
Hari yang ditunggu Zalin tiba, semua keluarga sudah pada sibuk untuk ke tempat acara yang sudah di siapkan.
Rumah Keluarga Reynald
"Anak mamih tampan sekali" ucap Shafira ibunya Raymond
"Tiap hari juga tampan" sahut Raymond malu digoda mamihnya
"Selama ini mamih jarang lihat kamu, bukan jarang lagi, kamu sih tinggalnya jauh dari mamih" ucap Shafira
"Maaf ya mih, dari dulu keinginan ku memang tinggal disana" jawab Raymond
"Ada apa ini" ucap Reynald mencium kepala istrinya
"Ini lagi bermesraan dengan anakmu, tidak menyangka akan tunangan" jawab Shafira
"Kamu siap dan yakin kan boy?" tanya Reynald pada anaknya
"Jelas yakin dong pih, masa udah dipersiapkan semuanya papih baru bertanya begini sama aku" jawab Ray
"Kirain papih kamu ragu" ucap Rey tersenyum
"Justru mamih yang sekarang ragu" sahut Shafira tanpa memandang anak dan suaminya
"Ragu kenapa?" tanya Rey heran dengan istrinya
"Ragu dengan mamihnya Zalin, entah kenapa mamih tidak suka, apalagi pas saat pertemuan pertama dia seperti meremehkan Aisyah, mengatakan dengan lantang bahwa Zalin adalah putrinya, harusnya tidak begitu juga sikapnya, katanya memiliki pendidikan tapi sikapnya kampungan" jawab Shafira kesal
"Anak kita nikahnya bukan sama mamihnya Zalin, biarkan sikap seperti itu" ucap Reynald menenangkan istrinya
"Iya mih, kita fokus pada Zalinnya dan keluarganya om Arnold saja" sahut Raymond
"Iya sih, tapi kalau dipikir-pikir, kenapa Zalin lebih dekat dengan keluarga Arnold dibandingkan orangtuanya sendiri, papih ingat kan waktu kita makan bersama Arnold dan Aisyah, Zalin menghubungi Aisyah dengan manja bagaikan anak dan ibu" ucap Shafira masih penasaran
"Mungkin karena Arnold dan Aisyah tulus menyayangi Zalin, makanya itu anak juga nyaman" jawab Reynald
"Setau Raymond nih ya, katanya Mamihnya Zalin tidak merestui pernikahan kak Khanza dengan kakaknya Zalin, mih" timpal Ray
"Alasannya?" tanya Shafira penasaran
"Aku tidak tau pasti, aku dapat info itu juga dari Adi, dan aku kemarin dengar bisikan Adi pada mamihnya Zalin penuh ancaman" jawab Ray
"Apa Adi berani mengancam orangtua?" tanya Reynald masih tidak memahami situasi keluarga Arnold
"Buktinya Adi memanggil ku dan bertanya dan meminta, apakah aku bisa menghancurkan salah satu perusahaan, apabila perusahaan tersebut milik calon mertua ku" jawab Ray
__ADS_1
"Lalu jawaban mu apa?" tanya Shafira
"Aku hanya jawab, jika aku menyanggupi apabila permintaan Adi tapi harus ada alasan yang kuat kenapa harus dihancurkan" jawab Raymond yakin
"Mamih suka dengan gaya kamu, siapapun yang salah dia harus mendapatkan hukuman yang setimpal" sahut Shafira
"Kenapa papih jadi penasaran dengan orangtua Zalin?" ucap Reynal berpikir
"Apa yang papih pikirkan sekarang?" tanya Raymond
"Akan mencari tau termasuk ketidakharmonisan antara mereka sama keluarga Arnold" jawab Reynald
"Bagus pih, cari tau lah, aku tidak ingin keluarga Aisyah diusik dengan orang seperti itu" sahut Shafira semangat
"Mamih semangat banget sih, giliran urusan kaya begini, segitu pedulinya dengan tante Aisyah" timpal Raymond gemas dengan mamihnya
