
Rumah Khanza
"Sayang, kita makan siang, yuk" ajak Yusuf lembut
"Duluan saja kak" jawab Khanza
"Please, aku tau kamu kesal dan marah, setidaknya kamu pikirkan juga calon anak kita" ucap Yusuf berharap Khanza mau setelah membawa kata anak
"Ya sudah" jawab Khanza singkat padat jelas
Yusuf dan Khanza sudah duduk di meja makan, Zalin masih di dalam kamar.
"Zalin kenapa tidak di ajak makan bersama?" tanya Khanza
"Dia malu sama kamu, dan juga takut" jawab Yusuf pelan
"Malu?" sahut Khanza bingung
"Iya, malu karena mamih sudah seenak dengan kamu dan menjelekkan bunda, dan dia juga takut, jika kamu sudah tidak mau dekat-dekat sama dia lagi" ucap Yusuf menjelaskan
"Aku ke kamar Zalin dulu deh" jawab Khanza meninggalkan Yusuf di meja makan
Yusuf juga akhirnya mengikuti sang istri ke kamar Zalin.
Tok... tok... suara ketukan pintu
Ceklek.... suara pintu terbuka
"Kak, ada apa?" tanya Zalin kaget kaka iparnya ke kamar
"Kita makan bersama yuk" jawab Khanza senyum
Zalin melirik ke arah Yusuf, dan Yusuf menganggukan kepalanya.
"Tapi..." sahut Zalin
"Kakak lagi tidak mau di tolak" ucap Khanza cepat menyela ucapan Zalin
"Baiklah kak, aku matikan laptop dulu, setelah itu menyusul kalian makan" jawab Zalin
"Jangan lama-lama, atau kakak akan marah padamu" ucap Khanza serius
"Mengerikan sekali ancamannya" lirih Zalin cemberut
Yusuf dan Khanza kembali ke meja makan, mereka makan lebih dulu, Zalin pun langsung ikut makan.
"Assalamualaikum, honey bunny swetty" ucap Adi masuk ke rumah Khanza lewat connecting door
"Wa'alaikumsalam" jawab serempak
"Wow, lagi pada makan, makan apa sih" ucap Adi duduk di samping Yusuf menatap makanan yang ada
__ADS_1
"Apa cara bertamu begitu?" tanya Khanza ketus
"Memang tidak boleh begitu?" jawab Adi menatap kakaknya
"Seperti orang tidak punya adab kamu" sahut Khanza pada Adi
"Ya Allah, kalau aku salah oke, aku minta maaf karena aku lancang sudah masuk ke rumah ibu Khanza yang terhormat tanpa adab" ucap Adi kesal
"Adi, maklum lah kaka mu lagi sensitif" sahut Yusuf pelan
"Tidak apa, Adi permisi, dan tidak akan bertamu lagi kesini, terima kasih, Assalamualaikum" ucap Adi kembali kerumah bundanya
"Sayang, kamu kenapa bicara begitu sama Adi?" tanya Yusuf pelan
"Biarkan saja, biar dia tau caranya bertamu dengan baik dan benar, selama ini kita didik bunda dengan baik caranya bertamu dan menghargai orang" jawab Khanza ketus
Khanza sebenarnya masih kesal dengan tingkah mamihnya yang asal masuk dan apalagi saat bilang "Enak ya santai-santai dirumah", jujur saja hatinya sakit mendengar itu, tapi Khanza masih menghormati mertuanya, tetapi beda jika sudah menyangkut dengan bundanya, maka Khanza akan bertindak membela sang bunda.
"Kasihan loh kak, Adi" timpal Zalin
"Tidak apa, kalau dia manusia dan punya otak sehat, dia akan berpikir bahwa tindakannya salah" jawab Khanza santai
Yusuf dan Zalin hanya saling pandang, sikap Khanza kali ini dan pertama kalinya menjadi perempuan yang ketus dan jutek, berbeda dengan Khanza sebelumnya.
