
Yusuf dengan santai berjalan ke arah parkiran, dan mulai melajukan mobilnya untuk bertemu Khanza dirumah, Yusuf tau hari ini Khanza merajuk padanya karena tadi pagi melarang untuk pergi ke kampus.
Maafkan aku ya sayang untuk hari ini, aku harap kamu tidak lama ngambeknya. batin Yusuf
Yusuf melewati banyaknya penjual bunga-bunga, lalu dia berinisiatif membelikan bunga tersebut untuk istrinya.
"Saya mau bunga Tulip dong dua" ucap Yusuf ramah
"Sebentar ya pak" jawab penjual tak kalah ramah
Disaat penjual sedang membuat pesanan Yusuf, Yusuf menghubungi istrinya.
📱Yusuf
Assalamualaikum, Darling
📱 Khanza
Wa'alaikumsalam
📱Yusuf
Suaranya ketus sekali, marah sama kaka
📱 Khanza
Biasa aja
📱Yusuf
Maaf deh, kaka salah hari ini, tapi jangan ngambek dong
📱Khanza
Aku lagi mengerjakan tugas, nanti saja teleponnya, kaka juga lanjut saja bekerjanya, Assalamualaikum
📱Yusuf
Darling, Wa'alaikumsalam
"Yah kok asal ditutup begitu aja sih" gerutu Yusuf "Jangan sampai benaran marah nih" ucap Yusuf
"Maaf pak, ini bunganya" ucap penjual memberikan dua bunga
"Ini uangnya, ambil saja kembaliannya" sahut Yusuf segera berlari kecil ke arah mobil
"Anak muda lagi jatuh cinta, dan lagi berantem sepertinya" tebak si penjual tersenyum
Yusuf mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, supaya bisa sampai rumah.
"Assalamualaikum" ucap Yusuf saat tiba dirumah
"Wa'alaikumsalam, kok sudah pulang?" tanya Aisyah
"Mau makan siang dirumah bun, boleh kan" jawab Yusuf
"Boleh dong, tapi istrimu belum keluar kamar" ucap Aisyah lembut
"Nanti aku yang ajak dia makan bareng, ini bunga untuk bunda tersayang ku" jawab Yusuf memberikan satu bunga untuk Aisyah
"Dalam rangka apa ngasih bunga?" tanya Aisyah tersenyum
"Hemm, dalam rangka bunda sudah melahirkan anak wanita nan cantik dan baik serta hebat seperti Khanza" jawab Yusuf
__ADS_1
"Terima kasih bunganya, sudah sana panggil istrimu, segera makan siang lalu kembali bekerja ya" ucap Aisyah
"Siap bunda sayang" jawab Yusuf masuk kedalam kamar
"Assalamualaikum, darling" ucap Yusuf mencium pipi Khanza dari belakang
"Wa'alaikumsalam, kaka kenapa pulang sih" jawab Khanza kesal
"Kaka mau makan siang dirumah bersama kamu, ini kaka belikan bunga" ucap Yusuf memberikan bunganya lalu tersenyum
"Kenapa tidak makan siang di kantor, jadi tidak membuang waktu" jawab Khanza
"Memang tidak boleh kaka makan siang disini?" tanya Yusuf mulai bete
"Bukan tidak boleh, kalau kaka begini terus kapan kaka mau bekerja dengan baik dan benar" jawab Khanza
"Ya sudah, kaka balik lagi ke kantor, Assalamualaikum" ucap Yusuf kesal lalu pergi tanpa pamit pada Aisyah lagi
Ada apa dengan Yusuf, bukannya tadi baik-baik saja. batin Aisyah
"Begitu saja marah, kalau memang tidak mau melihat aku tinggal bilang dari awal" gerutu Yusuf selama di perjalanan
Dirumah Aisyah
"Kak, ada apa? bukannya Yusuf tadi pulang mau makan siang? kenapa pergi lagi" tanya Aisyah hati-hati
"Kebiasaan kak Yusuf, bun. Masa setiap jam makan siang pergi dari kantor, sebenarnya dia itu dia itu ingin di kasih surat peringatan sama pihak kantor" jawab Khanza
"Bunda paham itu, sudah tidak apa-apa, tapi lain kali semarah-marahnya kamu layani saja dulu suamimu dan temani dia saat makan siang, kalau bener dia pergi ke kantor kalau sekarang ternyata dia tidak tau pergi kemana, bagaimana?" tutur Aisyah ingat sekali suaminya dulu sama seperti Yusuf, alhasil Arnold malah pergi hingga larut malam ke salah satu tempat yang tenang
"Kaka hanya mau, kak Yusuf itu lebih tanggung jawab sama pekerjaannya bun, bukan sekedar main-main, dia kalau diperusahaan lain pasti sudah di pecat dari awal" ucap Khanza
"Tenangkan pikiranmu, nanti coba hubungi kantor Yusuf, dia sudah kembali belum" jawab Aisyah mencoba menenangkan anaknya dan khawatir pada Yusuf
"Dari Yusuf, dia memberikan pada bunda satu dan satunya untukmu kata dia begitu" jawab Aisyah tersenyum
Kak Yusuf begitu perhatian pada bunda. batin Khanza bahagia
"Sekarang kita makan berdua saja ya, yuk" ucap Aisyah mengajak anaknya untuk makan
Benar saja Yusuf tidak ke kantor, dia pergi kerumah temannya.
