
"Yusuf sama Khanza ikut kalian saja lah, tiba-tiba kepala ku pening mendengar acara yang kalian buat" sahut Yusuf lemas
Yang lain hanya tertawa melihat Yusuf, akhirnya semua yang lain bersiap-siap untuk menuju rumah orangtua Yusuf.
Rumah Yusuf
Mamih Yusuf baru saja pulang habis acara arisan bersama teman-temannya, dan dia heran melihat para pekerja dirumahnya berbondong-bondong membereskan rumah bahkan menggeser sofa-sofa yang ada ke sisi sudut.
"Kalian sedang apa? kenapa rumah di acak-acak begini?" tanya mamih Yusuf emosi
"Kita bukan sedang mengacak-acak, kita dirumah bapak untuk merapihkan, karena mau ada acara bu" jawab pekerja laki
"Acara apa? saya tidak tau apapun dan suami saya juga tidak bicara tuh, apa kalian mau mencuri barang dirumah ini" teriak mamih semakin emosi
"Ya Allah, kami disini tidak ada niat sedikitpun untuk mencuri barang dari rumah ini, kami memang sudah mendapatkan tugas dari bapak, ibu bisa coba menghubungi bapak untuk memastikan kebenaran yang kami ungkapkan" jawab pekerja yang lain
Mamih Yusuf mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi suaminya, tapi sayang suaminya tidak mengangkat panggilan tersebut, bisa saja papihnya sedang menyetir mobil kan.
"Isshh, si papih kenapa tidak di angkat telepon dari mamih" gerutu mamih kesal
Salah satu dari pekerja itu melanjutkan tugasnya, dan mamih Yusuf melihat itu lalu berteriak kembali.
"Eh, kalian berani ya masih menggeser sofa saya, kalian tau tidak itu sofa mahap tau, gaji kalian setahun" teriak mamih Yusuf amarah menyelimuti dirinya
"Apa yang mamih lakukan?" tanya Zalin
"Zalin sayang, kamu datang juga, kamu lihat papih tidak, sudah beberapa kali mamih hubungi tidak di angkat" jawab mamih mencium pipi anaknya
Zalin melihat ke sekelilingnya dan menatap para pekerja yang hanya berdiri memegangi sofa dan barang lainnya.
"Kenapa belum rapih, bukankah papih meninga kalian semua membereskan rumah ini" tanya Zalin dengan sopan
"Maaf nona, tadi kami lagi membereskan ini semua sesuai petunjuk bapak, tapi ibu marah-marah dan melarang kami, bahkan kami dituduh ingin mencuri barang-barang ini, makanya belum kami lanjutkan lagi" tutur pekerja perempuan
"Ini yang mamih mau ceritakan sama papih, takutnya mereka semua berbohong, dan bersengkokol untuk mencuri semuanya" ucap mamih sinis
"Istighfar mih, mana mungkin mereka melakukan itu, mereka bekerja disini bersama kita sudah lama, bahkan mereka juga pilihan kakek, jadi sangat tidak mungkin untuk berkhianat pada keluarga kita, sebelum kita yang menghakimi, pasti kakek akan lebih tau dan dibunuh lebih dulu" tutur Zalin mentap mamihnya
"Lalu ini acara apa, sampai kalian membereskan ini semua?" tanya mamih
__ADS_1
"Nanti juga mamih tau, ini rencana apa" jawab Zalin "Kalian semua lanjutkan ya, pindahin barang-barangnya karena akan ada tukang yang akan mendekor lebih rapih ruangan ini" ucap Zalin
"Di dekor? mamih semakin bingung, kenapa harus di dekor, ada yang mau nikah? tunggu? jangan bilang kamu ingin menikah tanpa di ketahui oleh mamih" cecar mamih
"Astaghfirullah mih, bisa tidak pikirannya tuh yang baik-baik saja, mamih tuh selalu berprasangka buruk pada orang" ucap Zalin kesal
"Assalamualaikum" ucap Zahra dan Andre
"Wa'alaikumsalam, uncle Andre, Aunty Zahra, ayo masuk, ini masih dirapihkan rumahnya" jawab Zalin menghampiri keduanya dan ikut membantu membawa makanan yang dibeli
"Tukangnya juga masih di jalan" sahut Zahra
"Ini siapa lagi?" tanya mamih heran
"Mereka adiknya ayah Arnold, sudah lebih baik mamih bersih-bersih sana, atau bantuin kita dari pada ngomong yang tidak jelas dari tadi" jawab Zalin
"Hustt, sama orangtua tidak boleh begitu" sahut Andre memperingati Zalin
"Uppssss, sorry deh" jawab Zalin tertawa
Mamihnya masuk kedalam kamar dengan keadaan kesal, emosi, dia juga menggerutu, akan di adakan acara tapi tidak ada satupun yang memberitahu dirinya.
"Dasar pasa menyebalkan mereka semua, untuk apa coba adiknya si Arnold ke sini, pake segala mengatur" gerutut mamih di dalam kamar
"Jangan pernah coba-coba kamu merusak acara yang aku buat ini" celetuk papih Yusuf membuat mamih terkejut dan takut
"Pa..pih dari kapan ada di dalam kamar?" tanya mamih bingung dan gugup
"Dari pas papih dengar mamih ingin membuat gagal acara ini" jawab papih dengan sorotan mata yang tajam
"Eh, mak..sud ma..mih bukan begitu pih, lagian sih papih bikin acara tapi mamih tidak tau" sahut mamih mengelus lengan papihnya
"Apa ada larangan dirumah ini, jika papih membuat acara?" tanya papih
"Tidak ada pih, minimal info ke mamih lebih dulu, jadi mamih tau" jawab mamih lembut
"Kalau tidak ada sudah kan selesai perkaranya, papih tau selama ini mamih diam-diam mencoba menjodohkan Yusuf pada anak teman-teman mamih, selama papih masih hidup, papih menjamin rumah tangga Yusuf dan Khanza akan selalu bersama hingga maut yang memisahkan mereka" tutur papih tegas dan meninggalkan mamih di dalam kamar
"Yang berburuk sangka itu mereka, tapi aku selalu di salahkan, dasar manusia semua menyebalkan" gerutu mamih emosi
__ADS_1
Dirumah orangtua Yusuf sudah ramai para tamu dan beberapa ustadz, mamih Yusuf masih saja berdiam diri di dalam kamar.
"Masih mau diam saja di dalam kamar?" tanya papih
"Terus mamih harus apa? mamih tidak tau ini acara untuk apa dan siapa" jawab mamih ketus
"Setelah mamih ikut gabung di bawah, duduk bersama, disana mamih akan tau apa tujuan kita berkumpul seperti ini" ucap Papih kesal
"Mamih males" sahut mamih
"Dibawah itu ada Yusuf dan yang lainnya" ucap papih
Seketika mata mamih berbinar mendengar anak laki-lakinya ada dirumah.
"Beneran ada Yusuf? atau papih hanya membohongi mamih agar mamih turun kebawah" jawab mamih menatap papihnya
"Tidak percaya? ya sudah terserah mamih" ucap papih meninggalkan mamih
"Selalu ditinggal begitu, apa tidak bisa sekali saja bersikap romantis sama istri, walau sudah tua begini kan masih mau di manja dan diperhatikan sama suami sendiri" gerutu mamih
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.