Mungkin dia masih kesal, gimana caranya agar hati dia tenang, apa aku harus telpon bunda dan bilang kejadian hari ini, tapi kapan kita dewasanya jika sedikit-sedikit ngadu pada bunda. batin Yusuf
"Kak Khanza, kalau ada Adi disini, berarti ada Aira juga dong" ucap Zalin
"Bisa jadi, karena Adi tidak mungkin juga sendirian, apalagi ini weekend" jawab Khanza
"Boleh" ucap Khanza
"Tidak" ucap Yusuf berbarengan dengan Khanza
"Sudah kakak katakan, kamu disini saja jangan ke sebelah, kamu keseringan ke sebelah, dek" ucap Yusuf lagi menjelaskan
"Tidak masalah dong, dia kan menemani bunda juga" sahut Khanza
"Bukan begitu, tidak enak dengan istri Adi, Zalin itu tidak boleh kesana, nanti takut ada fitnah, kasihan bunda jadi pikiran deh" jawab Yusuf
"Bener juga sih, tapi Khanza pasti bosan" ucap Khanza
"Disini, Alhamdulillah ada beberapa fasilitas, Zalin bisa memakainya, kakak yakin Zalin paham kan?" jawab Yusuf pada adiknya
"Iya kak, Zalin paham, Zalin juga tidak mau ada kesalahpahaman antara Adi dan istrinya" sahut Zalin mengerti
"Itu baru adik kaka" ucap Yusuf
"Lalu bagaimana dengan perjodohan ku?" tanya Zalin
"Apa kamu yakin mau dijodohkan dengan anaknya teman ayah?" tanya Khanza serius
__ADS_1
"Iya kak, biar aku ada yang bimbing ke jalan yang lebih baik, dan paling penting ada yang melindungi ku juga" jawab Zalin terlihat pasrah
"Kak Yusuf bilang saja sama ayah, kalau misalkan saling berkenal dulu bagaimana" ucap Khanza
"Nanti deh aku tanya lagi sama ayah" jawab Yusuf
"Seperti tidak perlu begitu deh, langsung saja di jodohkan" ucap Zalin yakin
"Pernikahan itu berat dek" sahut Khanza
"Justru itu, aku ingin mencoba dan merasakan jadi seorang istri yang setiap pagi melayani suami, meyediakan makanan, pakaiannya dan semuanya" jawab Zalin
"Kakak akan diskusikan lagi dengan ayah dan papih, kita akan cari waktu untuk mengobrol bertiga, kaka juga ingin kamu mendapatkan suami yang baik dan bertanggung jawab, menerima kamu apa adanya, bukan ada apanya" ucap Yusuf serius
"Iya jangan lama-lama, sebelum aku berubah pikiran" sahut Zalin
"Sesuatu yang terburu-buru juga tidak baik dek, walaupun benar niat baik jangan di tunda-tunda" ucap Khanza
"Kak Yusuf hari ini temui aja ayah di sebelah, nanti baru cari waktu untuk kalian bicara dengan papih" jawab Zalin antusias
"Kamu kenapa? ingin buru-buru terus, apa sudah tidak sabar untuk menikah" ucap Yusuf bingung
"Semua orang ingin kali menikah sekali dalam seumur hidupnya" jawab Zalin
"Tidak apa, kakak temui ayah saja hari ini, dia sudah tidak sabar" ledek Khanza
"Tadi katanya niat baik jangan di tunda" gerutu Zalin
"Iya, tapi jangan gegabah juga, kaka cuma tidak mau kamu menyesal di pertengahan jalan pernikahan mu" ucap Yusuf
"Bismillah, jika Allah sudah berkehendak dan menentukan itu jodohku, sekuat apapun kalian menghalangi pasti akan jebol juga pertahanan itu, rencana Allah jauh lebih indah" tutur Zalin
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.