KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Ketidakjelasan Adi


__ADS_3

Acara empat bulanan berjalan sesuai rencana, walau hanya saja antara tuan rumah dan keluarga terasa dingin, Yusuf masih kesal dengan mamihnya yang selalu merusak acara yang dia buat, bahkan Yusuf duduk jauh dari mamih dan papihnya.


"Kak Yusuf, kenapa?" tanya Adi berbisik


"Maksudnya?" tanya balik Yusuf tidak mengerti dengan ucapan Adi


"Mukanya asem banget" jawab Adi senyum


"Sejak kapan kamu menjilat muka kaka, dan tau rasanya?" tanya Yusuf mulai paham kalau Adi hanya ingin menghibur


"Idih, ogah dah jilat muka kak Yusuf, mending jilat muka Aira" jawab Adi cekikikan pelan


"Terus tadi kamu bilang muka kaka asem?" ucap Yusuf santai


"Ada tulisannya tuh di dahi, Muka Asem" jawab Adi menahan tawa


"Coba deh nih, beneran asem apa tidak" ucap Yusuf mendekatkan wajahnya


Adi refleks mendorong tubuh Yusuf, keluarga yang sedang diskusi setelah acara mereka memandang ke arah Adi dan Yusuf.


"Kak Yusuf, jorok ih" sahut Adi


"Kamu yang mulai" jawab Yusuf


"Kak Yusuf, maaf ya" ucap Adi menggantung


"Maaf apa? bicara itu yang jelas" jawab Yusuf memandang Adi


"Temani Adi makan dong" ucap Adi nyengir


"Kamu sungguh-sungguh tidak jelas dan absurd sekali, Di" jawab Yusuf


"Sinis banget" gerutu Adi pura-pura kesal


"Eh, harusnya aku yang kesal, karena ucapan mu tidak ada manfaatnya dari tadi" jawab Yusuf


"Kenapa di ladenin ucapan ku, jika tidak bermanfaa, ueee" ucap Adi menjulurkan lidahnya dan kabur pindah posisi dekat ayah bundanya


"Kamu ngapain sih" ucap Arnold risih anaknya terlalu mepet dekatnya


"Cuma duduk doang" jawab Adi santai


Arnold dan Aisyah hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Adi, padahal dia sudah menikah, tetapi masih saja seperti anak-anak kecil.


"Bunda, acaranya sudah selesai kan?" tanya Yusuf

__ADS_1


"Sudah sayang, ada apa? kalian mau istirahat lebih dulu tidak apa" jawab Aisyah menatap anak dan mantunya secara bergantian


"Iya Yusuf mau istirahat sama Khanza" ucap Yusuf


"Masa ada tamu dan orangtua di tinggal pergi, sangat tidak menghargai orangtua" sindir mamih


"Lah itu anak siapa?" ucap Adi menimpali dengan santai


"Adi" tegur Arnold


"Loooohhhhh, Adi benar dong, yang izin ingin istirahat duluan itu kak Yusuf, terus disindir sama mamihnya sendiri, katanya tidak menghargai orangtua, sebelum acara ini dimulai mamih kak Yusuf bilang Adi dan kaka Khanza tidak didik dengan baik oleh bunda, lalu tingkah kak Yusuf berarti tidak di didik juga lah sama mamihnya" tutur Adi pindah duduk di samping Aira


"Anak kecil tau apa" jawab mamih kesal


"Tahu bulat di gorengnya dadakan, lima ratusan" sahut Adi bernyanyi


Abi dan Uminya Aira ingin tertwa melihat dan mendengar Adi bernyanyi dengan asal.


***Sungguh unik menantu ku, semoga dia tetap menjadi suami yang bijak dalam rumah tangganya bersama anak ku. batin Abi


Aku punya menantu pelawak kali ya, setiap hari dia tidak pernah kehabisan akal untuk membuat orang tertawa dengan tingkah konyol yang dia punya. batin umi***


"Sudah ah, Adi juga sama Aira, serta abi dan umi mau pulang, di sini hawanya puuaaannaaaassss" ucap Adi beranjak lebih dulu mengambil kunci mobil di dalam lemari kaca


"Kok pulang, kaka tidak mengusir kamu loh" jawab Yusuf


Keluarga Aira berpamitan lebih dulu, satu Adi yang mengajak pulang kedua mereka tidak nyaman mendengar keributan antara ibu dan anak.


Setelah bersalaman dan meninggalkan halaman rumah Yusuf, Adi benar-benar mengajak keluarga barunya untuk makan diluar.


"Adi, kamu kenapa senang sekali memancing amarah orangtuanya Yusuf" tanya Abi duduk di samping Adi sedang mengrmudi, Adi pun menoleh sekilas ke arah mertuanya


"Entahlah, mungkin sudah terlalu muak saja dengan sikap mamihnya kak Yusuf" jawab Adi


"Tetap saja nak, dia itu orangtua, sebencinya kamu dengan mereka, tidak boleh begitu" sahut Umi menambahkan


"Kalau lihat mamihnya kak Yusuf, Adi itu teringat di saat kak Yusuf ingin di jodohkan dengan perempuan lain, jelas-jelas anaknya sudah menikah dengan kakakku, dengan alasan kakak ku mandul, aku tuh sakit dengarnya umi, tapi tidak pernah aku tunjukan pada mereka semua, sekarang kaka ku mengandung dia masih sama sikapnya, aku jadi lepas kendali" tutur Adi bercerita


Abi dan uminya mulai paham, kenapa Adi sampai berani membentak orangtua Yusuf sebelum acara di mulai.


"Doakan kakakmu, supaya dia lebih kuat lagi mempertahankan rumah tangganya, dan ditambah ilmu serta keimanan untuk Yusuf" ucap Abi menepuk bahu Adi pelan


"Ada rasa takut, takut apabila kakak ku benar-benar di tinggalin kak Yusuf demi perempuan lain, melihat ambisi mamihnya yang seperti itu" sahut Adi membuang nafasnya dengan kasar


"Kan Abi tadi bilang, doakan kakakmu, insyaallah pertolongan Allah itu selalu ada tanpa kita sadari" ucap Abi

__ADS_1


"Bang Adi, kita mau kemana? arah rumah itu lurus, ini belok?" tanya Rafael yang sedari tadi memperhatikan jalan


Mereka pun tersadar jika ini bukan arah pulang, dan menunggu jawaban Adi.


"Umi masak?" tanya Adi tidak menjawab pertanyaan Rafael


"Tidak, hari ini kita semua dirumah orangtua mu" jawab umi bingung


"Ya sudah" sahut Adi


"Bang Adi, pertanyaan ku tidak di jawab" ucap Rafael kesal


"Itu umi sudah jawab" sahut Adi, Rafael dan yang lain semakin bingung


"Abi beneran tidak paham" ucap Abi ikutan bingung


"Hadeh, umi kan tidak masak, lalu kita belum makan, ya kali sampai rumah nyuruh umi atau Aira atau Meira masak, lebih baik sebelum sampai rumah kita isi dulu perut kita, supaya buncit, seperti om-om kepala botak" jawab Adi nyengir


"Bicara sama kamu butuh keahlian khusus untuk bisa memahaminya, abi jadi bingung mau awet muda karena ke konyolan mu atau mendadak pingsan" ucap Abi


"Setiap hari kayanya kita akan olahraga jantung deh" sahut Rafael


"Iya benar, tingkah bang Adi susah sekali di tebak dan dipahami" timpal Meira


"Kalian lebih milih aku bersikap datar, tegas atau konyol tidak bisa diem?" tanya Adi melihat adik iparnya dari spion yang ada di dalam mobil


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2