
Hari-hari berikutnya mereka semua menjalani dengan penuh kenikmatan dunia yang telah Allah berikan, mungkin sebagian orang sudah bisa memiliki rasa syukur dalam dirinya tapi ada juga yang belum memili rasa syukur apa yang telah di berikan Allah SWT.
Malam hari
"Sayang, aku mau tanya sama kamu boleh?" tanya Adi mengelus perut Aira setiap harinya apabila dia di samping sang istri
"Boleh saja, biasanya juga langsung bertanya" jawab Aira bingung dengan Adi
"Apa kamu mau kuliah lagi?" tanya Adi
"Kenapa mas Adi bertanya seperti itu?" tanya balik Aira
"Dijawab sayang, bukan balik tanya" ucap Adi gemas
"Kuliah itu keinginan Aira sejak masih lama, tapi apa daya jika status Aira kini sudah menjadi istri mas Adi dan mas Adi tidak mengizinkan Aira kembali kuliah, insyaallah Aira tidak apa-apa" jawab Aira pelan
Adi menatap Aira yang terlihat sendu.
"Aku izinkan kamu kuliah lagi, tapi ada syaratnya" ucap Adi serius
"Apa syaratnya?" tanya Aira
"Kamu tidak boleh berdekatan dengan laki-laki, jika perlu tidak ada laki-laki yang menjadi temanmu, paling penting jaga kandunganmu dengan baik" jawab Adi
Aira terdiam, memang semasa SMA dia lebih nyaman berteman dengan laki-laki dibandingkan perempuan.
"Kenapa diam, tidak suka dengan syarat yang aku berikan?" tanya Adi
"Iya aku terima syarat dari kamu" jawab Aira
"Jawabnya ragu begitu, kamu mau deket dengan laki pas kuliah gitu" ucap Adi masih tenang
"Bukan, bukan begitu tadi terdengarnya hanya aneh saja" jawab Aira bingung
"Karena jawabanmu ragu aku tidak jadi mengizinkan kamu kuliah lagi, aku pun jadi ragu" ucap Adi melepaskan tangannya dari perut sang istri lalu memainkan games di ponselnya
"Aira juga tidak memaksa untuk di izinkan kuliah, apabila belum ada kepercayaan antara mas Adi terhadap Aira" jawab Aira tersenyum getir, padahal dia sudah sangat berharap bisa kuliah lagi
Duh, kenapa jadi tidak tega melihat wajah Aira yang sedih begitu. Batin Adi
Aira merasa di diemkan Adi, dia memilih keluar dari kamar untuk mengambil air munim yang segar.
"Non, ingin sesuatu?" tanya bibi yang hendak mengunci pintu dapur
"Hanya mau minum, bi" jawab Aira tersenyum
"Baiklah, izin masuk kamar duluan ya, non" ucap bibi
"Silahkan bi, selamat istirahat" jawab Aira tersenyum
__ADS_1
Dia duduk di bangku meja makan sambil melamun.
"Sayang, lagi apa?" tanya Aisyah menepuk bahu Aira
"Astagfirullah" sahut Aira terkejut
"Hei, sampai kaget begitu, lagi melamun ya?" tanya Aisyah
"Heh, tidak bunda" jawab Aira terbata
"Sudah, maaf ya kalau bunda mengagetkan mu" ucap Aisyah mengelus bahu mantunya
"Tidak kok bunda" jawab Aira senyum
"Aira mau makan lagi?" tanya Aisyah takut menantunya menginginkan sesuatu mengingat Aira sedang hamil
"Tidak bunda, Aira hanya minum saja" jawab Aira menunjukan gelas yang dia pegang
"Kenapa minum air dingin sayang, itu kurang bagus untuk kesehatan ibu dan anaknya, apalagi ini sudah larut" ucap Aisyah ikut duduk bersama di samping Aira
Apa lagi ada masalah sama Adi, karena tidak seperti biasanya Aira duduk sendiri di sini. Batin Aisyah
"Maaf bunda, Aira tidak tau, tadinya hanya ingin yang segar saja" jawab Aira pelan
"Lain kali jangan keseringan minum yang dingin ya" ucap Aisyah
"Iya bunda, bunda kenapa belum tidur" tanya Aira
Aira melihat gerak gerik bundanya yang sedang membuatkan teh.
