KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Persiapan Empat Bulanan


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu tiba, empat bulanan Khanza di adakan dirumah barunya yang akan ditempati langsung oleh Yusuf dan istri, keluarga pada sibuk mempersiapkan kebutuhan untuk acara, walau sederhana setidaknya yang di sediakan pantas untuk menjamu tamu-tamu yang lain.


Keluarga Aira pun di undang, karena Abinya Aira akan menjadi Ustad undangan yang dipilih Yusuf.


"Bunda, acaranya jam berapa?" tanya Adi


"Habis ashar, ada apa?" jawab Aisyah


"Boleh Adi ke kantor sebentar?" tanya Adi


"Apa ada hal penting yang mengharuskan mu ke kantor?" tanya balik Aisyah menatap anak lakinya


"Tidak terlalu penting, hanya ada berkas yang harus Adi tanda tangani di kantor" jawab Adi


"Apa tidak bisa di tandatangani nya besok saja?" tanya Aisyah lagi


"Sebenarnya bisa, hanya saja supaya cepat berjalan proyek itu, jika Adi sign sekarang" jawab Adi lagi


"Rezeki sudah di atur dan tentukan oleh Allah, jadi besok saja ya ke kantornya, hari ini fokus dengan acara kaka mu" ucap Aisyah tersenyum


Adi diam saja tidak menjawab ucapan bundanya lagi.


"Dari pada diam, lebih baik bantuin rapihkan di bagian depan sana" ucap Aisyah tau anak gelisah


"Iya bunda" jawab Adi menuju halaman


Dapur


"Apa Adi menyakiti perasaan atau fisikmu?" tanya Aisyah pelan pada Aira


"Tidak bun, mas Adi tidak melakukan hal itu pada Aira" jawab Aira jujur


"Alhamdulillah, semoga saja Adi bisa menjadi suami yang baik untuk mu dan juga keluarga mu" ucap Aisyah


"Pernikahan Aira baru satu bulan bun, tetapi mas Adi sudah melakukan banyak hal untuk keluarga Aira, ada rasa takut dan juga ada rasa bahagia" jawab Aira sambil memotong buah


"Rasa takut? maksudnya?" tanya Aisyah tidak paham


"Dalam sebulan ini, mas Adi memperbaiki rumah Aira, membeli barang ini dan itu, stok makanan yang banyak, sehingga banyak tetangga yang memandang keluarga Aira buruk, mereka beranggapan Aira memanfaatkan apa yang dimiliki mas Adi, ada juga yang bilang Aira memakai pelet untuk mendapatkan mas Adi" tutur Aira sedih mengingat ada beberapa tetangga yang membicarakan keluarganya di tempat umum


Aisyah mengelus bahu mantunya. "Mereka semua hanya iri padamu, tidak perlu di ambil pusing, apa Adi tau jika tetangga disana membicarakan kamu?" ucap Aisyah


"Aira tidak pernah memberitahukan ini semua pada mas Adi, kata Abi juga biarkan saja tidak perlu bicara, karena mereka tidak tau yang sesungguhnya" jawab Aira


"Sudah, jangan sedih lagi, 100% mereka hanya iri pada mu" ucap Aisyah

__ADS_1


"Hayo lagi bahas apa?" tanya Adi mencium pipi bundanya


"Tidak ngambek lagi dengan bunda?" tanya Aisyah senyum


"Siapa yang ngambek" jawab Adi bingung


"Bukannya tadi Adi kesal sama bunda?" tanya Aisyah


"Aku baru tau kalau mas Adi bisa kesal dengan bunda" sahut Aira


"Pikiran bunda saja itu, lagian tidak ada yang ngambek ataupun kesal" jawab Adi


"Baiklah, kenapa masuk dapur? lalu kenapa juga yang di cium hanya bunda, istrimu tidak? nanti dia cemburu loh" ucap Aisyah menggoda anaknya


