
"Pagi sayang" ucap Adi lembut
Aira yang baru terbangun heran melihat Adi tersenyum padanya
"Hei, diam saja" ucap Adi lagi
"Kamu lagi apa disini?" tanya Aira bingung
"Lagi memandang wajah istriku yang cantik dan imut" jawab Adi mencium kening Aira
Aira tersentak dengan perilaku Adi yang menciumnya tanpa izin.
"Astaghfirullah, ih sana kamu kok ada dikamar aku" ucap Aira menutup kepalanya dengan selimut
"Aku suami mu" jawab Adi bingung
"Kapan kita menikah?" tanya Aira masih belum sadar
"Kemarin, dan tadi malam juga kita sudah...." jawab Adi terhenti
"Sudah apa?" tanya Aira penasaran
"Itu loh, anu.. apa ya jelasinnya bingung, masa kamu tidak ingat, coba deh, di ingat-ingat dulu" jawab Adi senyum menatap istrinya
Aira mencoba mengingat kejadian kemarin hingga hari ini, saat mulai mengingatnya dia melototkan matanya tidak menyangka akan secepat ini dirinya menikah.
"Ada apa sayang?" tanya Adi khawatir
"Kita beneran menikah? bukan mimpi" jawab Aira
"Tidak dong, jangan dibahas lagi, kita mandi yuk, keburu siang, aku juga lapar" ucap Adi santai
"Maksudnya apa ngajak mandi?" selidik Aira
"Aisshhh kita ini SAH, jadi wajar saja mandi berdua, lagi pula aku sudah merasakannya" jawab Adi menaik turunkan alisnya menggoda Aira
"Ahhh, Adi kamu mesum deh" ucap Aira
"Kamu lebih suka aku mesum sama kamu, atau sama orang lain?" tanya Adi mendekatkan wajahnya
"Bodo" sahut Aira kesal, Adi tertawa terbahak
"Ayo mandi" ajak Adi
"Mandi sendiri" sahut Aira malu
"Dosa tau menolak permintaan suami" ucap Adi
"Pakai bawa-bawa dosa segala" gerutu Aira berlari kecil ke kamar mandi, Adi pun mengikutinya
Benar saja mereka mandi bersama, ini pertama bagi Adi maupun Aira, awalnya Aira ragu, tetapi Adi pura-pura membelakangi Aira dan langsung mandi dibawah tetesan shower.
Cantik dan seksi juga istriku. batin Adi
Selesai membersihkan diri, Aira buru-buru, dia ingat belum membuat sarapan untuk keluarganya.
"Mau kemana?" tanya Adi menahan tangan Aira
__ADS_1
"Ke dapur, mau masak" jawab Aira
"Umi sudah selesai masaknya, tadi di bantuin sama adikmu" ucap Adi melepaskan tangannya dari tangan Aira
"Yang benar saja, aku keluar dulu" jawab Aira tetap keluar kamar untuk menghilangkan rasa malu dan gugup di depan Adi
Di dapur
"Mbak baru bangun?" tanya adik Aira bernama Meira
"Dari tadi" jawab Aira singkat
"Habis keramas tidak dingin mbak?" tanya Meira
"Dingin, ini mau buat minuman hangat" jawab Aira
"Lagian siapa suruh masih pagi mandi, biasanya juga nunggu jam delapan atau jam sembilan baru mandi" ucap Meira
Bocah banyak tanya deh, bikin malu aja. batin Aira
"Buat minuman?" tanya umi lembut
"Eh, iya umi, ini mau bawain mas Adi air mineral hangat" jawab Aira
Uminya melihat rambut Aira yang basah sudah dapat menebak, jadi dia tidak mau menggoda anaknya.
"Masa baru jadi istri semalem, menyediakan suami hanya air mineral hangat" tutur umi
"Mas Adi biasanya minum susu Almond, disini kita tidak punya, jadi penggantinya dia minta air hangat" ucap Aira
"Iya, padahal makanannya simple, ternyata sulit diminuman" jawab umi
"Insyaallah hari ini Aira akan beli minuman yang biasa di minum mas Adi, tapi masih tanya-tanya juga dengan bunda" ucap Aira
"Bagus lah jika kamu sudah tau apa saja kesukaan suami mu" sahut Abi
"Sana segera bawa minumannya, nanti dia semakin kedinginan" ucap umi
Aira membawakan minuman hangat dan sedikit cemilan untuk menemani Adi, saat masuk kedalam kamar Aira melihat Adi sedang mengaji di atas sajadah yang biasa di pakai Aira.
Lantunan yang merdu dan lembut membuat Aira hanyut dalam menikmati suara suaminya, Adi juga melihat Aira hanya memperhatikan kan saja.
"Sayang sini" panggil Adi menepuk sajadah mengajak Aira duduk dihadapannya, Aira mengikuti keinginan Adi
"Baca surah ini ya" ucap Adi menunjuk ke salah satu surah di dalam Al-Qur'an
Aira terdiam menatap Adi dengan heran.
"Mulai hari ini, kita biasakan setiap habis subuh mengaji, supaya kita bisa memperkuat iman masing-masing, kamu keberatan tidak?" ucap Adi
"Tidak apa-apa, itu hal yang baik" jawab Aira mulai membaca lantunan ayat tersebut
Adi memandang wajah istrinya yang mengaji, lembut dab menbuat hati tenang, selesai Aira mengaji, Adi mengambilkan air mineral yang dibawa Aira
"Minumlah" ucap Adi memberikan air mineral hangat miliknya
"Ini punya mu" jawab Aira menolak
__ADS_1
"Punya bersama, minum" ucap Adi masih menyuruh Aira meminumnya, dengan terpaksa dia meneguk air yang ada di dalam gelas tersebut, setelah habis setengah Adi menegukan hingga tetes terakhir
"Itu bekas aku" sahut Aira panik
"Mulai hari ini, minuman atau apapun kita pakai berdua" ucap Adi
"Tidak jijik?" tanya Aira pelan
"Jijik? kenapa harus jijik dengan istri sendiri? apa ada yang salah sama dirimu?" tanya balik Adi
"Iya, gelasnya bekas aku" jawab Aira
"Apapun bekas mu akan aku pakai atau gunakan, santai aja" ucap Adi
"Bangunlah, sampai kapan kita duduk di lantai begini" sahut Aira
Adi berdiri dari duduknya, dan membantu Aira berdiri.
"Hari ini kita beli susu almond ya" ucap Adi
"Iya, aku boleh ajak Meira tidak?" tanya Aira
"Boleh dong, ajak umi juga boleh" jawab Adi santai
"Hanya Meira, dia ada yang mau di beli katanya" ucap Aira
"Bebas, yang penting happy" jawab Adi
Tok... tok.... suara ketukan
"Mbak, disuruh ibu sarapan lebih dulu" ucap Meira di balik pintu
"Iya dek, mbak nanti nyusul ya" jawab Aira
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.
__ADS_1