
Ceklek.... suara pintu terbuka
"Apa!!" sahut Adi memasang wajah males
"Masa bicara sama bunda jutek begitu" ucap Aisyah tersenyum
"Dek, kaka minta maaf" sahut Khanza tiba-tiba
"Hemm" jawab Adi hanya deheman
"Sejak kapan bunda mengajarkan Adi bersikap begitu" ucap Aisyah mengingatkan Adi
"Pipi ku sakit bun" sahut Adi kesal
"Maaf dek" lirih Khanza tidak bisa berkata-kata lagi
"Adi, dengerin bunda..." ucap Aisyah terpotong
"Iya... iya sudah Adi maafin, puas" sahut Adi dengan suara lembut
"Kaka obatin ya pipi kamu" ucap Khanza pelan
"Tidak perlu, sudah kaka lanjut saja makannya, aku mau lanjut lagi istirahatnya" sahut Adi ingin masuk ke kamar lagi
"Bunda di abaikan?" ucap Aisyah menatap Adi
"Bunda ada apa?" tanya Adi bingung, Aisyah melihat ke dalam kamar Adi ada tas dan baju yang berantakan
"Itu tas dan baju untuk apa?" tanya Aisyah
"Kemarin kan Adi bilang, besok libur selama empat hari, jadi besok Adi akan ikut kakek Mahen ke jakarta, kerumah Pa'de Asfand dan Bude Vina, bunda sama ayah sudah bilang OK, hari ini Adi merapihkan pakaian untuk dibawa" jawab Adi menatap bundanya
"Jangan lama-lama di jakarta ya" ucap Aisyah baru ingat obrolan sama anaknya tadi malam
"Hanya tiga hari, supaya ndak cape" sahut Adi tersenyum
Khanza masih menatap Adi dari meja makan, dia menyesal sudah membuat luka di pipi dan lebih parah lagi luka dihati yang sulit dihilangkan, Yusuf memegang tangan Khanza agar istrinya tenang dan tidak menyalahkan dirinya sendiri.
"Bilang kakek Mahen, Adi dua hari saja gitu di Jakarta" ucap Aisyah sedih
"Huft, Adi bagaikan di penjara semua penuh dengan aturan dan kemauan" jawab Adi, hari ini bundanya menjadi orang yang plin plan
"Maaf, jika bunda tidak bisa membuat Adi bahagia" ucap Aisyah pelan
"Apa sih bun, jangan bilang begitu, Adi ndak pernah bilang, ndak bahagia" sahut Adi kesal
"Sebenarnya bunda izinin Adi apa ndak? kalau ndak, kenapa semalem bilang OK" ucap Adi lagi
"Iya bunda sudah OK, gitu aja ngambek" sahut Aisyah tersenyum
"Hari ini penuh kata maaf, bosen dan cape dengernya tau" ucap Adi
__ADS_1
"Emang iya?" tanya Aisyah
"Iya, tuh tanya Authornya, kenapa banyak banget kata maaf, lebaran aja belum" jawab Adi kembali masuk ke dalam kamar
"Heh, itu anak, dasar aneh" ucap Aisyah
"Author nya yang aneh" teriak Adi dari dalam kamar
Tidak terasa rumah tangga Yusuf dan Khanza sudah dua tahun pernikahan, banyak badai yang datang pada kehidupan mereka, hingga saat ini Khanza masih belum di karuniai seorang anak.
Tiba-tiba mamih Yusuf mulai seperti dulu, menuntut Khanza agar secepat mungkin memiliki keturunan penerus keluarga Mahadika, beberapa kali Khanza menginap dirumah mamih, selalu saja ada sindiri halus untuk Khanza secara tidak langsung.
Seperti awal Khanza dan Yusuf tinggal di rumah kakek Niel, walau mamihnya terus merengek supaya Yusuf kembali ke rumah mamihnya, dan tinggal bersama lagi, tetapi Yusuf selalu menolak secara halus, dia tidak ingin istrinya dituntut agar hamil.
