KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Menginap 2


__ADS_3

"Nanti kita cari waktu pulang dulu kerumah abi, Aira juga hari ini hanya membawa pakaian sedikit doang, sekalian mengambil barang lain, kita baru bilang sama umi dan abi" jawab Aira


Selama di perjalanan Adi banyak bertanya tentang Aira dan juga salah satu keinginan Aira, ternyata Aira meminta izin agar dia kembali bekerja untuk melanjutkan kuliahnya.


Adi tidak langsung memberikan jawaban, dia ingin berpikir terlebih dahulu, itu lah Adi selalu di pikirkan dulu sebelum mengambil keputusan, apalagi ini menyangkut masa depan Aira dan juga rumah tangganya.


Sekitar 45 menit, Adi dan Aira sampai di kediaman sang bunda, Pak Yono membukakan pintu gerbang dengan senang, tuan mudanya berkunjung ke rumah.


Pak Yono dan bibi sudah sangat sepuh, mereka disuruh istirahat dan berkumpul dengan anak-anaknya tidak mau, katanya ingin mengabdi saja dengan Arnold dan Aisyah, anak-anak pak Yono juga sudah pada berkeluarga, dan rata-rata anak pak Yono lulusan sarjana.


"Alhamdulillah, si aden pulang juga sudah sekian lama" ucap pak Yono senyum


"Bukannya mas Adi sering pulang kesini?" tanya Aira melihat pak Yono, Adi hanya mengedipkan matanya


"Maaf non, pak Yono memang sering menggoda si aden, karena dia waktunya lebih banyak di kantor" ucap pak Yono


"Bunda ada?" tanya Adi


"Ada den, lagi kurang sehat sepertinya, tadi juga sarapan sedikit, terus minta air jahe, belum keluar kamar lagi, padahal jam makan siang sudah hampir lewat" jawab pak Yono


Adi berlari kecil masuk ke dalam rumah, dia khawatir dengan kesehatan sang bunda, Aira pun mengikutinya dari belakang.


Tok... tok... suara ketukan


Ceklek ... suara pintu terbuka


"Bunda tidak apa-apa?" tanya Adi nyelonong masuk


"Sejak kapan kamu datang?" tanya balik Arnold


"Baru saja" sahut Adi duduk di sisi ranjang dekat bundanya


"Kamu sama siapa kesini?" tanya Aisyah


"Aira, bunda sakit apa?" jawab Adi cemas dan kembali bertanya


"Sedikit pening saja, tidak perlu khawatir, apa ayah yang memberi tahu kamu bunda sakit?" ucap Aisyah


"Tidak, Adi dan Aira memang sengaja datang kesini, mau menginap, tadinya mau datang malam, tapi kata Abi lebih baik jalan siang-siang" jawab Adi mencium pipi bundanya


"Alhamdulillah, kalau kalian mau menginap" ucap Aisyah bahagia


"Banyak yang Adi ingin tanyakan ke bunda dan ayah, tetapi nanti saja" jawab Adi serius


"Kenapa tidak sekarang saja" sahut Arnold


"Karena bunda belum makan siang" jawab Adi senyum

__ADS_1


"Tau saja kamu" ucap Aisyah mengelus wajah Adi


"Apa bunda mau makan bersama di meja makan, dengan Aira juga" tanya Adi


"Jelas mau dong, kapan lagi bisa makan dengan kalian berdua" jawab Aisyah


Aisyah, Arnold dan Adi keluar dari kamar dan melihat Aira sedang menata makanan yang sudah di panaskan oleh bibi.


"Wah, jadi semangat nih bunda makannya" ucap Aisyah senyum, Aira menghampiri dan mencium tangan bunda dan Ayahnya


"Ini bibi yang masak, Aira hanya menata saja, bun" jawab Aira


"Yuk kita makan" teriak Adi senang


"Bisa tidak jangan teriak begitu, seperti anak kecil aja" jawab Arnold jengkel dengan tingkah Adi seperti bocah


"Biarkan saja, kan kangen teriak-teriak dirumah ini" ucap Adi menjukurkan lidahnya


"Untung sayang" lirih Arnold masih bisa terdengar dengan yang lain


Adi hanya tersenyum sengaja di depan Arnold.


Mereka semua makan dalam keadaan hening, tidak ada satupun yang berbicara, Aira karena sudah beberapa kali makan bersama jadi paham dengan aturan yang di buat ayahnya ketika makan.


Adi lebih dulu selesai makannya dan membawa piring kotor tersebut langsung ke tempat cucian piring.


"Tidak usah, kamu masih makan, lanjutkan saja" jawab Adi pelan, setelah menaruh piring kotor, Adi kembali bergabung duduk di bangku meja makan


Selesai makan, mereka semua berkumpul diruang keluarga, saling bersenda gurau, jarang di lakukan oleh Aisyah dan Aira, ini adalah hal pertama kali bagi mereka bercanda, selama ini hanya saling menggoda tidak lebih.


"Berapa hari kalian disini?" tanya Aisyah


"Selama-lamanya kalau boleh" jawab Adi tertawa


"Ditanya serius, malah bercanda" sahur Arnold


"Selow dong ayah ku sayang, baper sekali" jawab Adi cemberut


"Aira harus banyak sabar ya menghadapi Adi, dia itu anaknya ampun deh tidak bisa diam, dan kalau bicara juga asal saja" ucap Aisyah mengelus bahu Aira


"Iya bun, Aira juga sudah memahami sikapnya" jawab Aira pelan


"Bun, Adi mau tinggal disini boleh?" tanya Adi serius


"Boleh saja, tapi apakah abinya Aira tidak keberatan jika kalian tinggal disini" ucap Aisyah


"Tidak, aku juga sudah beberapa kali bertanya pada Abi dan umi, dan mereka selalu jawab senyamannya aku dan Aira, itu lebih baik" jawab Adi

__ADS_1


"Nah itu benar, jika kalian disini apa Aira akan nyaman?" tanya Aisyah melihat Aira


"Aira dimana saja nyaman ,bun" jawab Aira yakin


"Kalian berdua diskusikan saja, baiknya gimana, jangan sampai yang satu merasa terbebani" sahut Arnold


"Emangnya Adi suruh angkat besi 100kg, sampe terbebani" timpal Adi nyengir


"Kangen di tabok sama ayah ya" jawab Arnold


"Sejak kapan ayah pernah nabok, Adi?" tanya Adi


Aisyah dan Adi tertawa, melihat ekspresi Arnold yang lucu bagi mereka, Aira hanya senyum saja melihat tingkah suaminya.


"Ayah, aku boleh pakai apartemen?" tanya Adi


"Silahkan, itu memang sudah menjadi hak kamu, dan uncle Andre sudah mengganti semua namanya atas nama mu" jawab Arnold yakin


"Wow amazing sekali ayah ku ini, muaachh" ucap Adi mencium Arnold


"Bisa tidak jangan berlebihan" sahut Arnold


"Tidak bisa" jawab Adi tertawa senang habis menggoda ayahnya, semenjak menikah dia memang jarang bercanda lagi dengan Ayah bundanya


Bibi dan pak Yono yang melihat kebahagian tuan dan nyonya nya ikut berbahagia, keluarga ini selalu pandai menyimpan masalah dan selalu terlihat jika sedang senang, dan akan membagi kesenangan kepada orang terdekatnya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2