
Sebulan sudah berlalu, Yusuf dan Khanza tinggal dengan Kakek Niel dirumahnya, Yusuf mulai nyaman tinggal di rumah kakek Niel.
Awalnya Yusuf sungkan dan malu, tapi melihat Kakek Niel dan Nene Ras membuat dia sangat sangat bersyukur, begitu banyak kebaikan yang dilakukan oleh kedua orangtua yang renta itu.
Yusuf banyak belajar, Kakek Niel adalah orang yang sabar dan murah senyum kepada siapapun, kegiatan mingguan yang setiap hari di lakukan kakek Niel dan nene Ras membuat dia membuka hati.
Kake Niel dan nene Ras setiap jumat selalu melakukan yang namanya Jumat berkah yang biasa orang orang menyebutnya.
Nene Ras memasak dari pagi hanya untuk disumbangkan ke salah satu masjid, dan akan dibagikan di masjid tersebut.
Yusuf berpikir Pantas saja bunda Aisyah bisa menjadi bunda yang luar biasa, karena itu semua pasti didikan yang diberikan oleh kakek Niel dan nene Ras. batin Yusuf
Khanza melihat Yusuf masuk ke dapur bertanya kepada suaminya, dia takut suaminya membutuhkan sesuatu.
"Kaka butuh apa? nanti aku buatkan" ucap Khanza berhenti sejenak membantu sang nene dan menghampiri Yusuf
"Butuh kehangatan" sahut Yusuf tersenyum
Uhuukkk ... Uhhhukkk (suara batuk)
Nene Ras yang mendengar apa yang di ucapkan oleh cucu mantunya tersedak air, dengan sigap Yusuf membantunya.
"Nek, pelan pelan kalau minum" ucap Yusuf mengelus punggung nene Ras
"Iya maaf tadi mungkin terburu buru" sahut nene Ras tidak enak
"Hahaha, nene ini lucu deh, tadi Yusuf hanya bercanda bilang butuh kehangatan, Yusuf hanya mau buat es kopi jika Khanza tidak sibuk nek" ucap Yusuf menebak neneknya
"Makanya kalau bicara di filter dulu, jangan main ceplas ceplos begitu" sahut Khanza cemberut
"Iya... iya maafin Yusuf ya nek, sayang" ucap Yusuf mencium kepala Khanza
"Kamu lanjut aja ngerjaij tugasnya, aku buatin es kopi dulu yang kamu mau" sahut Khanza mendorong tubuh suaminya agar keluar dari area perdapuran
"Aku sudah selesai, mau bantuin kalian di dapur" ucap Yusuf serius
"Eh, tidak perlu, nene dan Khanza sudah cukup, biasa nenek hanya sendiri" sahut nenek dengan cepat
"Itu dulu, sekarang ada Yusuf dan Khanza, jadi nene dan kakek harus melibatkan kita dalam hal apapun, selagi pas bukan kita berangkat ke kampus" ucap Yusuf mengambil pisau dan talenan
"Kaka di dalam ruangan aja, ini juga tinggal potong timun sedikit lagi lalu di packing kok" sahut Khanza mengambil pisaunya
"Sini, kaka yang potong timunnya, kamu dan nene siapin yang lain sana" ucap Yusuf mengambil pisau dan mulai memotong
__ADS_1
Khanza tau sifat Yusuf yang keras dan tidak mau dibantah, jadi dia membiarkan Yusuf melakukan apa yang dia mau. Khanza mengambil box untuk mulai mengisi makanan, dan di masukan ke dalam plastik, menunya empat sehat lima sempurna loh.
Tidak lama kakek Niel datang dengan beberapa anak remaja dan ada juga ibu ibu.
"Sudah ada yang siap?" tanya kake Niel pada istrinya
"Itu Khanza lagi packing, adek adek dan ibu ibu masuk aja, masih di packing" jawab nene Ras dengan lemah lembut
Anak masjid dan ibu ibu tadi membantu untuk packing agar lebih cepat, karena sudah mau memasukin shalat Jumat.
