KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Kabar Tidak Baik


__ADS_3

Satu minggu kemudian, Yusuf dan Khanza satu sama lain menjadi lebih dekat walau waktu yang tidak bisa diajak bekerjasama.


Khanza juga sudah memeriksakan kandungannya tiga hari yang lalu, dari hasil dokter, Khanza dan calon anaknya baik-baik saja, kabar tersebut adalah kabar bahagia untuk keluarga besar.


Khanza tetap menjalankan aktivitasnya seperti kuliah, Aisyah juga menyarankan agar anaknya tidak terlalu lelah, Fakultas Kedokteran itu sangat banyak sekali memakan tenaga dan pikiran, sempat membuat keluarga khawatir.


Tetapi Khanza selalu menyakinkan bahwa dia tidak pernah terbebani apalagi merasa lelah di kala sedang kuliah, Yusuf juga mengkhawatirkan istrinya.


"Yusuf" panggil Arnold


"Iya, ayah" jawab Yusuf duduk di samping ayahnya


"Apa kamu tidak ingin bekerja di perusahaan ayah, jujur, ayah ini sangatlah khawatir dengan Khanza, ditambah kamu tidak memiliki waktu untuknya juga semenjak bekerja disana" tutur Arnold pelan


"Nanti Yusuf pikirkan kembali tawaran ayah, saat ini Yusuf belum bisa untuk mengundurkan diri dari perusahaan itu" jawab Yusuf tenang


"Kamu paham lah pasti maksud ayah, kedokteran itu tidak mudah, banyak yang harus di pikirkan, apalagi Khanza lagi proses pengajuan proposal, belum mencari referensi-referensi lainnya, pikirkan matang-matang" ucap Arnold


"Ayah" panggil Aisyah sedih


"Bunda ada apa?" tanya Arnold panik, Yusuf pun ikut panik


"Tadi bunda dapat kabar, Ayah Niel di bawa ke rumah sakit sama tetangga" jawab Aisyah menangis


"Innalilahi, kita langsung lihat kondisi ayah Niel ya, bunda tenangkan diri bunda, insyaallah ayah Niel akan sehat kembali" ucap Arnold memeluk istrinya


"Sekarang ya, ayah kita ke sana, bunda khawatir dengan ibu" jawab Aisyah mencoba tenang, Arnold pun menganggukan kepala


"Yusuf, hari ini kamu tidak kemana-mana kan? ayah titip Khanza dirumah, jangan di kasih tau dulu, kalau dia bertanya bilang saja kita lagi main kemana" ucap Arnold tidak ingin anaknya pun sedih


"Iya ayah, Yusuf akan jagain Khanza dirumah" jawab Yusuf dengan yakin


"Satu lagi, pikirkan tawaran ayah yang tadi, ayah sama bunda pamit dulu, Assalamualaikum" ucap Arnold pergi meninggalkan rumah menuju rumah sakit


Disepanjang jalan Arnold menenangkan istrinya, dia tau perasaan istrinya saat ini tidak bisa di kontrol karena mendengar kabar ayahnya masuk rumah sakit.


Arnold segera menghubungi Adi untuk menyusul ke rumah sakit.


📱Arnold


Adi dimana?


📱Adi


Masih di kantor, ada apa? suara ayah terdengar panik


📱Arnold


Ayah kirim shareloct ke kamu, segera datang, ayah sama bunda juga lagi di jalan


📱Adi

__ADS_1


Mau kemana?


📱Arnold


jangan banyak tanya, lihat shareloct nya, lalu jalan kemari


📱Adi


Baik ayah, Adi akan ikuti perintah ayah


Adi segera membuka chat dan shareloct yang dikirim dari Arnold


Rumah sakit? siapa yang sedang sakit? apa bunda sakit?. batin Adi semakin ikutan panik takut bundanya yang sakit


Adi terus mengendarai mobil hingga sampai dirumah sakit, disana sudah ada ayah, bunda dan neneknya, lalu Adi berpikir dimana kakeknya? tidak mungkin neneknya kerumah sakit sendirian.


