KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Kegelisahan Rayyan


__ADS_3

"Iya sayang, disini juga ada Eyang buyut loh" ucap Reynald mencium pipi gemas Zira


"Wah ramai dong rumah opa" jawab Zira


"Nanti akan lebih ramai lagi" ucap Reynald sudah duduk bersama di ruang keluarga


"Pasti seru, opa, katanya ayah sudah datang duluan, sekarang ayah mana?" jawab Zira mencari sosok ayahnya


"Iya pih, mas Rayyan mana?" tanya Zulaiha penasaran


"Dia paling ngumpet di kamarnya, kamu samperin aja" jawab Shafira


"Kenapa ayah ngumpet, apa sedang main petak umpat?" tanya Zira


"Tidak, tadi ada tikus, Zira sama opa dan oma saja ya, biar bunda yang ke kamar untuk memanggil ayah" jawab Reynald


"Iya opa" sahut Zira


"Mih, Pih, Zulaiha izin ke kamar duluan ya" ucap Zulaiha


"Silahkan, hukum dia kalau perlu" jawab Shafira pelan


Zulaiha hanya tersenyum, Shafira dan Reynal selalu bersikap baik dan lembut padanya, walau pernikahan mereka tidak sengaja.


Zulaiha masuk ke dalam kamar, tetapi sepi, lalu dia mendengar suara gemercik air dari arah kamar mandi.


Dengan sigap Zulaihan mengambil pakaian bersih dari koper Rayyan dan menyediakannya di atas kasur.


Ceklek... Suara pintu terbuka


"Bunda sudah datang" ucap Rayyan senyum


"Hmmm" jawab Zulaiha sengaja


Waduh bahaya, pasti dia ngambek, bisa-bisa tidak dapat yang enak-enak. Batin Rayyan


Rayyan memeluk istrinya yang masih menyusun pakaian ke dalam lemari.


"Sayang, maafin ayah, ayah janji tidak akan melakukan hal seperti ini lagi" ucap Rayyan masih memeluk istrinya


"Pakai bajunya, itu sudah disiapkan" jawab Zulaiha mengalihkan pembicaraan


"Maafin ayah dulu" ucap Rayyan tidak mau


"Lagian suka bikin kesel aja" jawab Zulaiha


"Iya, tadinya ayah juga mau meledek mamih, mengatakan ayah tidak membawa kalian ke sini mau jadi bujangan, eh sama mamih dipukulin, jadi pada ngilu badan ayah" ucap Rayyan memelas dan pura-pura merasakan sakit di bagian bahu serta punggungnya


Padahal Rayyan hanya kelelahan perjalanan, bukan karena dipukulin mamihnya.

__ADS_1


Zulaiha melihat suaminya seperti kesakitan jadi merasa iba dan akhirnya luluh.


"Mana sini bunda obatin, makanya jangan ngeledekin orangtua nanti kualat" ucap Zulaiha


"Obatinnya nanti malam aja, sekarang bunda istirahat, pasti Zira juga belum membersihkan diri" jawab Rayyan membelai pipi istrinya


"Ayah tolong panggil Zira ya, untuk mandi lebih dulu" ucap Zulaiha masuk ke dalam kamar mandi


Rayyan keluar kamar untuk menemui anaknya.


"Anak ayah" teriak Rayyan berjalan santai


"Ayahhh" teriak Zira merentangkan tangannya, Rayyan segera menyambut anaknya lalu diangkat dan diputar di udara


Zira hanya tertawa senang, 2 minggu tidak bertemu ayahnya, dia merasa kangen.


Rayyan menciumin wajah sang anak yang begitu menggemaskan, betapa beruntungnya Rayyan memiliki anak seperti Zira yang terlahir dari wanita baik-baik.


