
Ada rasa syukur dalam diri Aira melihat tingkah Adi yang seperti saat ini dia lihat, tetapi ada rasa belum terima pernikahan secepat ini, dia masih ingin melanjutkan kuliahnya.
Rumah Aira
Adi baru saja tiba di rumah Aira, dia menurunkan barang belanjaan, Aira mengambil kantong tersebut berniat membawakan hingga kedalam rumah.
"Mau apa?" tanya Adi melihat Aira
"Di bawa masuk kedalam" jawab Aira menatap bingung suaminya
"Tidak perlu, aku saja yang bawa" ucap Adi mengambil kembali kantong yang sudah dipegangnya
Meira turun dari mobil dan berniat membantu juga.
"Ini lagi satu, mau ngapain" ucap Adi bertolak pinggang melihat Meira
"Angakatin belanjaan" jawab Meira bingung
"Kakak sama adik tidak ada bedanya, sudah sana kalian masuk aja, belanjaan biar aku yang bawa" ucap Adi mengusir Meira dan Aira
Aira dan Meira berjalan pelan masuk ke dalam rumah.
"Suami kaka aneh, masa dibantuin tidak mau" bisik Meira
"kakak juga bingung" jawab Aira pelan
Adi masuk melewati kakak beradik itu, menuju ke dapur, hanya dua kali balik, semua belanja sudah terkumpul di dapur.
"Ya Allah, kalian mau hajatan?" tanya umi baru masuk ke dapur
"Kok hajatan umi, ini kebutuhan disini" jawab Adi
"Ini terlalu banyak, dan kamu juga Aira, suami membawa belanjaan bukannya dibantuin" ucap umi
"Bukan salah mereka umi, Adi yang melarang membawa beban berat " jawab Adi
"Kulkasnya tidak akan cukup" ucap Umi
"Disini daya listrik besarkan umi" tanya Adi
"Alhamdulillah, lumayan lah" jawab umi
"Permisi" suara dari luar rumah
"Ada tamu tuh" ucap Adi meminum air soda
Meira melihat siapa yang datang tanpa mengucapkan salam
"Permisi bu, apa benar ini rumah pak Lukman?" tanya orang tersebut
"Iya benar, saya anaknya, ada apa pak?" jawab Meira
"Saya hanya ingin mengantar barang saja" ucap orang itu menunjuk ke mobil pickup di belakangnya
"Sebentar ya pak" jawab Meira berlari ke arah dapur
"Ada apa Mei lari begitu" tanya Aira khawatir
"Apa umi dan abi memesan kulkas?" tanya Meira
"Tidak" jawab umi
"Oh sudah datang ya" sahut Adi meninggalkan dapur
Diluar rumah ada beberapa tetangga yang melihat ke rumah Aira untuk bergosip tentunya.
__ADS_1
"Koh, masukin aja langsung" ucap Adi
Ternyata Adi membeli kulkas besar seperti lemari dan juga freezer kecil khusus daging, umi, Aira dan Meira yang mengikuti Adi hanya bengong saja.
"Simpan dimana pak?" tanya tukang angkat barang
"Sini aja dulu, dapurnya belum dirapihkan" ucap Adi santai
Kedua barang selesai diturunkan semua, dan masih berantakan di tengah rumah.
"Adi untuk apa membeli ini?" tanya umi tidak menyangka
"Ini untuk perdagingan, tadi Adi beli dagang banyak, karena Adi suka daging, kulkas untuk menyimpan makanan dan minuman, kulkas lama dipakai untuk menyimpan sayuran aja" jawab Adi
"Assalamualaikum" ucap Abi dan Rafael
"Wa'alaikumsalam" jawab serempak
"Ini barang siapa, umi?" tanya Abi melihat rumahnya berantakan
"Umi rasanya mau pingsan deh, Bi" jawab umi lemas
"Heh, kenapa" tanya Abi bingung
"Ini semua menantumu yang beli, Bi" jawab Umi
"Adi beli ini semua?" tanya Abi tidak percaya, umi hanya menganggukan kepala
"Keren ternyata abang iparku, ini kulkas harganya puluhan juta loh, Bi" ucap Rafael senang
"Jangan ngaco kamu" sahut Abi datar
Rafael membuka aplikasi pencarian, dan dikasih lihat ke Abi nya.