"Masa cemburu sama bundanya sendiri, aneh" jawab Adi


"Sudah ada contohnya" ucap Aisyah mengingat besannya cemburu dengan Khanza yang selalu menjadi prioritas


"Kamu cemburu, Ai" tanya Adi pada istrinya dan mempunya panggilan baru


"Ekkhhmmm" deheman Aisyah sengaja saat mendengar anaknya memanggil sang istri Ai, padahal bisa di artikan itu singkatan nama Aira


"Apa sih bunda, tumben tidak jelas" sahut Adi cemberut


"Cemburu? tidak, masa hanya dekat dengan bunda, Aira harus cemburu" jawab Aira


"Berarti kalau dekatnya sama cewe lain cemburu dong" goda Aisyah senyum, Aira merona dan malu untuk menjawab


"Kamu cemburu kalau aku sama cewe lain dekat" ucap Adi memandang Aira


Plak... suara pukulan di bahu Adi


"Pertanyaannya bunda balik, kamu cemburu tidak jika Aira dekat dengan laki-laki lain?" tanya Aisyah


"Jelas cemburulah, suami mana yang tidak cemburu saat istrinya bersama laki-laki lain dan itu bukan mahramnya" jawab Adi serius


"Nah begitu juga dengan Aira, pasti dia merasakan cemburu, makanya kalian kalau ada teman harus bisa menjaga jarak apabila Adi punya teman cewe dan sebaliknya, teman antara cewe dan cowo itu tidak 100% berteman, pasti ada percikan-percikan rasa yang timbul" tutur Aisyah


"Selama ini Adi kalau kumpul sama teman lalu ada cewenya, ya karena memang mereka berpasangan, dan Adi selalu jomblo di bully pula" ucap Adi


"Kasihan anak bunda" sahut Aisyah


"Tapi Adi bangga dong, mereka masih pada pacaran Adi sudah menikah, lebih halal" ucap Adi senyum


"Hahaha, iya benar lebih Halal ya" sahut Aisyah menekankan kata Halal

__ADS_1


"Kaka mana sih bun?" tanya Adi belum melihat kakanya


"Ada di dalam kamarnya bersama Yusuf, mereka sengaja dilarang keluar sama ayahmu, akhirnya di kunciin deh" jawab Aisyah bercanda


"Ayah yang jahat mengunci anaknya di dalam kamar, Hahahaha" ucap Adi ikut tertawa


"Yang di undang banyak ya bun?" tanya Aira melihat persiapan cukup mewah dari segi makanan


"Tidak banyak, hanya beberapa anak yatim dan juga tetangga disini, dan teman kerja Yusuf juga katanya mau pada hadir, belum keluarga juga banyak" jawab Aisyah


"Berarti mamihnya kak Yusuf akan datang ke sini dong, bun" tanya Adi khawatir


"Yusuf dan Khanza sudah memberitahu tentang acara ini, perkara mau datang apa tidak itu kembali lagi hak masing-masing" jawab Aisyah


"Tapi kan ini acara untuk calon cucunya, sampai tidak datang, benar-benar keterlaluan itu" ucap Adi menggebu


"Eh, jangan bicara begitu, nanti kak Yusuf mendengar jadi kepikiran" jawab Aisyah


"Bukan bunda, awalnya kan mamih kak Yusuf yang menuntut kaka untuk segera hamil dan memliki keturunan, selama ini kaka juga yang di tindas di hina olehnya, terus sekarang setelah kaka bisa memberikan cucu untuk mereka, dengan santai mereka juga cuek saja, berarti ini memang tujuan mamih kak Yusuf sengaja mau menghancurkan rumah tangga anaknya sendiri" tutur Adi emosi


"Cukup, kenapa jadi bahas orang lain, tidak baik sayang, lebih baik Adi bantuin yang lain di luar sana, biar ini urusan para ibu dan calon ibu" ucap Aisyah


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.

__ADS_1


__ADS_2