KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Mencari Pekerjaan Baru


__ADS_3

"Maksud ayah apa?" tanya Khanza tidak paham


"Kamu curiga bukan dengan suamimu?" tanya balik Arnold


"Apa yang harus dicurigai, ayah jangan mempengaruhi anak deh" sahut Aisyah


"Ayah ini laki-laki bun, jadi paham gerak-gerik laki-laki" jawab Arnold


"Bunda tau, tapi tidak semua laki-laki buruk, jadi jangan mempengaruhi anaknya, harusnya ayah menyemangati Kaka" ucap Aisyah


"Kak Yusuf selingkuh?" tanya Adi membuat Aisyah dan Arnold melotot


"Kamu lagi bicara apa sih" sahut Aisyah menegur Adi


"Maaf, kemarin Adi melihat kak Yusuf dengan perempuan seksooyyy" jawab Adi nyengir


"Jam berapa?" tanya Khanza penasaran


"Sekitar jam sepuluh pagi, pas Adi mau rapat dengan klien" jawab Adi santai


"Oh, itu klien papih, dan kak Yusuf yang mewakili, kak Yusuf juga cerita dan menunjukan foto kliennya" ucap Khanza tenang dan dia yakin itu klien papihnya


"Mana fotonya, Adi mau lihat sama atau tidak" jawab Adi menatap kakanya


"Kamu lihat jelas wanitanya?" tanya Khanza


"Iya dong, bahkan saat wanita itu pergi mobilnya bersebelah dengan mobil ku" jawab Adi


Khanza mencari foto yang dikirim Yusuf saat bertemu dengan Dewi.


"Ini bukan?" tanya Khanza, Adi menatap foto wanita tersebut


"Jangan lama-lama lihatnya, nanti mata mu bunda colok" ucap Aisyah tegas membuat Adi nyengir


"Hehehe, maaf bunda, iya itu benar wanita yang kemarin Adi lihat, seksooyyy kan kak" sahut Adi


"Kak Yusuf tuh marah sama papih, karena menyuruh dia untuk menggantikan papih, dia tidak nyaman dengan wanita ini" ucap Khanza memulai berbicara lebih dulu tentang masalahnya


"Lalu Yusuf melakukan apa saat menolak?" tanya Arnold pelan


"Hanya menolak saja, tapi papih meminta tolong sama aku untuk membujuk Yusuf supaya bekerja lebih profesional" jawab Khanza


"Kak Yusuf itu terlalu bucin sama dirimu kaka sayang" sahut Adi memegang kedua pipi Khanza lalu menciumnya


Aisyah sama Arnold hanya tersenyum melihat tingkah Adi yang konyol tapi memiliki sisi pelindung untuk Khanza.

__ADS_1


"Tapi saat kamu meminta Yusuf langsung mau bertemu kliennya itu?" tanya Arnold


"Iya aku paksa supaya, tapi kak Yusuf juga tau kalau aku dichat oleh papih untuk membujuk, nah disitu kak Yusuf marah pergi ke kantor papih" jawab Khanza


"Setelah itu" ucap Arnold


"Kemarin siang dia pulang kerumah, terus aku tanya kenapa pulang, tidak ke kantor saja, dan itu akan membuang waktu, kemarin pun aku paksa supaya ke kantor, eh ternyata malah kak Yusuf semakin ngambek sama aku dan tidak ke kantor, entah pergi kemana" jawab Khanza sendu


"Pagi ini dia bilang mau kemana?" tanya Aisyah penasaran


"Hanya jawab mau ke kantor pagi-pagi, ada yang perlu di urus olehnya" jawab Khanza


"Ayah akan cari tau, seperti ada yang mengganjal di hati ayah dengan ceritamu lalu dengan sikap Yusuf yang tadi pagi" sahut Arnold menenangkan anaknya


"Jangan gegabah dalam bertindak" timpal Aisyah


"Insyaallah tidak, demi kebaikan semuanya bukan, ayah berangkat dulu ke kantor karena anak bujangmu hari ini katanya tidak mau masuk ke kantor" tutur Arnold


