
Dewi menghampiri Yusuf dengan berlenggak-lenggok, hingga di hadapan Yusuf
"Halo Yusuf, akhirnya kamu datang tepat waktu, kalau tidak mungkin saya sudah menarik semua saham yang ada di perusahaan tersebut" ucap Dewi melepaskan kacamata hitamnya
Yusuf pun menoleh ke sumber suara dan ikut melepaskan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya sejak pagi serta menatap Dewi.
"Bagaimana perjalanan ke sini pak Yusuf, apakah ada yang membuat anda tertarik" ucap Dewi tersenyum
Yusuf hanya lihatin Dewi saja.
Pasti dia mulai tertarik padaku, akan aku buat kamu benar-benar tertarik, apalagi hanya seorang karyawan, pasti mudah jatuh ke pelukan siapapun. batin Dewi percaya diri
"Tidak ada satupun yang tertarik buat saya dijalan maupun di tempat ini" jawab Yusuf datar
"Pak Yusuf yakin tidak ada melihat sesuatu yang indah, coba di ingat-ingat kembali" ucap Dewi mendekat ke arah Yusuf, saat ini Dewi memakai pakaian yang cukup terbuka jadi dia berharap Yusuf tergoda
Yusuf mulai menangkap pertanyaan dari Dewi saat pandangannya tidak sengaja melihat bagian atas Dewi yang besar, lalu Yusuf membuang mukanya ke arah lain.
Astaghfirullah, padahal masih pagi, setan kok sudah berkeliaran ya. batin Yusut tenang
"Oh ya, yang membuat saya tertarik pagi ini adalah tadi di jalan saya melihat seorang nenek-nenek penjual donat bersama cucunya, begitu lucu cucunya tersebut" ucap Yusuf membayangkan anak kecil tadi yang dia lihat
"Tapi bukan hanya itu saja, hari ini pun saya sial, karena melihat setan di jam-jam segini, semoga setan itu cepat sadar, bahwa perbuatannya tidak baik" tutur Yusut tersenyum meledek dan menjauh dari Dewi dengan memakai kembali kacamata hitamnya
"Hahaha, tidak ada setan pak Yusuf di jaman modern seperti sekarang, mereka hanya banyak di dalam dunia film dan dongeng" sahut Dewi tertawa lalu mengikuti langkah kaki Yusuf
"Tanpa basa basi lagi, kita langsung saja dengan pekerjaan yang seharusnya" ucap Yusuf tegas
"Anda buru-buru sekali pak Yusuf, kita saling mengenal lebih dulu, supaya kerjasama kita semakin lancar" jawab Dewi
"Maaf ibu Dewi terhormat, waktunya bukan hanya meninjau proyek ini, tapi masih yang lainnya, jadi jika ibu Dewi memang mempunya waktu yang bebas itu urusan ibu Dewi, dan kalau ibu Dewi ingin berlama disini silahkan juga, saya tidak akan melarang dan lain kali jangan lupa bawa pengawal ke sini supaya tidak bete" tutur Yusuf kesal
Yusuf dan Dewi mulai menyusuri proyek-proyek yang sedang dibuat, Yusuf begitu profesional memberikan informasi dari pembangunan A hingga ke Z, Dewi hanya memandang Yusuf semakin kagum, dia akan berusaha untuk terus berdekatan dengan Yusuf dan dia akan meminta pada kedua orangtuanya supaya proyek itu dia terus yang menanganinya.
"Oke, pertemuan kita untuk hari selesai, saya harap kalian-kalian bisa bekerjasama dengan baik, dan jika ada kekurangan atau membutuhkan apapun bisa hubungi kantor" ucap Yusuf setelah memberikan arahan pada para pekerja di proyek
__ADS_1
"Baik pak Terima kasih" jawab salah satu pekerja
"Kalau begitu saya permisi lebih dulu, selamat siang semua" ucap Yusuf tersenyum
Manis sekali senyumannya, semakin tambah tampan. batin Dewi
Yusuf pergi begitu saja tanpa mempedulikan Dewi, Dewi sendiri sadar dari lamunannya kembali mengejar Yusuf
"Pak Yusuf, tunggu" ucap Dewi tapi di abaikan Yusuf
"Pak Yusuf, urusan kita belum selesai" ucap Dewi kembali sedikit keras suaranya, Yusuf pun berhenti dan memandang Dewi dengan kesal
"Maksudnya urusan apa yang belum selesai?" tanya Yusuf dengan tatapan seram bagi Dewi
"Ini jam makan siang, biasanya saya selalu membawa klien saya untuk makan bersama" jawab Dewi
"Oke, baik" sahut Yusuf membuat Dewi senang, Yusuf mengambil salah satu pengeras suara seperti toa
"Pengumuman untuk semua, harap berkumpul disini" teriak Yusuf
"Apa ada yang penting lagi pak Yusuf, sehingga memanggil kita kemari" tanya Mandor tersebut
"Iya ada hal penting, hari ini Ibu Dewi akan mengajak kita makan siang bersama di salah satu restoran, semua ini dia lakukan supaya kalian yang baru bergabung kerjasama dengan beliau nyaman dan senang, benar begitu ibu Dewi" tutur Yusuf tersenyum sinis
Dewi pun kaget mendengar ucapan Yusuf, itu semua tidak mungkin dia lakukan, makan bareng dengan pekerja baginya harga diri dia jatuh.
"Ibu Dewi, apakah jadi mentraktir semuanya" tanya Yusuf menegaskan
"Hah, saya baru ingat, bahwa hari ini masih ada pertemuan dengan salah satu klien dari perusahaan lain, mungkin untuk makan-makan di tunda saja dulu ya, saya permisi selamat siang" jawab Dewi berjalan sedikit cepat meninggalkan kerumunan orang
"Dasar setan berwujud manusia" lirih Yusuf senang bisa mengerjai Dewi
"Yah, tidak jadi makan enak kita hari ini" ucap pekerja lainnya
"Tenang saja, saya akan memesankan makan siang yang enak untuk kalian semua, tapi saya butuh bantuan pada kalian" sahut Yusuf serius
__ADS_1
"Alhamdulillah, jadi makan enak, tapi bantuan apa pak Yusuf" tanya pekerja
"Sebenarnya saya tidak nyaman dengan ibu Dewi, dia selalu nempel dengan saya, bagi saya dia itu hantu gentayangan di pagi, siang sore dan malam hari, jadi saya minta bantuan pada kalian apabila saya dan ibu Dewi kembali ke sini tolong kalian sebisa mungkin berikan saya jarak padanya, bagaimana?" tutur Yusuf
"Itu sangat mudah pak, ibu Dewi terlihat jijik melihat kita, jadi kita sering-sering saja mendekati pak Yusuf juga pasti dia akan risih, saya harap pak Yusuf tidak jijik dengan kami yang hanya pekerja di bawah terik panasnya matahari dunia" jawab pekerja
"Oke, ide bagus terima kasih, saya sudah memesan makanan, tinggal di tunggu saja ya, selamat siang, Assalamualaikum" ucap Yusuf
"Wa'alaikumsalam, siang pak Yusuf hati-hati di jalan" jawab semua para pekerja
Yusuf dengan santai berjalan ke arah parkiran, dan mulai melajukan mobilnya untuk bertemu Khanza dirumah, Yusuf tau hari ini Khanza merajuk padanya karena tadi pagi melarang untuk pergi ke kampus.
Maafkan aku ya sayang untuk hari ini, aku harap kamu tidak lama ngambeknya. batin Yusuf
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.