
Diperjalanan Aira diam saja tidak bersuara sama sekali, membuat Adi bingung sendiri dan panik.
Apa orang pacaran kalau berantem begini ya, tapi aku bukan pacaran statusnya lebih ditinggi, suami istri bre, ngadepin istri ngambek gimana ini. batin Adi pusing sendiri
"Aira" panggil Adi pelan
"Hmm" sahut Aira hanya deheman
"Kenapa diam saja?" tanya Adi takut salah bicara
"Terus aku harus teriak-teriak begitu" jawab Aira tanpa melihat Adi
"Yah gimana ya, jujur aja sih aku bingung dan tidak tau perempuan itu seperti apa, lalu kalau perempuan marah gimana cara baikinnya, aku belum pernah pacaran, jadi beneran deh aku tidak mengerti tentang wanita, maaf kalau aku tidak peka" tutur Adi menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Siapa yang marah? aku diam bukannya marah, aku juga tidak tau harus bicara apa dengan mu, makanya aku diam saja" jawab Aira menunduk
"Jadi kamu tidak marah kalau sudah tidak bekerja lagi" tanya Adi melirik sekilas ke arah Aira
"Tidak, tapi kalau bisa aku tetap bekerja" ucap Aira pelan
"Kenapa masih mau bekerja?" tanya Adi
Aira hanya diam saja, dia tidak mungkin bilang sama Adi kalau uang hasil kerjanya untuk membayar kuliahnya, apalagi mereka baru saja menikah, dan juga Aira ingin memegang uang sendiri.
"Ishh malah diam, bikin aku bingung, aku sudah bilang sama kamu, aku itu tidak peka tentang perasaan wanita" ucap Adi
"Supaya tidak bosan dirumah, kalau ada pekerjaan bosennya pasti ilang" jawab Aira berbohong
"Ya sudah, buka usaha aja dirumah" ucap Adi
"Aku tidak ada pengalaman berjualan, mana bisa" jawab Aira cemberut membuat Adi gemas dengan refleks Adi mencium pipi Aira saat di jalan sedang berhenti lampu merah
"Ih nyosor terus" sahut Aira
"Bukannya bebas ya kalau suami nyosor" ucap Adi cekikikan
"Lihat situasi dan kondisi dong" jawab Aira
"Iya sayang ku" ucap Adi tertawa
Adi dan Aira kembali pulang kerumah orangtua Aira, selama beberapa hari Adi akan tinggal di rumah mertuanya, pakaian Adi sudah di bawa oleh bodyguardnya.
Ini kali pertama Adi makan malam tanpa ayah bundanya, biasanya dia selalu menghabiskan waktu dirumah.
"Gimana, apa masakan umi cocok dengan seleramu" tanya Abi
"Alhamdulillah cocok, Bi" jawab Adi senyum
"Syukurlah, umi tadi sudah takut saja kalau ini bukan seleramu" sahut umi
"Memangnya menurut kalian seleraku seperti apa?" tanya Adi
"Makanan restoran gitu" jawab umi
"Adi jarang makan di restoran umi, jadi sebisa mungkin Adi makan selalu dirumah, kecuali siang tapi itu pun makanan bekal dari rumah, masakan bunda" ucap Adi jujur
"Aku bekal ke kantor?" tanya Abi
"Iya, bunda selalu memaksa aku bawa bekal dari rumah, atau supirnya bunda membawakan makanan untuk makan siang" jawab Adi
"Kamu tidak malu bawa kotak bekal?" tanya Abi, penasaran dengan kehidupan Adi
"Tidak, dari jaman masih sekolah aku selalu di bully anak mamih lah, karena setiap hari bawa bekal tapi tidak aku gubris, yang mereka katakan benar aku anak bunda, dan aku menikmati setiap bekal yang dibawakan bunda, aku malah berpikir yang ngebully aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari bundanya" tutur Adi santai
"Biasa orang di bully tuh marah atau gimana" ucap Abi
"Aku selalu di ajarkan bunda supaya makan-makanan sehat, salah satunya ya bawa makanan sendiri, bukan berarti makanan diluar sana tidak sehat ya Abi, tapi kalau makanan masak dari rumah kita sudah tau kebersihan dan lain-lainnya" jawab Adi
