KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Diskusi


__ADS_3

Selesai acara keluarga Reynald menikmati hidangan yang sudah di sediakan.


Semua keluarga saling berdiskusi mengenai acara lamaran yang akan datang.


Adi masih saja memantau mamihnya Yusuf, dia berjaga-jaga agar mamihnya Yusuf tidak membuat hal aneh tiba-tiba.


Mamih Yusuf mendekati Zalin yang lagi sendirian sambil makan.


"Beruntung kamu mendapatkan mertua yang kaya raya dan memiliki kekuasaan terbesar dalam dunia bisnis, kalau tidak sudah mamih acak-acak acara ini" ucap mamih menatap Zalin


"Walaupun calon suami ku bukan orang terpandang, mamih tetap tidak bisa membuat kerusuhan disini, sebab apa lihatlah ke belakang mamih, Adi menatap mamih seperti macan ingin memangsa" jawab Zalin


"Mamih tidak takut sama anak bocah itu" ucap mamih yang sebenarnya was-was melihat Adi


"Oh iya tidak takut? Yakin? Bagaimana kalau Adi aku panggil ke sini, dan seharusnya mamih itu banyak berterima kasih pada bunda Aisyah serta ayah Arnold tanpa dia aku tidak akan menjadi calon mantu tuan Reynald, sebab Tuan Reynald adalah sahabat ayah Arnold, peran ayah lebih besar daripada mamih dan papih" jawab Zalin kesal


"Ehhmm" deheman Adi "Apa ada masalah?" tanya Adi


"Saat ini masih aman" jawab Zalin


"Oke, tante mohon minggir, seperti tuan Raymond ingin duduk di samping Zalin, karena ada tante dia ragu untuk mendekati Zalin" ucap Adi serius


"Kalau dia laki-laki sejati harusnya tidak masalah mendekati anak saya walaupun ada saya" jawab mamih kesal


"Oh mau coba-coba ya" ucap Adi menatap tajam


"Keluarga mu dengan keluarganya dia kekuasaannya masih tinggi keluarga Raymond, jadi saya tidak perlu takut saya yakin jika Raymond mau membalas perilaku kamu bocah tengil" jawab mamih


"Apa mau kita buktikan?" ucap Adi tersenyum


"Silahkan, siapa takut" jawab mamih percaya diri sekali


"Mih, jangan main-main, pikirin papih, dia pasti akan marah pada mamih" sahut Zalin mengingatkan orangtuanya


Adi memanggil Raymond untuk mendekat ke arah mereka, Raymond pun mengikuti arahan Adi.


"Tuan Raymond gimana perasaannya saat ini?" tanya Adi menggoda


"Hahaha, jangan panggil tuan, kita ini beda sedikit usianya, panggil nama saja" jawab Ray


"Oh iya Ray, apabila aku minta tolong untuk menghancurkan salah satu perusahan apakah kamu bersedia?" tanya Adi


"Dengan senang hati, tapi kalau boleh tau ada masalah apa?" jawab Ray tenang


"Misalkan perusahaan tersebut adalah milik calon mertua mu sendiri bagaimana?" ucap Adi senyun

__ADS_1


Raymond menatap mamihnya Zalin dan juga Zalin, mamihnya begitu santai dan percaya diri bahwa Raymond akan membelanya.


"Jika keluarga calon istriku memang melakukan kesalahan yang fatal maka aku bersedia menjatuhkan perusahaannya" jawab Raymond yakin


"Kamu belum jadi menantu saja sudah kurang ajar dan tidak tau diri, bukannya membela mertua malah membela orang lain" ucap mamih marah


"Maaf tante, bagi saya yang terbukti bersalah tetap lah salah, dan untuk Adi serta om Arnold dia adalah keluarga kedua ku, jadi sebisa mungkin kami melakukan yang terbaik untuknya" jawab Raymond


"Bener-bener kurang ajar" ucap mamih kesal


"Ada apa ini?" tanya Shafira melihat keributan


"Tidak ada apa-apa tante, hanya sedikit tegang" jawab Adi tersenyum


"Tadi tante denger, kamu ingin menghancurkan perusahaan, perusahaan siapa?" tanya Shafira lagi penasaran


"Hanya bercanda, tapi jika orang tersebut benar-benar mengusik bunda dan kakak ku, maka aku tidak segan minta bantuan pada kalian" jawab Adi


"Pasti akan kami bantu" ucap Shafira


Mamih Yusuf pergi begitu saja meninggalkan Zalin dan yang lain, itu membuat Zalin tidak enak hati pada calon mertuanya.