"Yusuf bersih bersih segera kita ke masjid, biarkan para perempuan yang menyelesaikannya" ucap kakek Niel
"Oke, Kek, Yusuf mandi dulu" sahut Yusuf masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya
"Siapkan pakaian suamimu nak" ucap kake Niel mengingatkan Khanza pada tugasnya
"Baik kakek ku sayang" jawab Khanza tersenyum
Kedua anak remaja yang tadi ikut sudah lebih dulu membawa sebagian makanan untuk di susun di meja dekat masjid dan disana sudah ada yang menjaga meja, salah satu anak gadis.
Setelah rapih Yusuf dan Kakek Niel berpamitan ke Masjid lebih dulu, mereka takut telat. Para perempuan ada yang sibuk packing dan ada yang membersihkan perlatan masak yang tadi digunakan.
"Alhamdulillah beres semua, Ibu Ningsih biarin aja tidak perlu di bersihkan biarkan saya nanti yang bereskan semua" ucap Khanza saat melihat salah satu ibu ibu itu ingin mencuci piring
Khanza tidak menahan lagi apa yang dilakukan, dirinya juga terasa lelah, apalagi neneknya.
"Nene bantuin mereka dulu ya bawain ini semua kemasjid, kamu jangan kemana-mana diam dirumah nanti Aunty Sahila mau datang katanya" ucap nene Ras
"Khanza aja yang bantu angkatin semua, masukin ke dalam mobil, jadi ringan semua, ibu ibu juga pasti pada lelah, masjid kan lumayan juga kalau dari sini jalan kaki" sahut Khanza
"Tidak perlu pakai mobil, nanti putar baliknya dimana?" tanya nene Ras
"Aku berhenti di pertigaan ne, nanti disitu jalan sedikit ke masjid, udah nene aja yang tunggu dirumah, istirahat, tadi Khanza sudah buatkan wedang jahe dan sudah siap tuh dimeja dekat tv" jawab Khanza mulai mengangkat makanan ke dalam mobil Yusuf di bantu dengan yang lain
"Assalamu'alaikum" ucap Sahila datang sendiri
"Wa'alaikumsalam, Aunty" jawab Khanza memeluk Sahila
"Mau kemana?" tanya Sahila melihat gerbang dibuka
"Mau antar ibu ibu itu ke masjid, bawa makanan" jawab Khanza santai
"Aunty bantuin ya" ucap Sahila
__ADS_1
"Eh, jangan, Aunty temani nene Ras di dalam aja, aku juga udah siapkan Wedang Jahe untuk Aunty, ada di teko ya" sahut Khanza senang
"Alhamdulillah, pasti segar itu, ya sudah kamu hati hati ya" ucap Sahila menunggu mobil Khanza keluar dari halaman rumah
Setelah semuanya, Shalat Jumat pun sudah berlalu, Yusuf dan kake Niel kembali pulang kerumah berjalan kaki bersama warga lainnya.
Sampai dirumah Yusuf merasa badannya lelah, dia sejenak berdiskusi dengan kake Niel, tentang usaha yang sedang dirintisnya.
"Ka Yusuf makan dulu yuk, kaka kan tadi belum makan" ucap Khanza khawatir
"Tadi di masjid itu ada yang bawa snack lalu di bagikan setelah shalat jumat, karena kaka nunggu kake disana jadi kaka makan itu, dan sudah cukup kenyang" jawab Yusuf lembut
"Beneran?" tanya Khanza memastikan lagi
"Iya henar, kaka sekarang ngantuk banget" jawab Yusuf tersenyum
"Kalian istirahat saja sana, pasti lelah, sudah kuliah lalu bantuin nene" ucap kakek Niel kasihan lihat cucu mantunya lelah
"Kita ke kamar dulu ya Kek" sahut Yusuf merangkul istrinya ke dalam kamar
Sampai di kamar mereka rebahkan tubuhnya yang lelah. Begitu juga Author ikut tertidur karena ngantuk tidak ada yang kasih Kopi dari Readersnya πππ€£π€£π€£
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.