
Dalam Kamar
"Kak Yusuf, apa mamih sekarang bisa menerima aku?" tanya Khanza pelan
"Jika mamih masih tidak bisa menerima kamu, abaikan saja, yang penting kaka selalu sama kamu" ucap Yusuf tersenyum
"Serius kak, apa mamih semakin benci sama aku" tebak Khanza sudah merasakan ketakutan
"Istriku yang cantik imut dan lucu, apa kamu sayang sama kaka dan calon anak kita?" tanya Yusuf menatap mesra istrinya
"Iya sayang pakai banget" jawab Khanza
"Bagus, berarti yang harus kamu pikirkan saat ini pertama bagaimana caranya anak kita selalu sehat, kedua ingatlah kalau kaka selalu sama kamu" ucap Yusuf dengan tulus
"Bukannya awal-awal mamih ingin aku hamil, tetapi setelah aku hamil mamih masih cuek" sahut Khanza
Yusuf menekan kedua pipi Khanza dengan tangannya, dia terlalu gemas pada Khanza.
"Sudah di ingatkan jangan memikirkan itu, jika kamu memikirkan hal itu lalu ada hal buruk pada anak kita berarti kamu tidak sayang dengan calon anak kita" ucap Yusuf tegas tapi lembut
"Maaf, aku tidak tau kenapa memikirkan itu kak, mungkin karena aku hanya takut saja" jawab Khanza cemberut
"Cerita sama kaka, kamu takut kenapa?" tanya Yusuf mengelus pipi lembut istrinya
"Perasaan aku aja yang terasa takut, was-was gitu" jawab Khanza dia juga bingung kenapa dirinya begini
"Apa mungkin bawaan ibu hamil begitu" ucap Yusuf bingung
"Mana aku tau, aku kan baru pertama kali hami" jawab Khanza
Yusuf mencubit pelan hidung Khanza. "Aku juga sudah tau kalau kamu pertama kali hamil, yang mencetak gol nya kan aku" ucap Yusuf tertawa
"Mesum" sahut Khanza
"Eh aku lupa" ucap Yusuf menepuk dahinya sendirj
"Lupa apa?" tanya Khanza panik
"Kaka melupakan hal penting bertanya pada dokter, kita boleh melakukan apa tidak" jawab Yusuf
"Ihhh, kirain lupa apaan, cuma begitu tidak penting" sahut Khanza
"Buat ku itu penting sayang, terus harus pakai gaya apa yang baik untuk kamu dan calon anak kita" ucap Yusuf menaik turunkan alisnya
Plakk.... suara pukulan
"Awss sakit, main asal pukul aja" sahut Yusuf meringis bahunya di pukul
"Masa bicara begitu ke dokter, aneh kamu kak, bikin malu yang ada" jawab Khanza kesal
"Loh tidak apa-apa sayang, itu bagus apalagi kita pertama kali" ucap Yusuf
"Nanti saja aku tanya pada bunda yang sudah pengalaman" jawab Khanza
"Ngaco kamu, masa tanya bunda, malu dong sayang" ucap Yusuf
"Lebih malu sama dokter dari pada sama bunda, sudah jangan bawel, aku chat bunda saja" jawab Khanza membuka ponselnya
"Sayang, memangnya kamu tidak malu bertanya begitu pada bunda" tanya Yusuf
"Malu sih, tapi bagaimana lagi, tidak ada pilihan" jawab Khanza nyengir
"Hadeh, kamu ini" sahut Yusuf
__ADS_1
π Khanza
Bunda
π Bunda
Iya sayang ada apa? dekat pakai chat segala
π Khanza
Kaka mau tanya tapi malu
π Bunda
Tanya apa? kenapa harus malu sama bunda sendiri
π Khanza
Gimana ya bingung bicaranya
π Bunda
Kasih bunda petunjuk agar tau maksud kamu
π Khanza
Begini bun, kaka sama kak Yusuf tidak tau yang di larang ibu hamil di awal kehamilannya
"Kok bunda lama ya balasnya" ucap Khanza heran
