
"Oh iya bun, kaka dan kak Yusuf punya rencana ingin menunaikan ibadah umroh, kira-kira bunda punya punya rekomendasi travel untuk kami" ucap Khanza antusias
"Alhamdulillah, bisa menjalankan ibadah umroh lagi, dan sekarang dengan suami tercinta" jawab Aisyah menggoda Khanza yang sedang malu
"Sebenarnya Yusuf ngajak Khanza jalan-jalan bun, cuma Khanza milih umroh" ucap Yusuf tenang
"Dari pada jalan-jalan mendingan ibadah dulu kan, nanti setelah umroh baru buat planning honeymoon" jawab Aisyah tersenyum menggoda Khanza
"Apa sih bunda, honeymoon sudah lewat tau, ngapain juga bahas itu sih, kaka kan tanya biro perjalanan umroh gitu" ucap Khanza cemberut
"Holla semuanya" ucap Adi baru datang
"Bahasa Indonesia kamu berapa sih dek, Hallo jadi Holla" jawab Khanza kesal
"Lah kaka ku kenapa bun, seperti lagi sensitif sekali" ucap Adi mencium pipi bunda tercinta
"Ulangin masuknya" jawab Aisyah menatap Adi tajam
"Hehehe, oke maaf bunda" ucap Adi berlari ke pintu dekat garasi
Tok....tok....tok
"Assalamu'alaikum" ucap Adi mengulangi cara masuk rumah
"Wa'alaikumsalam" jawab serempak
"Begitu kan enak, masuk ketuk pintu lalu ucapkan salam, buat orang adem kan hatinya" ucap Aisyah menasehati Adi yang selalu bersikap konyol
"Maaf bundaku sayang jangan marah" jawab Adi memeluk bundanya
"Adiiiii, kenapa sih kamu itu selalu datang ndak diwaktu yang tepat" ucap Khanza kesal
"Sabar, sama adik sendiri masa begitu" jawab Yusuf menenangkan Khanza
"Kaka lagi PMS ya? kak Yusuf yang sabar ya" ucap Adi meledek Khanza
"Adi, ndak boleh begitu sayang" tegur Aisyah lembut
"Permisi bu maaf ganggu" ucap pa Yono ramah
Yang lain langsung pada melihat ke arah pa Yono.
"Ada apa pa Yono?" tanya Adi santai masih memeluk bundanya
"Diluar ada tamu, ingin main ke sini" jawab pa Yono
"Namanya siapa pa? lalu cari siapa?" tanya Khanza ramah
Di halaman luar
"Ternyata ini rumah kak Khanza, sederhana, ngga seperti rumah papih dan mamih, tapi penasaran dengan keluarganya" ucap perempuan
"Permisi mbak, silahkan masuk sudah di izinkan oleh ibu" jawab pa Yono ramah pada perempuan itu dan bibi membukakan pintu dari dalam
"Terima kasih ya pa" ucap perempuan itu masuk kedalam setelah dipersilahkan
__ADS_1
"Silahkan duduk mbak, ibu lagi bersiap dulu" ucap bibi ramah
"Terima kasih" jawabnya santai
Wow, baru masuk aja disuguhkan pemandangan yang adem dan indah, wallpaper Mekkah dan Madinah, dan beberapa foto dalam bingkai kecil, apa keluarga ini agamis ya, tapi keluarga ku juga ngga kalah agamis, hanya mamih ku begitu sih. Gumam perempuan itu dalam hati
"Assalamu'alaikum" ucap Aisyah lembut tersenyum
"Wa'alaikumsalam" jawab perempuan itu
"Ya Allah, apakah ini bidadari" ucap perempuan itu terkesima melihat Aisyah
"Kamu ini ada-ada saja, siapa yang bidadari" tanya Aisyah membuyarkan kekaguman perempuan itu
"Eh, maaf bu, ngga bermaksud gimana gitu" jawab perempuan itu jadi canggung
"Hahaha, ndak apa-apa, silahkan duduk, kalo boleh tau kamu ini siapa namanya dan darimana?" tanya Aisyah lembut
"Astaghfirullah, maaf saya jadi lupa memperkenalkan diri, saya Zalin bu adiknya kak Yusuf, saya dapat alamat rumah ini dari kak Khanza tadi pagi, kira-kira kak Yusuf dan Kak Khanza nya ada bu?" tanya Zalin ramah