"Bro, akhirnya sampai juga kesini, dasar sombong sudah nikah lupa dengan kita" ucap temannya bernama Aryo
"Bukan sombong, semenjak nikah aja ada deh masalah" jawab Yusuf
"Berarti tidak bahagia dong" sahut Bimo tertawa
"Bahagia, hanya saja orangtua aku yang begitulah cape jelasinnya" jawab Yusuf
"Pernikahan kamu kan sudah lama, mana nih teman main buat anak ku" ucap Raka teman Yusuf yang sudah menikah juga
"Doain aja semoga calon anak aku bisa lahir sehat wal afiat deh" jawab Yusuf
"Alhamdulillah, beneran istri kamu lagi hamil?" tanya Aryo penasaran
"Iya, Alhamdulillah, penantian lama tidak sia-sia deh" jawab Yusuf
"Di doakan yang terbaik untuk keluarga kecilmu, kapan-kapan kita kumpul ajak istrimu dan istrimu juga Raka" ucap Bimo
"Insyaallah" jawab Raka dan Yusuf
Yusuf bersenang-senang dengan temannya, hingga dia lupa dengan masalah dan amarahnya pada Khanza yang cuek saat tadi dia pulang, Yusuf sengaja main supaya menghilangkan itu semua.
__ADS_1
Yusuf memang pola berpikirnya belum lah dewasa, jadi Khanza benar-benar ekstra sabar menghadapi Yusuf yang terkadang marah terkadang juga romantis.
Hampir lima tahun pernikahan, Khanza banyak memahami sikap dan sifat Yusuf yang menurutnya tidak baik, makanya Khanza lebih banyak mengalah pada Yusuf, dan Yusuf juga orang yang sangat keras dan susah untuk di atur oleh siapapun.
Walaupun terkadang Khanza pernah merasa lelah menghadapi Yusuf, tapi dia mencoba terus bersabar dan dia juga tidak ingin mengucapkan kata menyesal menikah dengan Yusuf, karena menikah adalah pilihannya, jadi Khanza tidak bisa pula menyalahkan orang lain atas pilihannya sendiri.
📱Papih
Assalamualaikum, sayang
📱Khanza
Wa'alaikumsalam papih, ada pih?
📱Papih
Papih ganggu kamu tidak, sayang?
📱Khanza
Tidak pih, Khanza baru saja selesai mengerjakan tugas dari kampus, hari ini Khanza tidak masuk kampus, dilarang kak Yusuf jadi minta tugas lain deh
📱Papih
Loh, papih kira kamu ke kampus, berarti siang tadi tidak ketemu Yusuf?
📱Khanza
Tadi siang kak Yusuf pulang, pih, tapi aku suruh balik ke kantor dan dia seperti ngambek
📱Papih
Yusuf belum kembali ke kantor, sayang. tapi kamu jangan khawatir papih akan hubungi temannya
📱Khanza
Iya pih, aku tutup dulu ya telponnya, mau coba juga hubungi kak Yusuf
"Apa yang diucapkan bunda terjadi" lirih Khanza
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
👍🏼 like
📝 komen
🎁 hadiah
🎟️ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah 👍🏼📝🎁🎟️
Beda Usia? Tak Masalah 👍🏼📝🎁🎟️
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.
__ADS_1