"Lagi mikir mungkin" jawab Yusuf nyengir
"Masa mikir, kan sudah pengalaman punya aku, Adi dan calon adikku waktu itu" ucap Khanza sedih
"Iya, bunda pernah kehilangan anak ketiga, adik aku saat masih dikandungan, ayah dan bunda sih cerita karena bunda terlalu banyak pikiran berlebihan" jawab Khanza
"Berarti itu harus menjadi pelajaran untuk kamu, supaya tidak berpikir berlebihan dan harus selaku positif ya" ucap Yusuf
"Iya kaka sayang, nih bunda balas, panjang banget pula" jawab Khanza
π Bunda
Sekarang bunda paham, karena bunda tau kesehatan kamu dan calon anak mu baik-baik saja, maka kamu boleh melakukannya dengan Yusuf, tapi ingat semua harus ada batasan tidak seperti saat kamu belum hamil, coba perhatikan pertama posisi yang tidak membahayakan pada janin, kedua Yusuf tidak melakukan ejakulasi di dalam karena takut membahayakan janin, ketiga jika kamu merasa lelah berhentilah, jika di paksakan terus dilanjut sangat berbahaya
π Khanza
π terima kasih ya bunda sayang
π Bunda
Jaga baik-baik calon anakmu, jika terasa sesuatu harus jujur agar mendapat tindakan segera mungkin
πKhanza
Oke bunda, selamat istirahat i love you, muaacchh
π Bunda
I love you more, ingat perlahan saja janagn gerasak gerusuk
π Khanza
ππ»ππ»ππ»
__ADS_1
"Kaka sudah dengar apa yang aku baca" ucap Khanza
"Sudah, yuk coba" sahut Yusuf semangat
"Mandi dulu sana ahh, bau acem" ucap Khanza menutup hidungnya
"Kaka sudah mandi, enak saja kamu bilang kaka bau acem" jawab Yusuf tidak terima
"Bohong ya, mulai belajar bohong si kaka" ucap Khanza sengaja
"Minta di garap beneran kamu ya" sahut Yusuf memulai aksinya
Kamar Aisyah dan Arnold
"Bunda kenapa senyum-senyum begitu" tanya Arnold mencium pipi istrinya
"Ini habis chatting" jawab Aisyah santai
Arnold langsung mengambil ponsel Aisyah dan melihat histori chat nya.
"Ya Allah, aku chat sama Khanza anak kita, sampai begitu cemburunya" ucap Aisyah tersenyum
"Kenapa chat, kita satu rumah" tanya Arnold
"Mereka mau berhubungan suami istri, tapi takut antara boleh dan tidak boleh, jadi bunda jelaskan pada kaka" jawab Aisyah
"Mereka tidak malu bertanya sama bunda?" tanya Arnold lagi
"Awalnya kaka malu, tapi dia kasih clue dan bunda langsung paham maksudnya, jadi bunda jelaskan saja deh, sekalian supaya mereka juga bisa jaga-jaga dan berhati-hati" tutur Aisyah
"Waktu pertama bunda hamil kita tanya hal itu kesiapa ya?" ucap Arnold berpikir
"Ayah tanya langsung ke dokter, bikin malu saja" jawab Aisyah mengingatkan masa-masa hamil
"Lebih malu tanya ke orangtua dari pada ke dokter" ucap Arnold
"Bunda yang malu tau waktu itu" jawab Aisyah
"Anak kita cepat dewasa ya bun tau-tau bisa bikin anak sendiri" ucap Arnold tertawa
"Namanya dirawat di kasih makan, di berikan kasih sayang cinta setulus hati, itu kan hal wajar di usia sekarang menikah dan memiliki anak, dari pada anak kita salah pergaulan dan segala macem mendingan di nikahi sejak muda deh" tutur Aisyah ngeri membayangkan hal aneh
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.