KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Masih Adi


__ADS_3

Adi baru saja masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya.


"Pacaran gimana ya, apa aku cari pacar, tapi nanti menjadi masalah sama bunda" pikir Adi mengingat tadi banyak sekali yang berpacaran


Tok... tok... suara ketukan


"Wow, siapa yang ketuk pintu ya, merinding aku" ucap Adi pelan


Tok... tok... suara ketukan lagi


"Hantu apa manusia" teriak Adi keras


"Ini bunda, kamu menyamakan bunda dengan hantu" ucap Aisyah dibalik pintu


"Ternyata bidadari ku" sahut Adi langsung membuka pintu kamarnya


"Dari mana?" tanya Aisyah lagi


"Loh, tadi kan sudah jelas pas bunda telepon Adi" jawab Adi


"Lain kali kalau keluar bilang, nanti ada apa-apa tidak ada yang tau" ucap Aisyah khawatir


"Iya, maafin Adi yang sudah membuat bunda cemas seperti ini" jawab Adi memeluk bundanya


"Tidak boleh terulang lagi" ucap Aisyah tegas


"Siap, tapi bun, Adi boleh pacaran tidak?" tanya Adi pelan


"Tidak boleh, kalau mau langsung nikah" jawab Aisyah tanpa ragu


"Beneran boleh nikah secepatnya?" tanya Adi memastikan pendengarannya masih bagus


"Iya, lebih baik anak bunda pada nikah muda dari pada terjerat zina yang ada" jawab Aisyah lembut


"Nikah sama siapa ya?" pikir Adi


"Lalu izin pacaran maksudnya belum ada cewenya?" tanya Aisyah bingung


"Hihihi, belum bun, hanya angan-angan saja itu" jawab Adi nyengir


"Bunda jodohin mau?" tanya Aisyah


"Mau aja, tapi kasihan si cewenya pasti tidak mau dijodohkan" jawab Adi


"Kita bahas besok ya, sekarang bobo lah" ucap Aisyah mengelus wajah anaknya


"Kelonin dong bun" sahut Adi tersenyum


"Sudah besar tidak boleh" jawab Aisyah tegas


"Selamat bobo bunda, Adi sayang bunda" ucap Adi mencium pipi bundanya


"Bunda juga sayang sekali sama Adi, istirahat ya nak" sahut Aisyah meninggalkan Adi


Bisa tidak ya aku mendapatkan istri seperti bunda, yang selalu sabar dan lemah lembut sama ucapannya pada siapapun. batin Adi

__ADS_1


"Pikirin tuh kuliah supaya lulus dulu, ini udah mikirin nikah aja" ucap Adi pada dirinya sendiri


Pagi hari seperti biasa mereka sudah pada rapih untuk berangkat kerja, kecuali Aisyah dan Arnold yang sudah santai dirumah menghabiskan masa tua bersama.


"Ayah punya kenalan gitu, teman ayah yang punya anak perempuan" ucap Aisyah


"Untuk apa?" tanya Arnold bingung


"Mau bunda jodohkan sama Adi, kayanya semenjak dia digoda sama Dewi otaknya mulai tidak baik-baik saja, bunda hanya takut dia melenceng" jawab Aisyah khawatir


"Yakin mau dijodohkan bun?" tanya Khanza ikut khawatir


"Semalem dia izin sama bunda, mau pacaran" jawab Aisyah


"Tidak benar ini, Dewi merusak anak ku" tutur Arnold emosi


"Sabar ayah, jangan emosi dulu" ucap Khanza mengelus lengan ayahnya


"Jodohkan saja sama temannya itu" sahut Arnold


"Siapa temannya?" tanya Aisyah tidak tau


"Itu looohhh, yang kemarin bermasalah dengan karyawan ayah, anaknya ustad siapa gitu ayah lupa" jawab Arnold benar-benar lupa


