KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Tamparan


__ADS_3

"Semenjak kamu menikah sama Khanza, kamu semakin kurang ajar sama mamih, kamu tidak menghargai mamih lagi, apa yang mamih lakukan selalu salah dimata mu, padahal mamih ingin melihat semua anak mamih bahagia dan menjadi orang yang di pandang, bukan direndahkan" tutur mamih marah


"Mih, aku sudah bahagia hidup bersama Khanza, kebahagian ku bersamanya bukan yang lain, dan jika menurut mamih aku kurang ajar, ok, aku minta maaf atas perilaku ku yang tidak baik pada mamih dan papih, tolong lah mih, belajar menerima kenyataan, bahwa Khanza saat ini adalah menantu mamih, yang seharunya mamih menjaganya seperti anak sendiri, bukan selalu menghakimi dia" jawab Yusuf sedikit sedih


"Assalamualaikum" ucap Zalin baru saja datang karena melihat mobil mamihnya ada dirumah sang kaka


"Wa'alaikumsalam" jawab serempak


"Dari mana kamu?" tanya mamih ketus


"Habis cari laki-laki yang mau menjadi suami Zalin" jawab Zalin asal


"Seperti wanita murahan kamu, untuk apa mencari laki-laki, mamih bisa kenalkan kamu pada anak teman-teman mamih" ucap mamih bernada tinggi


"Sayangnya, Zalin sudah punya pilihan" jawab Zalin santai


"Apa pilihanmu jelas bibit bebet bobotnya?" tanya mamih kesal


"Sangat jelas, bibitnya dia terlahir dari seorang Kyai, bebetnya, potong bebet angsa, bobotnya proposional lah kalau untuk di ajak kondangan dan nonton" jawab Zalin bercanda


"Mamih bicara serius Zalin" bentak mamih


"Ingat mih, kita mati kapan saja, tanpa kita tau, jadi mamih hati-hati, takutnya nih ya, ini takutnya loh mih, saat mamih teriak Malaikat pencabut nyawa datang, hooossshhh, mati deh mamih" ucap Zalin


Plakkk..... suara tamparan


Mamih menampar Zalin, karena bagi dia Zalin menginginkan orangtuanya meninggal begitu saja, Zalin hanya memegang pipinya yang terasa panas dan berkaca-kaca matanya.


"Kalian berdua anak durhaka, yang menyumpahkan ibu yang sudah melahirkan dan mengandung kalian, apa otak kalian di racuni oleh bunda-bunda kalian itu" ucap mamih murka


"Maaf mih, orangtua ku tidak begitu" sahut Khanza tidak terima apabila bundanya di jelekkan


"Lalu apa ini, semenjak mereka tinggal bersama keluarga kalian, anak-anak saya menjadi anak kurang ajar dan durhaka" bentak mamih pada Khanza


"Jika anak mamih durhaka, menurut mamih, tolong lah melihat cermin terlebih dahulu sebelum menyalahkan atau menuduh oranglain, mamih boleh menghina aku sesuka mamih, tetapi aku juga tidak akan tinggal diam jika mamih menghina orangtua ku, dan mamih sadar tidak, jika mamih sudah melakukan kekerasan pada anak mamih sendiri, yang katanya mamih sangat menyayanginya" jawab Khanza serius lalu menghampiri Zalin dan memeluknya penuh kasih sayang


"Dengan sangat hormat, silahkan mamih keluar dari rumah ku" ucap Yusuf tegas

__ADS_1


"Kalian akan menyesal seumur hidup, telah melakukan ini pada mamih, terutama kamu Yusuf, mamih kecewa, bisa-bisa kamu seperti ini pada mamih" sahut mamih meninggalkan rumah Yusuf penuh amarah


Ya Allah, maafkan hambamu karena sudah melakukan kesalahan pada mamih, tolong maafkan hambamu yang penuh dosa ini. batin Yusuf, tanpa sadar dia pun meneteskan airmatanya


Zalin hanya terdiam setelah mendapat tamparan dari mamihnya.


