KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Ada Apa Lagi Ini?


__ADS_3

Setelah kasus Aira selesai, Arnold juga sudah membiayai pengobatan ayahnya Aira, dan Aira juga bekerja di cafe milik Aisyah sesuai dengan kesepakatan awal, semenjak Aira bekerja di cafe, Adi jadi sering menemui bundanya di sana .


Aisyah tau tujuan anak bujangnya datang, tapi dia tidak ingin menegur anaknya, selama ini masih di bilang wajar apalagi Adi masih anak remaja yang haus tentang cinta.


Arnold dan Aisyah memang tidak mengekang anak anaknya dan tidak pula menuntuk harus jadi A, B atau C. apabila itu masih di jalan yang benar dan baik, Arnold dan Aisyah akan selalu mendukung anak anaknya.


Khanza dan Adi tidak sepenuhnya dilepas oleh Arnold dan Aisyah, bagaikan layangan saja, Arnold akan menarik ulur anaknya agar tetap di jalan yang benar meski Khanza sudah berkeluarga.


Arnold sangat melindungi Khanza dan Adi, tapi pada Adi, Arnold akan jauh lebih tegas, bukan karena ingin membedakan mana anak kesayangan dan bukan, hanya saja Arnold mendidik Adi agar menjadi anak yang lebih tangguh, kelak dia akan menjadi kepala keluarga membimbing anak istrinya.


Rumah kakek Niel


"Tumben pagi pagi cucu kakek sudah rapih" ucap kakek Niel melihat cucunya


"Hari ini aku mau kerumah mamihnya kak Yusuf" jawab Khanza tersenyum manis


"Sama Yusuf kan?" tanya kakek Niel khawatir


"Pasti sama kak Yusuf dong, tidak mungkin aku sendirian ke sana, kak Yusuf pasti ngelarang juga" jawab Khanza


"Alhamdulillah, kalau Yusuf selalu setia menemani kamu kemana saja" ucap kake Niel


"Ngobrolnya di tunda dulu, sekarang kita sarapan, Khanza panggil Yusuf sana" sahut nene Ras


"Kak Yusuf lagi menelpon papi, Nek" jawab Khanza


Selesai makan, Yusuf dan Khanza menuju rumah mamihnya diperjalanan Khanza lebih banyak membahas tentang kuliahnya karena memang sama sama kedokteran jadi Khanza banyak konsultasi pada Yusuf.


Yusuf dengan senang hati menjawab dan memberikan masukan pada Khanza.


"Perasaan ku tidak enak ya" ucap Yusuf setelah sampai dirumah mamihnya


"Makanya berprasangka baik sama orang, apalagi ini mau ketemu orangtua loh" jawab Khanza


"Lihat lah itu mobil siapa coba" ucap Yusuf menunjuk mobil yang ada di depannya


"Siapa tau mamih lagi ada tamu" jawab Khanza santai tapi hatinya deg degan

__ADS_1


"Semakin tidak karuan perasaan ku" gerutu Yusuf


Khanza dan Yusuf memasuki rumahnya dan melihat ada pasangan suami istri sepantaran dengan mamih papihnya, lalu ada juga perempuan sepantaran Yusuf.


Khanza semakin erat menggengam tangan suaminya, Yusuf paham dengan kegelisahan Khanza sekarang dia pun merasakan hal yang sama.


"Akhirnya kalian datang juga, sini masuk dan kenalkan, ini om Agung, Tante Susi dan ini anak gadis mereka namanya Yura" tutur mamih dengan semangat


Yusuf dan Khanza hanya tersenyum kaku ke arah tamu mamihnya.


Rencana apalagi yang dibuat oleh nene tua satu ini. gumam hati Yusuf kesal dan ingin marah


"Kalian duduk dong, masa berdiri terus" ucap mamih tersenyum entah palsu atau benar


"Tujuan mamih memanggil aku dan istriku apa?" tanya Yusuf to the poin tanpa basa basi


"Rileks sayang, kenapa tegang sih" ucap mami


"Wah ternyata keturunan Mahadika tampan ya" tutur Tante Susi tersenyum pada Yusuf


"Kerjaan ku banyak di kantor, dan Khanza juga banyak tugas kuliah, langsung saja ke intinya, tujuan ini semua apa?" tanya Yusuf semakin penasaran


"Kenapa bicara sama mami ketus begitu sih" ucap mami mengalihkan pembicaraan Yusuf


"Kita pulang, disini ternyata tidak penting dan hanya membuang waktu berharga kita saja" sahut Yusuf berdiri mengajak Khanza


"Tunggu Yusuf, kok kamu emosi begitu" ucap mamih menahan lengan Yusuf


"Mamih ini bertele tele, aku tidak suka" jawab Yusuf


"Bukan bertele tele, disini kan ada tamu, harusnya kamu rileks dulu dengan tamu, baru bahas yang lain" ucap mamih


"Makanya Yusuf tanya, mamih mau bahas apa dengan aku dan Khanza?" tanya Yusuf mulai kesal


"Pelan kan nada suara mu dong, tidak enak dengan tamu kita" jawab mamih


"Yusuf, kami datang ke sini tadinya ingin menjodohkan anak kami dengan kamu, tapi pas lihat kamu datang bersama seorang perempuan awalnya kita terkejut, apalagi ternyata dia adalah istrimu" ucap om Agung dengan santainya

__ADS_1


"Lalu?" tanya Yusuf menatap tajam ke arah mamihnya


"Mamih mu berkata, kalau kamu dan istrimu belum di karuniai seorang anak, jadi kami memutuskan bagaimana kalau misalkan anak kami menjadi istri keduamu, pasti anak kami akan memberikan keturunan untuk kamu" jawab tante Susi melirik ke arah Khanza dengan sinis


Khanza sangat terkejut dengan ucapan tante Susi, dipikiran Khanza, tante Susi kan sama sama seorang wanita, bagaimana kalau posisi dia seperti Khanza saat ini.


"Hahaha, kalian ini orangtua kandung wanita itu atau bukan sih, menyerahkan anaknya supaya menjadi istri kedua, dengar baik baik ya om dan tante yang terhormat, sampai saya mati istri saya hanya satu yaitu ADIBA KHANZA, tidak akan pernah ada yang lain, kalian keluarga terpandang dan berpendidikan, tapi saya lihat langsung kalian semua ini seperti orang yang sama sekali tidak memiliki pendidikan, lalu untuk apa orangtua kalian memberikan pendidikan mahal mahal kalau anak cucu nya menjadi manusia rendah seperti sekarang ini" tutur Yusuf membuat om Agung murka


"Kurang ajar kamu, atitude mu saja tidak ada saat bicara dengan orangtua pakai segala menceramahi saya dan istri saya, keluarga saya dengan keluarga mu derajatnya lebih tinggi keluarga saya" ucap om Agung emosi


"Tapi rendah ilmunya dibandingkan keluarga Mahadika" jawab Yusuf tersenyum sinis


Om Agung, istri dan anaknya pulang tanpa basa basi lagi.


"Sudah, sudah kenapa jadi ribut begini, Yusuf dan Khanza dengarkan mamih terlebih dahulu ya nak, maksud mamih begini ...." ucap mami terpotong oleh Yusuf


"Mulai hari ini, detik ini juga Yusuf tidak akan pernah menginjakan kaki dirumah mamih lagi, Yusuf dan Khanza salah berharap pada mamih, terserah mamih mau menganggap Yusuf durhaka atau tidak, Yusuf tidak peduli, jangan pernah temui Yusuf lagi" tutur Yusuf kesal dan emosi melihat mamihnya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2