"Iya bener bi, lalu abang ipar mana, Mi" tanya Rafael
"Ada didapur lagi beres-beres, kamu bantuin sana, dia melarang istri dan adik iparnya mengangkat beban, jadi dia dari tadi geser-geser sendiri" jawab Umi
Rafael dan Abi masuk kedapur, benar saja Adi membereskan sendiri sambil mendorong kulkas lama.
"Bang, sini aku bantu" ucap Rafael
"Kamu sudah pulang" sahut Adi tidak sadar ada Abinya
"Kenapa tidak minta bantuan kak Aira atau Meira?" tanya Rafael mengetes
"Masa perempuan disuruh dorong-dorong beban berat, biarkan saja mereka istirahat, nanti kalau sudah rapih mereka yang susun semua belanjaan yang di beli" jawab Adi
Adi dan Rafael sibuk membereskan, Abinya menunggu di dalam kamar, dia masih bingung dengan sikap Adi.
"Alhamdulillah, selesai juga" ucap Rafael
"Kulkas dan Freezer nya tunggu dingin terlebih dahulu, baru deh barang-barang dimasukin" sahut Adi lelah
Aira masuk ke dapur untuk melihat situasi.
"Cepat sekali sudah rapih" ucap Aira
"Eh, sayang, aku haus nih, bagi minum dong" jawab Adi senyum
Aira membuatkan minuman segar untuk Adi dan Rafael.
"Aku mau mandi dulu, nanti kalau kulkas dan Freezer sudah dingin, tolong bereskan daging dan yang lainnya ya" ucap Adi meninggalkan Rafael dan Aira di dapur
"Jadi kaka tadi pergi bertiga belanja ini semua, atau ini kaka yang pilih" tanya Rafael
__ADS_1
"Kaka hanya belanja makanan dan minuman tuh sampai berdus-dus" jawab Aira menunjuk kardus minuman
"Lalu barang ini?" tanya Rafael menunjuk alat elektronik
"Itu tiba-tiba datang, kaka tidak tau kapan pesannya" jawab Aira jujur
"Suami kaka memang mantap, the best deh, aku juga mau mandi ah, lengket" ucap Rafael
Aira kembali ke kamar menyiapkan pakaian Adi.
"Belum dingin kulkasnya?" tanya Adi
"Belum, baru sebentar kan di colokinnya" jawab Aira, dan Adi menganggukan kepal
Adi merebahkan tubuhnya yang terasa lelah, Aira mau tidak mau menemaninya di dalam kamar.
"Oh iya, nanti bagian dapur sedikit di renovasi ya, boleh" ucap Adi
"Dapur masih bagus, apanya yang mau di renov" jawab Aira bingung
"Biar terlihat lebih bagus aja" ucap Adi
"Itu gimana Abi, kamu harus izinnya sama Abi" jawab Aira
"Abi sudah pulang?" tanya Adi
"Harusnya sudah, mungkin ada di kamar" jawab Aira
"Temui Abi yuk" ajak Adi menarik pelan tangan Aira
Saat keluar kamar, umi dan Abinya sedang menonton tv.
"Kalian mau kemana lagi?" tanya umi
"Mau ketemu umi dan Abi" jawab Adi
"Ada apa?" tanya Abi
"Adi mau minta izin sama Abi, bagian dapur boleh di renov tidak?" tanya Adi
"Mau di renov seperti apa? itu main baik-baik saja bangunannya juga" tanya Abi bingung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.
__ADS_1