"Siapa ya bunda juga lupa" timpal Aisyah


"Apa iya, Aira mau dengan Adi? nanti malah beban buat mereka" sahut Khanza


"Nah iya, Aira namanya, ya ayah dan bunda datang saja dulu mencoba melamar Aira, ayah mau kan?" tanya Aisyah semangat


"Kenapa kita jadi menentukan jodoh Adi, bun, bukannya kita sudah sepakat pasangan mereka cari masing-masing" jawab Arnold


"Jadi nyesel di jodohkan oleh kaka?" tanya Yusuf ikut bergabung


"Heh, bukan begitu, maksud aku" ucap Khanza bingung dan panik


"Lupakan saja, kaka hanya bercanda bertanyanya" jawab Yusuf kasihan melihat istrinya panik


"Hari ini kamu mau kemana, Yusuf" tanya Arnold


"Aku mau kerja, memangnya ada apa? jawab Yusuf


"Khanza siapa yang antar?" tanya Arnold


"Ayah aku bisa sama pak Yono" jawab Khanza memegang tangan ayahnya


"Belakangan ini kamu sibuk sekali, sampai waktu untuk istrimu tidak ada" ucap Arnold


"Maaf ayah, pekerjaan ku memang lagi banyak" jawab Yusuf menunduk


"Tetap jaga kesehatan, jangan sampai kelelahan karena bekerja" ucap Arnold dengan nada suara biasa saja


"Hallo selamat pagi keluarga tercintaku yang unyu-unyu semua" ucap Adi mencium pipi bunda dan kakanya


"Asal cium kaka mu, izin dulu sama yang punya tuh" timpal Arnold menunjuk Yusuf

__ADS_1


"Repot amat, sini aku cium juga kak Yusuf, muaacchh" ucap Adi mencium pipi Yusuf


Aisyah, Arnold dan Khanza tertawa terbahak melihat tingkah Adi yang konyol sekali


"Sudah Adil bukan, aku mau langsung ke kantor aja deh" ucap Adi


"Sarapan dulu, enak saja" sahut Aisyah


"Dibekal saja bun, Adi harus menyelesaikan pekerjaan Adi, nanti siang akan dibahas" ucap Adi memakan buah yang ada


Aisyah membawakan bekal untuk Adi, dan Adi juga selama ini tidak pernah malu dibawain bekal oleh bunda, dari masa SMA hingga sekarang kuliah dan bekerja.


Teman-teman Adi banyak yang meledeki, kalau Adi anak manja dan apapun akan mengadu pada ibunya, tapi itu semua Adi abaikan karena memang itu semua nyata, jadi untuk apa dia marah pada temannya.


Setiap Adi di bully, dia selalu cerita pada ayah bundanya, awalnya Arnold kesal tapi Adi menjelaskan bahwa dirinya baik-baik saja, dan beranggapan mungkin selama ini temannya kekurangan kasih sayang makanya tidak pernah tau betapa nikmat dan enaknya di manja oleh seorang ibu yang telah melahirkannya.


"Adi nanti siang bunda mau ke kantor ya" ucap Aisyah


"Untuk apa? NO, bunda tidak boleh kesana" jawab Adi tegas


"Ada yang salah apabila bunda kesana?" tanya Aisyah bingung


"Disana banyak brondong, nanti bunda kepincut" jawab Adi ngasal


Arnold melototkan matanya di depan anaknya.


"Kamu pikir bunda murahan apa" sahut Khanza tak terima


"Tau sembarangan kamu, kalau bicara disaring dulu" ucap Arnold kesal


"Termasuk ayah juga tidak boleh lagi ke kantor, banyak anak magang yang masih pada unyu-unyu dan menggemaskan, nanti ayah juga kecantol sugar baby" jawab Adi berlari keluar menuju garasi


"ADII!!!!" teriak Arnold emosi mendengar ucapan anaknya


"Hahaha, Adi ada-ada saja" sahut Khanza tertawa ngakak, Yusuf hanya menahan tawa dia takut disemprot ayahnya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2