
Ada Rasa bahagia dalam diri Aisyah, dia dan suami telah menikahkan kedua anaknya, tinggal bagaimana kedua anaknya memperjuangkan rumah tangga mereka jika suatu saat badai datang menerpa pada mereka.
Dalam kesedihan Aisyah disaat kehilangan ayahanda tercinta disitu juga tercipta kebahagiaan, anak keduanya menikah untuk menyempurnakan separuh agamanya
Kehilangan cinta pertamanya sulit untuk dilupakan, tetapi dia berusaha terus untuk selalu ikhlas, agar ayahandanya bisa bahagia di kehidupan alam yang sangat jauh yaitu Surga-Nya Allah.
"Hayo, bunda melamun lagi" ucap Khanza memeluk bundanya dari belakang
"Bunda tidak melamun, hanya saja bunda memikirkan rumah tangga anak-anak bunda, semoga saja kamu dan Adi terus mempertahankan rumah tangga kalian, jangan sampai ada kata berpisah, itu harapan bunda" jawab Aisyah mengelus lengan putrinya
"Dengan doa bunda, kaka yakin, akan kuat mempertahankan ini, begitu juga Adi" ucap Khanza mencium pipi Aisyah
"Untuk empat bulanan, kaka putuskan berdua dengan Yusuf ya, jika Yusuf ragu dan berat untuk, kita keluarga ikut saja, bisa jadi Yusuf punya pertimbangan lain" tutur Aisyah
"Kaka sudah cerita sama kak Yusuf, kak Yusuf sih hanya jawab itu terserah bunda, jika bunda mau membantu mengurus acaranya tidak apa-apa, tetapi jangan yang terlalu mewah acara itu, kak Yusuf tidak mau" jawab Khanza
"Sekalian selamatan rumah kalian saja" sahut Arnold duduk di samping Aisyah
"Ayahmu benar, hemat biaya juga" jawab Aisyah setuju usul suaminya
"Kaka nanti tanyakan lagi dengan kak Yusuf" ucap Khanza
"Jadilah istri yang soleha ya nak, patuh pada suami, jangan banyak tuntutan untuk Yusuf" sahut Aisyah menasehati
"Insyaallah bunda, kalau tuntutan kaka tidak pernah minta ini itu di luar kemampuan kak Yusuf" jawab Khanza
"Kira-kira, Adi balik kerumah ini lagi atau tidak ya?" tanya Aisyah kepikiran
"Tanyakan saja langsung pada Adi" jawab Khanza
"Biarkan saja Adi tinggal dirumah Aira, dia punya tugas utama untuk keluarga Aira" sahut Arnold
"Kaka rasa, Adi itu sifat dan sikapnya mirip ayah deh, tetapi ayah dan bunda tidak konyol seperti Adi" jawab Khanza berpikir
"Jelek banget sikap dan sifatnya mirip ayah" ledek Aisyah
"Memang ayah kenapa, ayah orang baik-baik selama ini" sahut Arnold tidak terima ucapan sang istri
__ADS_1
"Kenapa kalian yang berdebat" timpal Khanza menepuk dahinya
"Yusuf masih bekerja di perusahaan biro perjalanan itu?" tanya Aisyah
"Iya bun, dia sudah nyaman disana" jawab Khanza
"Nyaman? awas aja kalau dia betah di sana karena ada perempuan lain, ayah rela masuk penjara hanya buat membunuh dia yang sudah menyakiti anak ayah" sahut Arnold kesal
"Istighfar, bicaranya serem sekali" ucap Aisyah marah
"Tau nih ayah, bicaranya asal bunyi, bukannya doakan yang terbaik untuk anaknya, ini di komporin begitu" sahut Khanza ikutan kesal
"Namanya laki-laki, untuk mencoba hal baru itu wajar-wajar saja, tapi ada batasan" jawab Arnold
"Bicara dengan ayah tidak seru, bun" rengek Khanza
"Ayah hanya becanda, mau menggoda kamu saja" ucap Arnold
"Tetap saja jadi kepikiran tentang kak Yusuf yang selalu di luar rumah" jawab Khanza sedih
