KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Kebahagiaan


__ADS_3

Mereka mengobrol bersama, Khanza lebih protektif pada kesehatan ayah bundanya.


"Padahal ayah dan bunda selama ini sangat menjaga pola makan" ucap Yusuf


"Namanya manusia, bisa saja melakukan ke khilafan, lagi ingin makan ini itu" jawab Arnold apa adanya


"Oh iya bunda jadi lupa, padahal kita juga ada kabar bahagia" ucap Aisyah senyum


"Kabar apa?" tanya Khanza


"Alhamdulillah, adikmu akan menjadi orangtua, sama seperti kaka dan Yusuf" jawab Aisyah bahagia


"Yang benar?" tanya Khanza lagi menatap Adi


"Iya benar, nanti bunda sekaligus punya cucu langsung dua" jawab Adi senang


"Alhamdulillah" jawab serempak


"Sudah berapa minggu?" tanya Khanza


"Masih hamil muda kak, sekitar dua mingguan tadi kata dokter" jawab Adi


"Harus ekstra di jaga itu, masih muda banget kandungannya" sahut Yusuf


"Zalin jadi iri" timpal Zalin sendu


"Hai, anak ayah kenapa sedih, nanti juga ada masanya Zalin merasakan kebahagian menjadi seorang ibu" ucap Arnold memeluk Zalin dari samping


"Ayah katanya mau jodohkan Zalin" sahut Zalin menunduk


"Nanti ya sayang, ayah juga belum bicara pada papih mu" jawab Arnold mengelus kepala Zalin


"Itu juga yang mau Yusuf bahas, gimana kalau kita janjian sama papih untuk membahas perjodohan Zalin?" tanya Yusuf


"Ayah pikirkan dulu ya, saat ini pikiran ayah masih belum fokus" jawab Arnold


"Ayah sama Bunda mikir apa lagi, jangan mikir yang berat-berat" sahut Khanza


"Tidak berat, ayah hanya berpikir bagaimana caranya bunda selalu bahagia" jawab Arnold menatap Aisyah


"Bunda sudah bahagia hidup dengan ayah, jadi untuk apa mikirin caranya agar bunda bahagia" ucap Aisyah tersenyum


"Manusia itu tidak luput dari kesalahan, ayah hanya takut melakukan kesalahan dan membuat bunda tidak bahagia" jawab Arnold


"Tidak perlu bahas itu, yang ayah perlu tau, bunda saat ini sudah sangat merasa bahagia hidup dengan ayah memiliki kedua anak-anak yang hebat menurut bunda, lalu di tambah dua menantu yang tidak kalah hebatnya dan jangan lupa, kita mempunya satu anak tambahan, yaitu Zalin, kebahagian bunda sudah lengkap, sekarang kita sama-sama memikirkan bagaimana caranya kita kembali bersama di surga-Nya Allah" tutur Aisyah mengelus lengan suaminya, Arnold pun memeluk sang istri, mereka sudah tidak lagi muda seperti dulu


Anak dan menantunya semua terharu melihat Aisyah dan Arnold yang selalu kompak menuru Khanza dan Adi, kedua orangtua yang hampir tidak pernah memarahi anaknya, mereka orangtua tersabat bagi Adi dan Khanza.

__ADS_1


"Jadi melow" ucap Adi terharu


"Hooh, Kakak sayang bunda dan ayah" jawab Khanza memeluk orangtuanya


"Adi juga sayang sama bunda dan ayah, tapi sayang ada banyak banget buat bunda dari pada ayah" ucap Adi ikut memeluk bundanya


Dan yang lain tertawa mendengar ucapan Adi, Arnold juga tidak marah, dia sudah tau Adi itu dari kecil memang tidak pernah mau jauh dari Aisyah, di tinggal sebentar saja pasti menangis, di jahili Arnold dia pasti mengadu pada bundanya langsung, padahal Aisyah lebih tegas dalam mendidik anak-anaknya, dibandingkan Arnold, entah kenapa Adi lebih pro pada bundanya.