"Tante, mohon maaf atas perilaku mamih dan tindakan mamih" ucap Zalin pelan


"Santai saja sayang, tante tidak masalah" jawab Shafira memeluk Zalin


"Kenapa kami di tinggalin" lirih Raymond


Akhirnya Raymond mencoba mendekatkan diri pada Zalin, mereka mengobrol dari awalnya canggung hingga menjadi obrolan santai.


Setelah acara selesai semua, Arnold dan Yusuf masih membahas tentang lamaran Zalin.


Orangtua Zalin menginginkan acara lamaran di rumah papihnya, tetapi Yusuf masih enggan untuk mengadakan acara di rumah itu, yang berarti mau tidak mau harus menginap disana.


"Begini saja lebih adil kita sewa hotel ataupun itu, yang penting tidak di tempat mu dan tempat papihmu" usul Arnold


"Yusuf setuju, karena males juga jika harus berantem dan berdebat" jawab Yusuf


Semua keluarga sepakat apabila di adakan di hotel untuk acara lamaran, walaupun biasanya lamaran pasti dirumah perempuan, ini di lakukan supaya tidak ada kecemburuan antara Yusuf maupun papihnya.


Yusuf sudah menghubungi sanak saudara yang lainnya, terutama sang kakek, dan neneknya.


Kakeknya belum tau siapa calon suami cucunya, dia hanya berharap cucunya kelak bahagia dengan pernikahan yang dia jalani.


Yusuf juga sedikit mengadukan sikap mamihnya yang masih sering mengusik Khanza di tambah saat ini mamihnya ingin pamer memperkenalkan calon besan tersebut yang di bilang kaya raya.

__ADS_1


Sang kakek paham dengan maksud Yusuf bercerita dan dia akan mengamankan menantunya agar tidak mencari masalah.


"Kakek, yang aku harapkan hanya keluarga besar dan kerabat dekat saja yang datang, tapi sepertinya mamih ingin sekali mengundang teman sosialitanya itu, apa kakek bisa melakukan sesuatu" ucap Yusuf pelan karena orangtua Yusuf sedang menginap dirumah kakeknya


"Kakek akan bicara padanya, tidak ada yang bisa membantah kakek" jawab kakek Yusuf senyum


"Yusuf pamit pulang, kasihan Khanza dan Zalin dirumah hanya berdua" ucap Yusuf


"Kenapa tidak mengajak mereka berdua kemari untuk menginap disini?" tanya kakek


"Disini ada mamih, aku tidak ingin Khanza di tindas terus olehnya, jadi biarkan Yusuf dan Khanza dirumah kami saja" jawab Yusuf


"Kakek heran kenapa dulu bisa ketipu dengan mamihmu" ucap kakek


"Ketipu? Maksudnya apa?" tanya Yusuf tidak paham


"Mamih mu dulu bersikap lembut dan sopan santun nya di jaga, tapi melihat yang sekarang sungguh jauh berbeda" jawab kakek


"Mungkin ada faktor kesalahan dari papih, tapi apabila tidak ada mamih, Yusuf dan Zalin juga tidak lahir dong" ucap Yusuf senyum


"Ya kamu benar juga, itu lah yang dinamakan kita harus selalu bersyukur, sudah sana pulang temani istrimu dan juga adik mu" jawab Kakek menepuk bahu Yusuf dengan lembut


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Perbedaan Dua Insan πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2