Aku salah telah melukai ibu kandung ku, tapi aku hanya ingin mamih tidak seenaknya pada orang dan menilai orang hanya dari covernya saja. batin Zalin


Begitu juga dengan Khanza, yang ikut merasa bersalah karena berbicara tidak sopan pada mertuanya.


Kuatkan lah aku dalam menghadapi rumah tangga ini yang ku jalani tanpa restu dari ibu mertuaku, berikanlah aku kesabaran lagi untuk menghadapi kedepannya. batin Khanza


"Zalin, sini kakak kompres memarnya" ucap Yusuf sudah membawa wadah berisi air dan kain waslap


"Aku tidak apa-apa kak, nanti juga hilang sendiri" jawab Zalin senyum


"Setidaknya agar tidak membengkak jika di kompres lebih dulu" ucap Yusuf mengompres pipi adiknya


Khanza hanya terdiam melihat kakak adik itu.


"Aku kekamar duluan ya" ucap Khanza senyum tapi terlihat sedih


"Jika aku yang ada di posisi kak Khanza, memilik ibu mertua seperti mamih, aku yakin, aku sudah memilih bercerai dari pada bertahan tapi terluka" tutur Zalin pelan


"Jadi menurut mu, kakak tidak pantas mempertahankan Khanza dalam rumah tangga ini?" tanya Yusuf serius


"Kakak harusnya sadar, kaka itu memiliki emosional yang tinggi dan masih kurang tugas, menjaga perasaan istri kaka saja, kaka susah sampai kecolongan seperti hari ini" jawab Zalin


"Kakak masih tidak paham Zalin" ucap Yusuf


"Apabila kakak benar-benar ingin bertahan dalam rumah tangga, jauhkan kak Khanza dari mamih, sebisa kakak, mamih itu bisa melakukan apapun sebelum ambisinya terwujud" jawab Zalin serius dan memberi peringatan pada kakaknya


"Ambisi? mamih punya ambisi apa?" tanya Yusuf masih belum bisa berpikir luas


"Menjodohkan kak Yusuf dengan salah satu anak dari temannya, itulah ambisi mamih, entah dari mana spesialnya orang tersebut hingga mamih rela menghancurkan rumah tangga anaknya" jawab Zalin beberapa kali pernah mendengar percakan mamih dengan salah satu temannya yang masih ingin menjodohkan Yusuf


"Apa dia anak dari pengusaha hebat, teman mamih itu?" tanya Yusuf

__ADS_1


"Info yang aku dapat begitu" jawab Zalin


"Sehebat apa dengan kakek Almahendra?" tanya Yusuf


"Aku kurang tau, yang jelas jika mamih berhasil menjodohkan kakak, mamih dapat 40% saham perusahaan temannya itu" jawab Zalin


"Harta? kekuasaan? itu semua yang ingin dimiliki mamih, apa tidak puas dengan harta yang di punya oleh kakek Mahadika? kakek juga punya begitu banyak perusahaan" ucap Yusuf


"Perusahaan kakek, tidak bisa di kuasai oleh mamih, mamih ingin perusahaannya sendiri" jawab Zalin


"Mamih bisa minta pada papih, jika bersungguh-sungguh ingin bekerja" ucap Yusuf


"Sayangnya, papih tidak pernah mau mewujudkan keinginan mamih, menurut papih, mamih tidak memiliki skill apapun dalam bisnis, pernah sekali di buatkan bisnis fashion, tetapi hancur dalam sebulan, karena mamih memberika harga bawah untuk teman-temannya, supaya mamih di anggap mampu dan dermawan" jawab Zalin


"Apa kaka harus bilang papih, jika mamih hari ini membuat kegaduhan dan menamparmu?" tanya Yusuf mengelus pipi adiknya


"Tidak perlu kak, lebih baik kakak perhatikan kak Khanza, dan temani dia saat ini, pasti batinnya lagi bergejolak dengan kejadian hari ini" jawab Zalin


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2