
Kehamilan Khanza memasuki empat bulanan, semua keluarga sepakat untuk mengadakan syukuran lagi, awalnya Yusuf ingin sekali menolak, karena keuangan dia masih belum stabil, tapi apa daya keluarga tetap akan melakukan pengajian, mau tidak mau Yusuf harus mengeluarkan uang yang seharusnya dia pergunakan untuk kelahiran anaknya.
Khanza yang melihat suaminya tidak semangat selalu mencoba menenangkan, Khanza pun tau keuangan suaminya, karena suaminya sudah pernah bilang uang yang ada saat ini hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, biaya kuliah Khanza dan biaya untuk lahiran Khanza, semua sudah di perhitungkan oleh Yusuf.
"Kakak mau cerita sesuatu sama aku?" tanya Khanza mengelus bahu suaminya
"Tidak, kaka hanya kurang sehat saja sepertinya" jawab Yusuf menarik istrinya supaya duduk di pangkuannya
"Bismillah, semoga ada rezeki penggantinya ya" ucap Khanza pelan, takut menyinggung perasaan suaminya
"Kamu bicara apa? kaka tidak masalah toh ini juga demi kebaikan calon anak kita" jawab Yusuf
"Aku boleh kuliah sambil kerja?" tanya Khanza, Yusuf sangat terkejut dengan ucapan istrinya
"Sampai kapanpun kamu tidak boleh bekerja" jawab Yusuf tegas
"Lalu kalau aku sudah jadi dokter gimana?" tanya Khanza
"Itu beda lagi, kaka akan mengizinkan, tapi kalau untuk kuliah sambil kerja itu tidak akan kakak izinkan" jawab Yusuf
"Hitung-hitung bantuin kaka" ucap Khanza
"Istri itu tidak berkewajiban ikut mencari nafkah, selagi kaka masih sehat harus kaka yang mencari nafkah untuk istri dan anak, istri itu diam saja di rumah, tidak perlu ngapa-ngapain" jawab Yusuf menatap istrinya
"Tetapi istri juga boleh membantu suaminya" sahut Khanza
"Jika suaminya benar-benar kesulitan itu tidak masalah, tetapi jika suaminya mampu dan sanggup untuk bekerja dan lain-lain ya sudah, untuk apa istri bekerja, dan satu lagi tugas istri itu harus menghabiskan uang suami supaya suaminya tidak bermain cewe dibelakang" tutur Yusuf memeluk istrinya
"Ih, punya niatan main cewe ya?" tanya Khanza
"Kalau kaka mau sudah lama kaka lakukan untuk bermain cewe, tapi kaka terlalu cinta sama kamu, jadi sulit untuk berpaling" jawab Yusuf masih memeluk Khanza
"Gombalan laki-laki tuh basi ya, selalu begitu ucapannya, manis-manis di awal" ucap Khanza
"Berat badan kamu naik berapa" tanya Yusuf bercanda
"Oh, bilang saja aku gendut, berat dan jelek kan?" jawab Khanza kesal
"Aku cuma tanya, tidak bilang yang kamu sebutkan tadi" bela Yusuf tersenyum
"Banyak alasan, laki-laki selalu punya seribu alasan untuk menutupi kesalahannya" jawab Khanza kesal
"Hahaha, semakin gemas sama kamu, I Love You" ucap Yusuf
__ADS_1
"I Love More Darling" jawab Khanza membuka Yusuf tersenyum bahagia
"Ingat, kamu harus selalu sama kaka, apabila nanti keadaan kaka tidak baik-baik saja" ucap Yusuf
"Iya sayang, aku tidak mau dengar lagi kaka berucap seperti barusan" sahut Khanza menagkupkan kedua tangannya di pipi Yusuf
"Terima kasih, sudah mau berjuang sama-sama, walaupun kaka tau kemarin-kemarin kamu itu tertekan dengan tindakan mamih dan lain-lain" ucap Yusuf
"Itu sudah kisah lama, tidak baik di ingat-ingat lagi, kisah kita saat ini dan seterusnya" sahut Khanza
"Kita jalan-jalan yuk, keliling sini aja yang dekat, aku bosan, mumpung kaka libur juga hari ini" ucap Khanza lagi
"Maafin kaka ya, jadi tidak punya waktu bersama mu" jawab Yusuf
"Ayo jalan-jalan" ucap Khanza mengalihkan permintaan maaf Yusuf
"Iya, kamu hati-hati kalau berjalan, kasihan nanti anak kita ke goyang, hahaha" sahut Yusuf tertawa membuat Khanza cemberut
Yusuf dan Khanza pamit pada orangtuanya untuk pergi sebentar, Aisyah dan Arnold hanya bisa mengizinkan, karena sebenarnya mau mereka pergi kemana pun tidak perlu izin orangtua, mereka bukan pasangan yang sedang pacaran tanpa ikatan.