"Masyaa Allah, ternyata adiknya Yusuf, cantik" jawab Aisyah tersenyum manis
Manis banget sih senyumannya padahal aku perempuan tapi terkesima melihatnya, apalagi laki-laki yang melihat, eh tunggu ini orangtuanya kak Khanza berarti ya. Batin Zalin
"Hey, kok melamun sayang" ucap Aisyah lembut membuat Zalin ingin memeluknya
Diruang Tv
"Kak Yusuf, kak Khanza punya hutang sama aku sebelum menikah" ucap Adi membuat Yusuf kaget
"Berapa hutangnya biar kaka yang bayar" ucap Yusuf pada Adi
"Bohong kak, aku ndak punya utang sama dia, dia tuh ngawur makin lama" jawab Khanza cepat mengambil donpet Yusuf yang sudah di keluarkan
"Hilih, kaka itu memang punya hutang dengan ku, tapi Hutang bergoyang-goyang. Hahahahaha" ucap Adi tertawa bahagi
"Ahhhh, Adi, kaka ndak akan mau goyang-goyang ndak jelas kaya waktu itu" jawab Khanza kesal
"Kak Yusuf mau lihat ndak videonya, lucu tau" ucap Adi mencari file video
"Adii, jangan konyol deh" ucap Khanza mengejar Adi yang berlarian dekat meja makan
"Hahaha... kaka geli.... hahahaha, ampun kak, hahaha bunda tolong" teriak Adi tertawa kegelian di gelitiki Khanza
"Makanya jadi adik itu jangan buka aib kakanya" ucap Khanza masih menggelitiki
"Sayang, kasihan Adi" ucap Yusuf melepaskan gelitikan Khanza pada Adi
"Lagian dia mau buka aib aku ke kamu" jawab Khanza kesal melihat Adi
"Tapi kaka penasaran juga jadinya" ucap Yusuf tersenyum
"Nih kak Yusuf, Adi kasih lihat" jawab Adi menyodorkan ponselnya
"Adiii" teriak Khanza menjambak rambut Adi
__ADS_1
Ruang Tamu
"Itu rame sekali" ucap Zalin penasaran dari tadi mendengarkan suara orang ketawa, minta tolong dan teriakan
"Biasa itu Khanza lagi ribut dengan adiknya, Ayo masuk kedalam, sekalian bunda kenalkan pada anak bunda yang lain" ucap Aisyah lembut
"Makasih ya bunda" jawab Zalin memanggil bunda juga karena disuruh oleh Aisyah
"Hei, apaan ini" ucap Aisyah melihat bantal sofa berantakan
"Ini bun, Adi nge...." jawab Khanza terpotong saat melihat Zalin
"Zalin" ucap Khanza membuat Yusuf menoleh ke arah samping
"Zalin, kamu ngapain disini?" tanya Yusuf kaget melihat adiknya
"Mau main, dirumah bete kak, mamih lagi berantem dengan papih" jawab Zalin sedih
"Astaghfirullah" ucap semua orang yang ada ruang tv
Yusuf yang melihat Zalin sedih, langsung memeluk adiknya.
"Maafin kaka ya, sudah kamu jangan sedih" ucap Yusuf menenangkan adiknya
"Zalin kesini sama siapa dek?" tanya Khanza khawatir
"Naik taxi online kak, terus tanya satpam depan di unjukin rumah yang ini" jawab Zalin memeluk Khanza
"Ya sudah, Zalin disini aja dulu, tapi tetap Zalin harus menghubungi salah satu orangtua Zalin, beri kabar ke mereka, kalo kamu sedang main disini" ucap Aisyah lembut membelai kepala Zalin yang terbalut hijabnya
"Biar Yusuf yang menghubungi papih, dan kasih info kalo Zalin disini" jawab Yusuf tenang
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia, Tak Masalah ππΌππποΈ
Berikan dukungan juga untuk Kedua cerita ini. Oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang No. 1 ya, karena masih sambungan cerita
__ADS_1