Papih juga menyarankan agar Yusuf dan Khanza tidak terlalu sering main kerumah, pasti setiap saat mamih akan bertanya, 'Kamu belum hami? coba cek lagi dirumah sakit, sehat apa tidak kandunganmu' itu kata-kata yang keluar dari mulut mamihnya.
"Kak" panggil Khanza pelan
"Ada apa sayang?" ucap Yusuf menatap mesra sang istri
"Kita periksa lagi ke dokter yuk" jawab Khanza menunduk
"Sayang, dengerin kaka ya, kita tidak akan pernah kedokter lagi, karena terakhir kita ke dokter beberapa dokter bilang kalau kamu dan kaka sehat, tidak ada masalah" ucap Yusuf membelai wajah istrinya
"Mamih minta...." sahut Khanza belum selesai
"Sampai kapapun jangan pernah dengerin ucapan mamih, anggap saja guguk menggonggong" ucap Yusuf kesal melihat tingkah mamihnya
"Dosa, masa orangtua disamakan sama binatang" jawab Khanza cemberut
"Kita program saja deh, misal bayi tabung gitu" sahut Khanza pelan
"Sayang pernikahan kita baru menginjak dua tahun, banyak loh rumah tangga yang sudah beberapa tahun baru dikasih keturunan, sekarang ini kita cukup berdoa dan berusaha" ucap Yusuf menggoda istrinya
"Tiap hari juga berdoa dan berusaha tuh" sahut Khanza
"Usahanya kurang berarti sayang, bagaimana kalau kita usahanya 3 kali sehari" ucap Yusuf mengedipkan sebelah matanya
"Kaka mesum" sahut Khanza menutup wajahnya dengan bantal
"Sama istri sendiri tidak apa-apa, yang dilarang itu mesum sama tetangga" ucap Yusuf nyengir
"Aku ketok kepala mu kak, kalau sampai mesumin tetangga" sahut Khanza membuat Yusuf tertawa terbahak
"Rumput tetangga lebih hijau dan menarik sayang" ledek Yusuf
"Punya mu ku tarik sekalian, mau" ucap Khanza kesal
"Mau, tariknya pakai cinta ya" sahut Yusuf gemas lihat wajah istrinya yang sudah merah merona
"Tau ah" ucap Khanza kembali menutup wajahnya karena malu selalu digoda suaminya
__ADS_1
"Sayang, malam ini pakai gaya apa?" ledek Yusuf
"Gaya gundul mu, aku palang merah" ucap Khanza
Yusuf mendengar kata Palang Merah membulatkan matanya menatap sang istri.
"Bohong" jawab Yusuf tidak percaya
"Beneran, masa aku bohong, kalau lagi PMS" sahut Khanza ingin tertawa melihat wajah Yusuf tiba-tiba kusut
"Coba lihat" ucap Yusuf penasaran
"Jijik, masa dilihat sama kamu" sahut Khanza
"Pasti cuma mau ngerjain aku, biar malam ini tidak melayani ku kan" ucap Yusuf ngeyel
"Nih pegang aja, ada yang mengganjal" sahut Khanza kesal dianggap bohong
Tanpa ba bi bu Yusuf langsung menyentuh bagian Khanza, dan mengelusnya, Khanza pun ikut terkejut suaminya bener-bener menyentuh.
"Kenapa benaran" ucap Khanza menjauhkan tangan Yusuf dari area terlarangnya
"Disuruh kamu pegang ya aku pegang dong" jawab Yusuf santai
"Berarti aku tidak bohong" sahut Khanza
"Terus aku gimana dong" ucap Yusuf berguling-guling di kasur, Khanza hanya tertawa melihat suaminya bagaikan anak kecil yang tidak dibelikan permen oleh ibunya.
"Sabar ya kurang lebih tunggu empat sampai lima hari" ledek Khanza mengelus kepala suaminya
"Jahat kamu sama aku" ucap Yusuf memeluk perut Khanza
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.