Ternyata seperti ini kehidupan pernikahan, 2 kepala berusaha menjadi 1 kepala, lalu bagaimana apabila aku tidak mampu, apa akan terjadi perpisahan dan kandasnya pernikahan ini. Batin Aira
Sebenernya Aisyah juga dari tadi memperhatikan menantunya, dia lagi-lagi melihat Aira melamun ke arahnya.
Jika kalian ada masalah, semoga bisa segera berbaikan lagi. Batin Aisyah
"Sayang, bunda ke kamar duluan ya, kamu juga jangan malam-malam disini, segera masuk kamar" ucap Aisyah lagi-lagi membuyarkan lamunan Aira
"I..iya bun" jawab Aira
Aira kembali sendirian di meja makan, ada rasa enggan masuk ke dalam kamar melihat Adi yang cuek seperti tadi, tapi dengan langkah berat dia kembali ke dalam kamar, melihat suaminya masih asik memainkan games di ponsel.
Aira langsung merebahkan tubuhnya dan membelakangi Adi yang asik sendiri, Adi juga hanya melirik istrinya entah kenapa dia kesal dengan Aira yang menjawab ragu saat di berikan syarat.
Pagi hari
Seperti biasa, Aira sering membantu bibi untuk memasak sebelum bunda, ayah dan suaminya terbangun, bibi sudah berulang kali melarang Aira.
"Non seperti tidak semangat, apa lagi kurang sehat?" tanya bibi
__ADS_1
"Aira baik-baik saja, bi" jawab Aira tersenyum
Setelah selesai memasak dan menghidangkan makanan di atas meja makan, Aira segera membersihkan tubuhnya, sudah hampir dua minggu tinggal bersama dirumah Arnold, Aira selalu menyiapkan sarapan untuk keluarganya tanpa sepengetahuan keluarganya.
Dimeja makan
"Adi, Aira mana?" tanya Arnold tumben tidak melihat Aira
"Ada, masih di kamar" jawab Adi santai menyedokkan nasi kepiringnya
"Lagi berantem?" tanya Arnold aneh melihat sikap Adi
"Ayah, biarkan saja" sahut Aisyah mengingatkan suaminya supaya tidak ikut campur
Adi hanya diam dan melanjutkan makannya.
"Ayah hanya ingin mengingatkan Adi saja, jika tidak ada yang Adi suka dari Aira segera ungkapkan itu, dan jika ada masalah jangan sampai larut masalah itu hadir dalam rumah tangga mu, dan perlu kamu ingat juga, Aira sedang hamil anakmu, jadi ayah harap kamu tidak akan menyesal nantinya, jika sikap kamu acuh begini" tutur Arnold mulai memakan makanannya
Aira masih di dalam kamar karena lagi bertelponan dengan umi dan juga abinya, sikap Adi yang cuek membuat dia ingin berkomunikasi dengan orangtua, bukan untuk mengadu atau membicarakan dia sedang ada masalah, hanya saja untuk menghibur dirinya sendiri.
Adi juga berangkat ke kantor tanpa pamitan pada Aira.
"Bunda panggil Aira, suruh dia sarapan" ucap Arnold di saat bibi datang memberikan air putih tambahan
"Non Aira sudah sarapan, pak" sahut bibi
"Kapan?" tanya Arnold
"Tadi pagi sebelum bapak dan ibu keluar kamar, dia minta izin pada bibi makan lebih dulu karena tumben katanya terasa lapar" jawab bibi
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.