"Adi, kenapa tidak mau ke kantor?" tanya Aisyah melihat anaknya


"Males, bunda mau tau kenapa?" jawab Adi santai, Aisyah menganggukan kepalanya


"Karena perusahaan ayah juga bekerja sama dengan wanita yang itu, klien kak Yusuf" sahut Adi


"Tau dari mana kamu?" tanya Arnold


"Lebih baik Adi saja yang masuk ke kantor, ayah dirumah saja" ucap Aisyah khawatir, sejak melihat foto yang tadi Khanza perlihatkan


"Hahaha, bunda takut ayah kecantol wanita seksooyyy itu ya" sahut Adi menertawakan bundanya yang terlihat cemburu


"Tidak ada protes, kamu saja yang ke kantor" ucap Aisyah tegas


"Uluh... uluh, bunda ku ternyata pencemburu juga toh, baru tau hihihi" sahut Adi masih tertawa


Plakk... suara pukulan


"Awws sakit Kak" ucap Adi mengelus bahunya yang dipukul keras oleh Khanza


"Lagian kamu godain bunda aja, yang dibilang bunda benar, kamu saja yang ke kantor, kaka tidak mau punya ibu tiri kalau sampai ayah kecantol" sahut Khanza tersenyum


"Ya Allah, apa kalian tidak percaya sama ayah, kalau ayah bisa menjaga hati ini hanya untuk dua bidadari ayah" ucap Arnold melihat Khanza dan Aisyah secara bergantian


"Kita tidak tau kapan setan itu melintas, lebih baik jaga-jaga" sahut Khanza


"Oke deh, Adi yang meluncur ke kantor sekarang" ucap Adi mempercepat makan buahnya

__ADS_1


Kantor Yusuf


"Yusuf tumben pagi-pagi sudah datang, papih senang sekali, oh iya kemarin kamu kemana tidak balik lagi ke kantor" ucap papih menepuk pelan bahu Yusuf


"Saya kesini ingin keruangan HRD, dan memberikan surat ini" jawab Yusuf menunjukan surat yang dibawa


"Surat apa?" tanya papih bingung


"Surat pengunduran diri saya" jawab Yusuf meninggalkan papihnya seorang diri di lobby


Tidak boleh Yusuf pergi dari kantor ini, dia pewaris kantor ini. batin papih


Yusuf sudah selesai dengan urusannya, berhubung HRD nya tidak suka dengan Yusuf, maka dengan mudah status Yusuf bukanlah karyawan lagi diperusahaan tersebut.


Bismillah, semoga ini langkah awal aku memulai semuanya dari nol, dan diberikan kelancaran. batin Yusuf setelah keluar dari lobby perusahaan


Yusuf berkeliling mencari kerja dan dia tidak membawa nama belakangnya Mahadika, dan ternyata sangat sulit mencari pekerjaan tidak seperti yang dia bayangkan.


"Sulit sekali ya, segini aku memiliki pendidikan yang cukup, apalagi orang yang memiliki pendidikan yang terbatas pasti lebih sangat sulit mencari pekerjaan" ucap Yusuf sendiri


"Atau aku mencantumkan saja pengalaman kerja ya, setidaknya orang tidak mengenal aku sebagai anak dan cucu dari keluarga Mahadika" lirih Yusuf lagi memandang map coklat yang dia pegang


Akhirnya Yusuf diterima di salah satu perusahaan, walaupun perusahaan tersebut tidak lah besar dengan hanya perusahaan biasa-biasa saja, bahkan Yusuf melupakan makan siangnya.


Waktu sudah semakin sore, Yusuf bergegas untuk pulang kerumah, ada perasaan senang dia sudah mendapatkan pekerjaan tapi ada perasaan sedih karena penghasilan yang dia dapat perbulannya sangat jauh berbeda dengan perusahaan papihnya, ada rasa khawatir untuk membiayai pendidikan istrinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2