
Selesai shalat subuh Aisyah dan Arnold begitu sibuk menyiapkan keperluan untuk acara lamaran Zalin.
Aisyah begitu semangat, karena memang Zalin yang belum menikah, jadi dia berharap ini jodoh Zalin.
Rumah Yusuf sudah rapih dan siap untuk menyambut kedatangan tamunya.
Zalin sendiri masih di dalam kamar mempersiapkan diri, dia begitu deg-deg an menghadapi acara yang akan datanh.
"Kak Yusuf, apa hari ini mamih kakak datang?" tanya Adi
"Kurang tau deh, tapi beliau tau kalau ada yang ingin bertaaruf dengan Zalin" jawab Yusuf
"Oh gitu" ucap Adi singkat
"Ada apa?" tanya Yusuf
"Tidak ada, aku cuma males aja kalau nanti dia buat ulah apalagi dengan bunda, maaf kak Yusuf bukan berarti aku membencinya, tapi hanya malas menanggapinya bila mencari ribut duluan" jawab Adi tenang
"Kakak akan terus usaha, agar mamih kakak tidak menyakiti perasaan bunda atau ayah" ucap Yusuf meyakinkan adik iparnya
"Ya sudah, Adi kembali kerumah dulu deh" jawab Adi pergi dari rumah Yusuf
Dirumahnya Adi melihat Aira dan bundanya sedang asik membuat kue, sebelum acara Zalin dimulai, Aira memang ingin membuat kue untuk Adi, jadi Aisyah membantunya.
"Haduh, kalian untuk apa sibuk-sibuk buat kue sendiri, kan bisa pesan, nanti kalau bunda sakit gimana, kamu juga Aira, nanti kelelahan bahaya untuk kandunganmu" tutur Adi kesal
"Bawel kamu, sana jauh-jauh, lagian buat kuenya tidak banyak" jawab Aisyah
"Sudahlah kalian berhenti buat kue, kita pesan saja" ucap Adi tidak mau kalah
"Ini tuh kue buat makan Aira sendiri, bukan buat acara" jawab Aira
"Maksudnya?" tanya Adi jadi loading
"Iya Aira lagi ingin buat kue, dan ini hanya sedikit untuk sendiri doang, makany bunda bantuin aku supaya aku tidak kelelahan" jawab Aira senyum
"Apa itu yang namanya ngidam?" tanya Adi penasaran
"Bisa dibilang gitu" sahut Aisyah
"Ya sudah sini Adi bantuin kalian" jawab Adi sudah berdiri disamping Aira
"Mas Adi di kamar saja, ini tinggal di panggang doang, mas Adi telat kalau mau bantuin" sahut Aira
"Kamu tidak bilang kalau mau buat kue karena ngidam" jawab Adi
"Namanya ngidam itu dadakan, lah kamu sendiri dari tadi sibuk bolak balik ke rumah kakakmu" ucap Aisyah
"Aku kesana hanya memastikan, nenek lampir tidak akan berbuat ulah pada bunda" jawab Adi asal
"Husst, bicara yang baik bisa kan, kasihan kak Yusuf jika kita terlalu menuntut agar mamihnga kalem" ucap Aisyah menegur anaknya
__ADS_1
"Minimal tidak menjelekan bunda lah" jawab Adi
"Aira, jika nanti Adi bertingkah, bunda titip dia ya, langsung bawa dia pulang acara" ucap Aisyah berhati-hati
"Iya bun, tapi masa iya setiap acara beliau mau marah-marah, kan tidak mungkin kali bun" jawab Aira bingung
"Orang itu memang begitu, tanpa menghina mungkin hidupnya hampa, makanya rajin menghina bunda dan kak Khanza" sahut Adi kesal
"Konsentrasi bunda jadi hilang gara-gara Adi" ucap Aisyah sengaja
"Ya allah, segitunya kah Adi, membuat bunda kehilangan konsentrasi membuat kue" sahut Adi tambah kesal
"Mas Adi ke kamar saja nanti Aira buatkan susu almond, ayah juga tadi kembali ke kamar lagi" jawab Aira
"Bosen susu almond terus, maunya susu dari sumbernya langsung" ucap Adi langsung pergi meninggalkan Aira sambil tertawa
Aira yang mendapat jawaban seperti itu merona malu, apalagi di depan bundanya.
"Itu anak mulutnya ya, bener-bener tidak bisa di jaga" sahut Aisyah
Sambil menunggu kuenya jadi Aisyah kembali ke kamar duluan, Aira menitipkan pada bibi, dia juga membawakan susu almond untuk Adi.
"Susu Almond" ucap Adi melihat Aira meletakan gelas susu
"Iya, biasanya kan tiap pagi minun itu" jawab Aira
"Tadi kan aku sudah bilang bosan, maunya langsung dari sumbernya" ucap Adi menaik turunkan alisnya
"Lah bukan dari sapi dong Aira, masa aku minun susu dari itunya sapi" ucap Adi melotot
"Katanya kan dari sumbernya langsung" jawab Aira sengaja
"Tapi bukan sapi" ucap Adi menepuk dahinya sendiri
"Ya maaf, yang Aira tau itu ya dari sapi" jawab Aira
Adi langsung memeluk istrinya karena gemas.
"Kamu itu polos atau pura-pura polos?" tanya Adi tepat di telinga Aira
"Aira pakai baju nih, tidak polos" jawab Aira santai walau jantungnya berdetak kencang
"Hadeh, bener-bener cape deh bicara sama kamu" ucap Adi
"Mas Adi istirahat dulu saja, kalau sudah tidak cape baru bicara lagi sama Aira" jawab Aira
"Au ah" ucap Adi meminun susu tersebut dan Aira hanya tersenyum melihat suaminya
Adi melirik ke arah Aira yang sedang memperhatikan sambil tersenyum ada rasa bahagia dan juga ada rasa bingung.
"Awas nanti jatuh cinta apabila terus memandang aku begitu" ucap Adi santai
__ADS_1
"Justru Aira ingin membalas cinta mas Adi segera mungkin" jawab Aira
"Jika kamu belum bisa membuka hati, maka cinta itu tidak akan tumbuh" ucap Adi
"Iya namanya juga lagi usaha, berdoa aja semoga berhasil" jawab Aira
Rumah Yusuf
"Kak Yusuf, papih dan mamih datang jam berapa?" tanya Khanza
"Katanya jam 7 baru jalan dari rumah, perjalanan ke sini kan sebentar, lebih baik pas mepet aja waktunya, kakak pusing kalau ada keributan lagi" jawab Yusuf
"Apapun yang terjadi harus kita hadapi, mau tidak mau, apalagi itu kan orangtua kita, kak" ucap Khanza duduk disamping suaminya
"Gimana caranya mamih tidak membuat keributan" pikir Yusuf
"Turuti kemauannya" jawab Khanza
"Termasuk keinginannya itu aku harus meninggalkan mu" ucap Yusuf memandang istrinya
"Itu terserah kak Yusuf" jawab Khanza pelan dan menunduk
"Aku tidak mungkin menuruti keinginan mamih apapun itu, yang membuat rumah tangga kita hancur, jadi tidak akan pernah sekalipun aku nurut sama mamih" ucap Yusuf
"Tapi surga kak Yusuf masih pada mamih" jawab Khanza
"Sudah lah jangan bahas ini, harus nya kita bahas untuk mood boster kita bukan membuat kita galau gulana begini" ucap Yusuf membelai wajah istrinya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.
__ADS_1