"Assalamualaikum" ucap Adi mencium tangan keluarganya


"Wa'alaikumsalam" jawab mereka


"Ayah ini ada apa?" tanya Adi penasaran


"Adi, temani bunda dan nenek Ras dulu ya, ada yang harus ayah urus" ucap Arnold tidak menjawab pertanyaan anaknya, Adi pun menganggukan kepala tanda setuju


Adi merangkul bunda dan neneknya secara bersamaan, walau hati kecil dia bertanya-tanya, Ada apa ini?.


Tiga puluh menit, Arnold baru kembali bersama dengan seorang dokter, dokter tersebut sahabat Arnold, dia spesialis Jantung.


Kakek Niel dilarikan kerumah sakit karena tiba-tiba dadanya begitu sesak dan sulit bernafas, pada dasarnya memang kakek Niel memiliki Riwayat penyakit jantung dan juga hipertensi.


"Ayah bawa siapa?" tanya Aisyah


"Ini teman ayah, bunda tenang saja ayah Niel pasti sembuh" jawab Arnold duduk dihadapan istrinya, temannya Arnold setelah memperkenalkan diri segera ke ruangan dokter yang menangani kakek Niel dari awal di bawa ke rumah sakit


"Jadi yang sakit kakek Niel" sahut Adi sedih


"Doakan yang terbaik, dan ikhlaskan apapun yang terjadi" ucap Arnold pelan


"Apa Adi boleh melihat kakek Niel?" tanya Adi pelan


"Saat ini kakek Niel belum bisa di jenguk, kita masih harus menunggu" jawab Arnold


"Kaka Khanza mana?" tanya Adi tidak melihat kakanya sejak tadi


"Kaka mu dirumah, ayah meminta Yusuf untuk tidak memberikan kabar ini, sampai dokter menerangkan pada kita semua" jawab Arnold


Arnold memeluk istrinya yang masih bersedih, sedangkan Nenek Ras dipeluk oleh Adi.


"Assalamualaikum" ucap Bayu, Santi dan yang lainnya


"Wa'alaikumsalam" jawab serempak

__ADS_1


"Gimana keadaan ayah, mbak?" tanya Santi pada Aisyah


"Masih menunggu kabar selanjutnya dari dokter, dek" jawab Aisyah lemas


"Kalian hanya bertiga, suamimu mana?" tanya Arnold melihat Bayu dan istri serta Santi


"Lagi keluar kota sudah dua hari, hari ini lagi izin untuk pulang" jawab Santi


Bayu sebagai anak bungsu menggantikan Adi memeluk ibunya, Adi paham kalau unclenya ingin dekat pada nenek Ras, makanya Adi bangun dari duduknya dan berpindah tempat.


"Anak-anak kalian dimana?" tanya Aisyah


"Bimo lagi camping acara dari sekolahnya mbak, aku belum info sama siapapun" jawab Bayu, Bimo adalah anak satu-satunya Bayu sedangkan Santi mempunyai anak perempuan yang kembar


"Rerin dan Rania belum aku kasih tau, dia lagi dirumah eyangnya" timpal Santi


"Adi sehat?" tanya Bayu pada ponakannya


"Alhamdulillah selalu sehat uncle" jawab Adi tersenyum


"Semakin tampan saja kamu" ucap Bayu senyum


"Siapa dulu bundanya yang cantik baik hati tidak sombong, sudah fix pokoknya" jawab Adi tertawa pelan untuk mencairkan suasana


Keluarga yang ada di rumah sakit tersenyum mendengar jawaban Adi yang selalu memuji Aisyah, nenek Ras yang tadinya sedih pun ikut tersenyum menanggapi Adi


"Nenek ternyata kalau senyum mirip sama bunda ya" ucap Adi nyengir


"Mereka berduakan ibu dan anak" sahut Santi


"Aunty Santi beda tuh sama nenek Ras, oh mungkin Aunty tidak sebaik nenek Ras dan bunda ku, makanya tidak mirip" jawab Adi tertawa pelan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


👍🏼 like


📝 komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah 👍🏼📝🎁🎟️


Beda Usia? Tak Masalah 👍🏼📝🎁🎟️

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2