Arnold memeluk putrinya, "Percayalah pada suamimu, bahwa cinta yang dia miliki dan dia berikan pada mu adalah cintanya tulus, ayah sangat percaya dengan kesetian cinta Yusuf padamu, benar kata bunda, berikan juga perhatian mu pada Yusuf, sehingga dia lupa dan tidak akan pernah mau yang namanya jajan diluar, pandai-pandai kamu sebagai istri" ucap Arnold senyum
"Jadi tidak sabar untuk menimang cucu pertama" sahut Aisyah
"Ayah juga sama, ingin secepat mungkin menggendong cucu pertama dari anak pertama, semoga usia ayah cukup sampai kamu lahiran" jawab Arnold
"Ayah bicara apa, kaka tidak suka deh, bahas kaya gitu, ayah dan bunda akan selalu sehat dan menemani ku" sahut Khanza sedih
"Maafkan ayah yang sudah salah dalam ucapan" ucap Arnold memeluk anaknya
"Oh iya, mertua mu bagaimana? apa mereka setuju jika acara empat bulanan kalian di rumah baru" tanya Aisyah
"Aku tadi chat kak Yusuf, mengenai empat bulan di buat barengan dengan syukuran rumah, kak Yusuf setuju aja, dan aku tanya tentang mamih, kak Yusuf malah jawab itu urusan ku, menurut bunda bagaimana? jawab Khanza
"Sekedar memberi kabar, kamu chat lagi saja mamih" sahut Arnold
"Takut kak Yusuf marah" jawab Khanza
__ADS_1
"Tanyakan pada suami mu, boleh tidak jika kamu mencoba berkomunikasi dengan mamih, belakangan ini kalian tidak ada masalah apapun" ucap Aisyah
"Mertua mu aneh, dulu sebelum kamu hamil dia bersusah payah menjodohkan Yusuf dengan wanita-wanita sehat menurut dia, dan rela menghancurkan rumah tangga anaknya, sekarang menantunya sudah mengandung tapi dia juga yang cuek dan tidak peduli, itu manusia jalan pikirannya dimana, sampai ayah tidak mengerti tuh otak terbuat dari apa, keras kepala dan ingin menang sendiri, tinggi sekali ego nya" tutur Arnold kesal
"Ayah istighfar, kenapa ngomongin kekurangan orang, tidak baik, ambil wudhu sana" ucap Aisyah kesal, suaminya menjelekan besannya, walaupun yang di ucapkan suaminya ada benarnya
"Astaghfirullah, setan hari ini lagi kuat banget di diri ayah" jawab Arnold ke kamar mandi
"Tapi benar juga kata ayah, bun. mamih cuek-cuek saja dari awal kehamilan ku hingga sekarang, sebenarnya yang mamih mau apa ya?" sahut Khanza berpikir
"Yusuf terlalu bucin sama kamu dan melupakan ibunya, pasti ada rasa sedih untuk para ibu, apabila anaknya selalu membela istrinya, itu pun salah, karena kita sebagai ibu juga harus ikhlas menerima kalau anak-anaknya sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri, itu hal wajar jika anaknya mementingkan keluarga masing-masing, tetapi bukan berarti melupakan ibunya, pola pikirnya saja yang sedikit rumit" ucap Aisyah
"Aku sudah berulang kali bilang sama kak Yusuf, untuk berkunjung menemui papih dan mamih dirumah sana, jawaban kak Yusuf selalu, iya gampang, nanti saja tidak mesti sekarang, terkadang lelah juga mengingatkan kak Yusuf" jawab Khanza
"Istri atau ibu itu, harus kuat mempertahankan rumah tangganya, mengingatkan bila ada kesalahan suaminya, istri punya hak kok untuk bersuara, makanya bunda sering bilang sama kaka dan Adi, belajarlah, cari ilmu ikut-ikut pengajian, kan banyak tuh" ucap Aisyah
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.