KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Adi Merasakan Sesuatu


__ADS_3

Dirumah Yusuf lebih banyak diam, tidak seperti Yusuf yang dulu, dan Ysuuf juga mulai mempelajari beberapa pekerjaan yang diberikan dari perusahaan tersebut.


Hal itu membuat Khanza bingung, biasanya Yusuf selama dirumah akan lebih fokus pada Khanza, tetapi kali ini dia melihat suaminya sibuk sedikit heran.


"Kaka mau aku buatkan kopi atau teh, untuk menemani kaka kerja?" tanya Khanza


"Tidak perlu, kamu tidur saja, pekerjaan kaka sebentar lagi selesai" jawab Yusuf tanpa menoleh


Ini kak Yusuf atau bukan ya, kok jadi aneh begini. batin Khanza


"Kaka masih marah sama aku ya" tanya Khanza cemas


Yusuf pun menoleh dan menghampiri istrinya, lalu mencium kening istrinya dengan lembut.


"Kaka tidak marah sama kamu, jadi jangan berpikir apapun ya, tetap jaga calon anak kita ya hingga dia lahir dan melihat dunia ini" ucap Yusuf menatap istrinya


"Sikap kaka berbeda belakangan ini" jawab Khanza menunduk


"Tidak ada yang berubah, hanya saja kaka ingin menjadi orang yang lebih bertanggung jawab atas kewajiban yang kaka tanggung saat ini" ucap Yusuf lembut


Khanza menatap suaminya, mencari kebenaran apa yang diucapkan oleh Yusuf


"Tidurlah lebih dulu, nanti setelah kaka selesai, kaka pasti langsung tertidur di samping kamu" ucap Yusuf mengelus pipi istrinya dan kembali melanjutkan pekerjaannya


Karena Khanza semenjak hamil mudah sekali mengantuk jadi dia cepat terlelap tanpa menunggu suaminya, Yusuf yang melihat Khanza sudah tertidur kembali menghampiri dan mencium kening Khanza.


"Maafin kaka ya, jika kaka banyak sekali kesalahan dan selalu membuat kamu badmood, kaka sudah tidak bisa antar jemput kamu lagi seperti dulu, jaga-jaga kesehatan ya sayang" ucap Yusuf tersenyum


Pagi hari seperti biasa keluarga Arnold berkumpul di meja makan dan selesai sarapan pagi ini.


"Bagaimana dengan klien baru kita?" tanya Arnold bertanya pada Adi


"Jijik aku, wanita gatal, masa ngajakin Adi kencan, memangnya Adi cowo apaan" jawab Adi kesal mengingat kejadian kemarin di kantor


"Maksudnya gimana?" tanya Aisyah bingung


"Bunda mau tau benaran, tapi jangan marah sama Adi ya" jawab Adi serius


"Cerita saja" sahut Aisyah


Flashback


Perusahaan Zavier Intermedia


"Pak Adi, tamunya sudah menunggu diruang tamu" ucap sekertaris Adi


"Suruh dia keruangan ku ya" jawab Adi tegas

__ADS_1


"Baik pak" sahut sekertaris


Ceklek... suara pintu terbuka


"Selamat pagi pak Adi" ucap Dewi tersenyum


Lebih tampan, pemilik perusahaan pula, dari pada Yusuf, walaupun dia juga tampan tapi hanya karyawan. batin Dewi


"Silahkan duduk" ucap Adi datar


"Perkenalkan nama saya Dewi, saya mewakili papih saya sebagai pemilik perusahaan kontraktor ternama, dan tujuan saya kemari ingin memasangkan iklan perusahaan orangtua saya agar lebih terkenal lagi" jawab Dewi dengan bergaya seksinya


Katanya sudah ternama, tapi kenapa masih ingin pasang iklan supaya terkenal, berarti perusahaannga belum punya nama lah, manusia jadi-jadian. batin Adi menatap tajam Dewi


"Dengan senang hati, jika ibu Dewi ingin memasang iklan di perusahaan kami ini, sebelumnya kita bekerja sama ada beberapa poin yang harus dipelajari betul-betul, supaya di antara perusahaan kita nyaman" ucap Adi masih bersikap datar


"Baiklah, boleh saya lihat syarat dan prosedurnya" jawab Dewi


Adi memberikan berkas kontrak kerjasama, dia ingin segera berakhir berbicara dengan Dewi.