__ADS_1
"Kamu kan sudah nikah, lalu yang memasak untuk bekalmu siapa?" tanya Abi memancing putrinya agar ikut berbicara
"Aira dong, masa aku harus minta sama bunda, setiap pagi aja kak Yusuf selalu di sediakan makanan sama kaka Khanza, ayah juga selalu disiapkan oleh bunda apapun itu" jawab Adi polos
"Gimana Aira sanggup tidak?" tanya Abi
"Sanggup Abi" jawab Aira, Adi hanya tersenyum
"Adi, kamu punya kakak berapa?" tanya Abi lagi
"Aku itu hany dua bersaudara, punya kaka satu yaitu kak Khanza, doain ya Abi, umi, kaka ku lagi hamil semoga anak dan ibunya selalu sehat" jawab Adi semangat
"Aamiin" jawab semua
"Jika kamu mendapat kabar diwaktu yang sama, bunda mu menelpon kalau dia tidak sehat, begitu juga dengan istrimu, mana dulu yang akan kamu temui" tanya umi
"Aku akan lebih dulu menghubungi istriku untuk mengatakan aku akan kerumah bunda lebih dulu, setelah itu aku akan segera pulang" jawab Adi
"Kenapa bundamu lebih dulu?" tanya umi lagi
"Karena surga ku masih sama bunda" jawab Adi melirik Aira
"Untuk Aira apa yang kamu lakukan jika suami mu lebih mendahulukan bundanya dibandingkan kamu, padahal kondisinya sama-sama genting antara kamu dan bundanya Adi" tanya Abi pada putrinya, Adi juga penasaran dengan jawab sang istri
"Tugas Aira hanya berbakti pada suami, dan mencari pahala, jadi apapun yang di lakukan Adi terhadap bundanya, Aira hanya bisa mendukung saja, selagi itu semua masih di jalan yang baik dan benar" jawab Aira sedikit bingung
"Sama suami jangan panggil nama dong, katanya mau cari pahala" sahut umi
"Lalu panggil apa?" tanya Aira pelan
"Kalian berdua sepakati, atau standar saja kamu panggil suami mu mas Adi" jawab Abi
"Iya deh" sahut Aira
Kring... kring.... suara ponsel Adi berbunyi
"Disini aja bicaranya, kami tidak akan mengganggu kamu" jawab Abi menahan Adi keluar
📱Kaka
Assalamualaikum adik tersayang ku (tertawa)
📱Adi
Wa'alaikumsalam, kaka ku yang paling menyebalkan sedunia tapi membuat kangen
Abi, Umi dan Aira hanya memperhatikan Adi dan senyum
📱Khanza
Sedang apa adikku sayang
📱Adi
Makan kakaku sayang
📱Khanza
Videocall ya
📱Adi
Tidak mau, untuk apa pakai videocall
📱Khanza
Kaka kangen loh sama kamu dek
__ADS_1
📱Adi
Bohong banget, tidak percaya aku
📱Khanza
Jahat, sama kaka sendiri berkata begitu
"Bunda, masa Adi bilang kaka tukang bohong" adu Khanza pada bundanya
📱Adi
Dasar tukang mengadu pada bunda, mana aku mau bicara sama bunda kalau memang benar ada disamping kaka
📱Khanza / Bunda
Iya sayangnya bunda, ada apa?
📱Adi
Ternyata benar ada bunda, bunda kenapa belum istirahat, ini sudah jam setengah delapan
📱Khanza / Bunda
Sebentar lagi sayang, Adi lagi apa?
📱Adi
Bunda jangan tidur malam, nanti kesehatan bunda menurun seperti yang sudah-sudah, Adi habis selesai makan, tapi masih kumpul di meja makan
📱Khanza / Bunda
Iya sayang, bunda tidak akan lupa perintah Adi, Adi lanjut saja ya disana, maafin kaka mu sudah ganggu
📱Adi
Iya tidak apa-apa bun, aku sudah tau keisengan kaka, bye bunda i love you, muachh, Assalamualaikum
📱Khanza / Bunda
I love you too, wa'alaikumsalam
Adi selesai menelpon meminta maaf sama mertuanya, dia jadi tidak enak harus mengangkat telpon.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
👍🏼 like
📝 komen
🎁 hadiah
🎟️ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah 👍🏼📝🎁🎟️
Beda Usia? Tak Masalah 👍🏼📝🎁🎟️
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.
__ADS_1