memiliki fasilitas, padahal kalau di pikir ya ayah Arnold dan bunda Aisyah itu mampu untuk memberikan apapun pada anak-anaknya, tapi lihatlah kaka ipar mu, sederhana dan tidak kalah penting memiliki hati yang tulus dan kepribadian yang baik" jawab papih tenang


"Zalin juga sudah mulai nyaman tinggal disana, tetapi Zalin suka kepikiran papih dan mamih" ucap Zalin sendu


"Papih dan mamih baik-baik saja saat ini, jadi kamu fokus pada masa depan ya, buang jauh-jauh pikiran negatif" sahut papih tersenyum


"Alhamdulillah, jika bunda Aisyah bisa membantu Zalin menjadi wanita soleh yang jauh lebih baik lagi" sahut papih


"Kalian berdua sudah memilih pakaiannya? supaya kita bisa makan siang bersama, papih mau kan?" tanya Yusuf menatap papihnya penuh harap


"Baiklah, demi anak-anak papih semua ini, papih mau makan siang bersama kalian" jawab Papih tenang


"Yeayyy, makan siang bareng papih" teriak Zalin seperti anak kecil


"Heii, jangan berteriak seperti itu, kamu kan perempuan sayang" tegur Khanza pada Zalin dengan tulus


"Hihihi, Zalin lupa kaka, maafin Zalin ya, salah bertindak" sahut Zalin bergelayutan di lengan Khanza


Dengan penuh kasih sayang Khanza menuntun Zalin hingga ke kasir untuk membayar apa yang sudah dipilih oleh mereka berdua.


Khanza, papih tidak pernah menyesal menjadikan kamu sebagai menantu papih nak, dari awal papih sudah yakin kamu perempuan yang baik, tidak hanya diluar tapi di dalam juga, semoga rumah tangga kalian di jauhkan dari hal-hal yang tidak baik, dan sebisa mungkin papih akan melindungi pernikahan kamu dan Yusuf. gumam papih dalam hati merasa bahagia melihat Khanza dan Zalin

__ADS_1


Mereka semua mencari tempat makan sesuai keinginan Zalin, Zalin berjalan beriringan dengan papihnya, dia sangat rindu, Zalin juga memeluk lengan papih nya sampai tempat tujuan, Mereka memesan makanan seseuai kebutuhan dan kesukaan mereka masing-masing.


Menunggu makanan di hidangkan, Zalin lebih banyak bercerita tentang hidup dirumah keluarga Zavier. Dia juga bercerita menempati kamar Adi dan Adi dengan rela serta senang hati memberikan kamar pribadinya untuk Zalin tempati dan dia memilih tidur bersama dengan ayah bundanya.


Arnold bahkan anak laki-laki kamu bersedia menyerahkan milik pribadinya pada anakku, dan kamu rela tidur di dalam satu kamar bertiga dengan anakmu. maafkan aku Arnold, aku akan membalas semua kebaikan dan aku saat ini hanya bisa berdoa semoga keluargamu selalu dalam lindungan Allah SWT. Gumam papih dalam hati merasa terharu dengan keluarga Zavier pada Zalin dan Yusuf.


*******************


Maaf ya baru bisa update lagi, karena sedang padat sekali pekerjaan lain diluar menulis. Apabila sudah stabil. Insyaa Allah akan kembali update setiap harinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia, Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



Berikan dukungan juga untuk Kedua cerita ini. Oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang No. 1 ya, karena masih sambungan cerita

__ADS_1


__ADS_2