"Tante Aisyah itu sudah seperti adik mamih, kamu tau sendiri selama ini mamih tidak punya kakak ataupun adik, jadi saat mengenal Aisyah ada rasa ingin menyayangi dan melindunginya, itu hal yang wajar, apalagi hubungan kakek mu dengan keluarga Almahendra sangat baik bagaikan saudara sedarah, sangat kuat persahabatan mereka" tutur Shafira semangat
"Sudahlah nanti kita bahas lagi, sekarang kita segera berangkat jangan sampai terlambat" ucap Reynald
"Ini juga yang menjadi pertanyaan, kenapa harus di ballroom, biasanya lamaran itu dirumah perempuannya" jawab Shafira
"Ray sih dapat info dari Adi" sahut Ray
"Cepat info apa?" tanya Shafira tidak sabar
"Khanza tersakiti?" tanya Reynald masih tidak yakin
"Katanya begitu, tapi aku tidak tau disakiti siapa dan mengapa harus ada kata tersakiti" jawab Raymond
"Benar-benar harus diselidiki pih, mamih geram mendengarnya, Khanza itu juga anak kita pih" ucap Shafira menggebu
"Sabar mih, papih akan cari tau diam-diam, selama ini Arnold maupun Aisyah sangat pandai menutupi permasalahan yang ada pada keluarganya" jawab Reynald
"Itulah yang membuat mamih respect pada keluarga itu, tadinya jika anak kedua Aisyah perempuan mau mamih jodohkan sama Raymond, eh sekarang malah oranglain, padahal berharap bisa besanan" ucap Shafira
"Tidak berbesanan saja sudah sangat dekat mih" sahut Reynald tersenyum
"Kapan jalannya ini, kalian masih asik berbincang disini" ucap Tuan Alex selaku kakeknya Raymond
"Oh iya lupa dad, sorry" sahut Reynald senyum
"Ayo jalan sekarang, jangan sampai kita mengecewakan keluarga Almahendra" ucap Alex
"Tapi dia bukan anaknya Arnold" sahut Shafira
__ADS_1
"Setidaknya kita kenal anak itu dari Arnold dan Aisyah tidak ada salahnya kita hanya menghormati Arnold dan yang lain, Daddy juga tidak tau mereka keluarga siapa" ucap Alex berjalan keluar lebih dulu
Keluarga Arnold datang lebih dulu termasuk Zalin, sedangkan keluarga Mahadika belum ada yang datang sama sekali.
"Lihatlah, buruk sekali keluargaku" ucap Yusuf tersenyum sinis
"Mungkin macet kak" jawab Adi tenang
"Mereka tau namanya jalanan pasti macet dan tidak di duga, kenapa tidak jalan lebih pagi" ucap Yusuf tanpa menoleh ke arah Adi
"Tunggu saja, pasti mereka datang" jawab Adi
"Giliran kalian yang bukan siapa-siapa Zalin sudah berkumpul disini" ucap Yusuf dengan amarah yang ditahan
"Kami disini adalah keluarga Zalin, jadi Adi harap kak Yusuf tidak menyebutkan kami bukan siapa-siapa" jawab Adi tegas
"Apa yang kalian bahas disini?" tanya Arnold menatap anak dan mantunya yang berdiri di pintu masuk ballroom
"Menanti keluarga ku yang tidak bisa menghargai waktu sama sekali" jawab Yusuf tanpa menoleh ke mertuanya
"Masuk kita urus yang lain, jika mereka tidak berniat datang hari ini, maka ayah yang mengambil alih semua acara ini" ucap Arnold yakin dan tegas
"Ambil acaranya bukan saat mereka tidak datang, tapi saat mereka terlambat" jawab Yusuf menatap ayah mertuanya dengan berkaca-kaca
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
Perbedaan Dua Insan ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.