Sedangkan Dewi dengan gaya elegannya dan membaca kontrak tersebut sering melirik ke arah Adi, lalu Dewi duduk di samping Adi secara tiba-tiba dan tidak disangka Dewi mengelus paha Adi membuat Adi bergidik merinding dan menahan sesuatu di bagian bawah sana.


Dewi yang melihat Adi terlena terus saja menggerayangi hingga tangan Dewi menyentuh bagian berharga Adi, dengan refleks Adi menepis tangan Dewi dan bangkit dari duduknya menatap tajam wajah Dewi.


"Astaghfirullah, Maaf bu Dewi, saya tidak bisa melanjutkan kerjasama ini, silahkan bu Dewi keluar dari ruangan saya" ucap Adi tegas


"Saya lebih baik dibayar sedikit tapi saya nyaman dibandingkan harus dibayar besar membuat saya tidak nyaman" ucap Adi tegas


Dewi tidak tinggal diam, dia mendorong Adi hingga terduduk kembali ke sofa, dan Dewi duduk dipangkuan Adi, dengan sengaja dengan menggerkn tubuhnya, karena merasa bagian Adi sudah sedikit mengeras.


Adi kembali mendorong Dewi hingga tersungkur ke lantai, dan meninggalkan ruangan tersebut dengan kesal, tidak lupa Adi meminta satpam mengusir Dewi dari ruangannya, Adi sendiri pergi ke luar mencari cafe terdekat agar pikiran tidak menjadi kotor.


Disepanjang jangan Adi selalu berucap "Maafkan Adi, bunda".


Flashback off


"Begitu bunda" ucap Adi nyengir selesai bercerita


"Astaghfirullah, ayah harus bertinda bunda tidak mau tau, anak bunda jadi begini" tutur Aisyah marah


"Dewi siapa?" tanya Yusuf menimpali


"Orang yang sama dengan klien kaka kemarin, apa dia melakukan itu juga ke kak Yusuf" jawab Khanza jadi khawatir mengingat Yusuf kemarin bertemu dengan Dewi


"Oh si setan itu, aku tidak sampai seperti Adi tuh, lagian Dewi itu taunya aku ini hanya karyawan biasa diperusahaan papih" ucap Yusuf


"Kirain sama diperlakukan begitu juga" jawab Khanza menunduk

__ADS_1


"Tidak mungkin kaka begitu" ucap Yusuf menenangkan istrinya


"Bunda, ternyata enak ya" sahut Adi ngasal


Plakkk... suara tamparan


Dengan refleks Aisyah menampar Adi, karena ucapan yang Adi lontarkan, semua orang terkejut, selama ini Aisyah terkenal lembut pada siapapun.


"Bicara begitu lagi di depan bunda, bunda tidak mau anggap Adi anak bunda" ucap Aisyah marah


"Maaf bunda, Adi hanya bercanda tidak benaran" jawab Adi memeluk bundanya merasa bersalah


"Bunda tidak suka" ucap Aisyah kembali lembut


"Iya, Adi salah, Adi minta maaf, lain kali Adi akan lebih menjaga diri Adi" jawab Adi masih memeluk bundanya


"Sepertinya itu wanita tidak benar deh, kok berani melakukan itu dengan orang yang baru saja dia kenal" timpal Khanza


"Atau kejiwaannya sudah tidak beres itu" sahut Yusuf menambahkan


"Harus dibawa ke rumah sakit jiwa" jawab Khanza


"Ayah akan mencari tau, dan latar belakang keluarganya juga, anak laki-laki ayah jadi ternoda gara-gara wanita itu" ucap Arnold melihat Adi masih memeluk bundanya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.

__ADS_1


__ADS_2