"Ayah, Zira kangen sekali, ayah bekerjanya terlalu lama" ucap Zira cemberut


"Oh iya, apa benar Zira kangen dengan ayah" jawab Rayyan pura-pura tidak percaya


"Ayah tidak percaya, jahat sekali, Zira jadi sedih" ucap Zira matanya berkaca kaca


"Ayah selalu percaya sama Zira dong, tadi ayah hanya bercanda, jangan cemberut lagi, cantiknya jadi hilang deh" jawab Rayyan mencium kembali pipi anaknya


"Bunda mana, tadi ayah yang tidak ada sekarang gantian bunda" ucap Zira


"Ok, Zira mandi sama bunda saja" ucap Zira


"Bagaimana kalau Zira mandi sama oma, dikamar mandi oma" sahut Shafira selalu gemas dengan cucunya


"Mau oma, kamar mandi oma bisa buat guling-guling, besar sekali kan dalamnya" ucap Zira merentangkan tangannya untuk mengukur ukuran kamar mandi


Reynald tertawa mendengar ocehan cucunya.


"Emang kamar mandi Zira tidak besar?" tanya Reynald


"Tidak, kamar mandi Zira dan kamar mandi ayah kecil opa" jawab Zira


"Kok bisa kecil, rumah Zira kan besar" ucap Reynald


"Opa tidak tau ya, kalau Zira pindah rumah, katanya uang ayah lagi sedikit, jadi harus hemat" jawab Zira dengan kepolosannya


Reynald dan Shafira menatap Rayyan penuh tanda tanya.


"Yuk, Zira sama oma" ucap Shafira membiarkan Rayyan hanya berdua dengan Reynald


"Ada apa denganmu?" tanya Reynald

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa" jawab Rayyan santai


"Anakmu bilang... " ucap Reynald terhenti


"Rayyan dan Zulaiha sepakat untuk tidak memiliki rumah besar, Zulaiha ingin Zira bisa menghargai sesuatu hal dari yang kecil, walaupun kami pindah rumah, jika permintaan Zira masih wajar maka kami akan mengabulkannya, tidak ada masalah dalam keuangan ku" tutur Rayyab menjelaskan kekhawatiran yang ada di dalam pikiran Reynald


"Papih pikir kamu benar-benar lagi kekurangan keuangan" ucap papih


"Tidak mungkin, kakek dan papih ku hartanya tidak akan habis tujuh turunan, benarkan" jawab Rayyan tertawa


"Kamu itu dulu sulit sekali di ajak bercanda, kenapa sekarang jadi sering sekali bercanda" ucap Reynald


"Entah, aku juga tidak tau kenapa hidup ku jadi begini, pertama kali aku menikah, sikap ku ketus dan terlihat kejam pada Zulaiha, tapi aku berpikir saat di nyatakan sah dalam hatiku menginginkan ini pernikahan pertama dan terakhir, dari situ aku belajar caranya menjadi suami yang baik untul Zulaiha walau tanpa cinta sama sekali, tapi aku tidak mau menyentuh Zulaiha tanpa adanya cinta di diri Zulaiha, aku selalu bersikap manis dan lemah lembut padanya, agar Zulaiha mencintai aku, tetapi malah terbalik aku yang lebih dulu mencintai Zulaiha" tutur Rayyan


"Apa sekarang Zulaiha sudah bisa mencintai dirimu juga?" tanya Reynald menatap Rayyan


"Aku tidak hati Zulaiha yang sesungguhnya, yang dia lakukan pada ku dari awal nikah hingga saat ini, bisa saja hanya menjalankan tugasnya sebagai seorang istri yang mencari ridho dan pahala dari suaminya" jawab Rayyan sendu


"Kamu tidak pernah bertanya pada Zulaiha tentang hatinya?" tanya Reynald lagi


"Lebih baik aku tidak tau perasaan dia pada ku, aku hanya takut kecewa dengan kenyataan yang ada" jawab Rayyan


"Tapi kamu harus bertanya" ucap Reyanld


"Aku takut pih, dia saja tidak memakai uang yang aku berikan untuk pribadinya, dari situ aku sudah berpikir apa iya istriku bermain gila di belakang, tapi aku yakin Zulaiha bukan perempuan murahan, lalu untuk kebutuhannya dia pakai uang darimana" sahut Rayyan menyandarkan kepalanya di sofa


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Perbedaan Dua Insan πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2