"Kaka mau kemana bun?" tanya Adi keluar dari kamar
"Mau tau aja urusan orang kamu" jawab Arnold tanpa melihat anaknya
"Mulai berani sama ayah, ya" sahut Arnold menatap anaknya
"Adi memang berani sama ayah, untuk apa Adi takut" jawab Adi menantang, Aisyah hanya diam saja karena dia yakin anaknya tidak akan benar-benar berani melawan ayahnya sendiri
"Mulai besok...." ucap Arnold terpotong
"Ampun ayah, maafin Adi, tadi sengaja" sahut Adi dengan cepat dan bersimpuh di depan ayahnya, Adi tau ayahnya akan berucap apa, makanya dia langsung menyela
"Tadi bilangnya berani" ledek Aisyah tersenyum
"Berani kalau benar ayah melakukan kesalahan" jawab Adi nyengir kembali memeluk Aisyah
"Dek, bisa tidak sehari aja, kamu jangan nempel sama bunda, setiap kali dirumah atau ada bunda dimanapun sama kamu, pasti deh bunda dikuasai" ucap Arnold kesal
"Ayah itu harus berbesar hati, Adi ini anaknya bunda, jadi wajar saja dong Adi nempel sama bunda, dari pada nempel sama Dewi, hahaha" sahut Adi tertawa tapi dapat tatapan tajam dari Aisyah
Adi hanya mengangkat dua jari pada bundanya, Arnold pun hanya menggelengkan kepala, terlalu lelah menanggapi sikap Adi yang selalu Absurd baginya.
Sementara Khanza dan Yusuf sedang menikmati waktu hanya berdua, menunggu moment seperti ini sekarang bagi mereka sangat sulit, makanya dipergunakan sebaik mungkin.
__ADS_1
Setelah jalan-jalan, Khanza mengajak Yusuf untuk mampir kerumah kakek Niel dan nene Ras, sudah lama mereka tidak berkunjung ke sana, Yusuf pun dengan senang hati mengajak istrinya ke sana.
"Assalamualaikum, nenek" ucap Khanza memeluk nenek Ras
"Wa'alaikumsalam" jawab nenek dan kakek
"Bagaimana kandunganmu?" tanya nene Ras senang dan bahagia
"Alhamdulillah baik, doakan agar selalu baik-baik saja" jawab Khanza bergantian memeluk kakeknya dan di ikuti juga oleh Yusuf
"Kalian sudah makan belum, hari ini nenek buat pecel" ucap nene Ras
"Wah enak sekali, aku mau cobain dong" jawab Khanza senang
"Ayo makan bersama, kakek dan nenek juga baru saja mau makan" ucap kakek Niel
"Kakek sehat?" tanya Yusuf pelan
"Alhamdulillah sehat dan harus sehat, ingin melihat cicit kakek lahir ke dunia ini" jawab kakek Niel
"Aamiin, insyaa allah kakek selalu sehat ya" ucap Yusuf
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.