"Tidak terasa, anak-anak bunda sudah pada dewasa, memiliki keluarga masing-masing, dan insyaallah akan segera di karunia seorang anak yang pastinya akan menjadi anak soleh dan soleh, kita akan menjadi nenek dan kakek" ucap Aisyah masih memeluk lengan suaminya


"Bunda ku masih terlihat muda, beda dengan ayah yang sudah terlihat tua dan memutih rambutnya" ucap Adi


"Mungkin kalau orang tidak tau, bisa saja bunda seperti istri kedua karena memang ayah rambunya mulai tumbuh uban" sahut Zalin senyum


"Hooh, ayah kalau jalan sama bunda bagaikan sugar dady, dan bunda jadi sugar baby" ucap Adi tertawa terbahak


"Setua itu kah ayah dimata kalian, sungguh jahat" sahut Arnold cemberut


"Tidak, ayah masih terlihat muda dimata bunda" ucap Aisyah tersenyum


"Terima kasih bunda, muachh" jawab Arnold mencium kepala istrinya


Hahaha.... anak-anaknya tertawa melihat adegan ayah bundanya.


Sore hari, Khanza, Yusuf dan Zalin sudah kembali kerumahnya, setidaknya mereka sudah tenang melihat sang bunda yang sehat dan akan terus selalu sehat, itulah keinginan seorang anak.


"Tidak, aku sudah cukup makan banyak hari ini, tidak boleh berlebihan juga" jawab Khanza


"Jalan-jalan sore, mau tidak?" ajak Yusuf


"Besok saja, cuacanya lagi tidak mendukung, sedikit mendung" jawab Khanza melihat ke arah jendela kamarnya


"Kan naik mobil" ucap Yusuf


"Iya, tapi berpergian dengan cuaca hujan itu tidak enak, tidak bisa santai-santai di lesehan pinggir jalan" jawab Khanza


"Baiklah, aku ngalah" ucap Yusuf mencium perut Khanza


"Sayangnya daddy, baik-baik ya nak di dalam, tendangannya pelan-pelan saja supaya Mommy nya tidak kesakitan" ucap Yusuf lagi pada anaknya yang masih di dalam kandungan


"Aku sudah pelan daddy nendangnya" jawab Khanza dengan suara seperti anak kecil


"Daddy jadi tidak sabar menunggu dirimu hadir dan melihat dunia ini" ucap Yusuf mengelus perut istrinya, Khanza bahagia karena bisa memberikan keturunan pada Yusuf dan kedua keluarganya


Kamar Adi


"Sayang, kamu lagi ngidam tidak?" tanya Adi mengelus perut Aira

__ADS_1


"Tidak" jawab Aira singkat padat jelas


"Kenapa tidak, padahal aku ingin mencari sesuatu yang di inginkan istri yang sedang mengidam" ucap Adi serius


"Mungkin belum, ini kan masih sangat awal, jadi tidak merasakan apapun juga" jawab Aira


"Alhamdulillah, akhirnya kecebongku berhasil jadi" ucap Adi bahagia


"Masa kecebong sih" jawab Aira cemberut


"Tidak apa, jadi tidak sabar melihat anak kita lahir, ke dunia ini yang penuh tipu-tipu dan kehaluan, semoga anak kita tidak menjadi anak halu" ucap Adi


"Doanya yang baik-baik saja" sahut Aira kesel dengan ucapan Adi yang selalu asal


"Sini, aku shalawat saja deh" ucap Adi bershalawat


اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ


وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ


Alloohumma sholi sholaatan kaamilatan wasallim salaaman taamman 'alaa sayyidina muhammadinil ladzii tanhallu bihil 'uqodu wa tanfariju bihil kurobu wa tuqdhoo bihil hawaa-iju wa tunaalu bihir-roghoo-ibu wa husnul khowaatimi wa yustasqol ghomaamu bi wajhihil kariimi wa 'alaa aalihii wa shohbihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi 'adadi kulli ma'luumin laka


Artinya: "Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan salam yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW. Semoga terurai dengan berkahnya segala macam buhulan dilepaskan dari segala kesusahan, tunaikan segala macam hajat, dan tercapai segala macam keinginan dan husnul khotimah. Dicurahkan air hujan (rahmat) dengan berkah pribadinya yang mulia. Semoga rahmat dan salam yang sempurna itu juga tetap tercurah kepada para keluarga dan sahabat beliau, setiap kedipan mata dan hembusan nafas, sebanyak bilangan yang diketahui oleh Engkau."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


👍🏼 like


📝 komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah 👍🏼📝🎁🎟️


Beda Usia? Tak Masalah 👍🏼📝🎁🎟️



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.

__ADS_1


__ADS_2