KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Ayah Arnold Minta Cucu


__ADS_3

"Semoga bunda bisa memberikan ketenangan untuk Zalin, entah kenapa aku merasa bunda jadi lebih sayang Zalin dari pada aku" jawab Yusuf cemberut


"Hahaha, masa iri dengan Zalin, harusnya tuh aku yang iri, itu kan bunda aku, aku aja santai masa kamu iri sama adik sendiri" ucap Khanza tertawa


"Kasih sayangnya berkurang untuk ku" sahut Yusuf pura-pura kesal sebenarnya


"Suamiku ternyata menggemaskan sekali sih" ucap Khanza mencubit kedua pipi Yusuf


Alhamdulillah ternyata Khanza tidak iri dengan kedekatan Zalin dan bunda. batin Yusuf tersenyum


"Istirahat ke kamar yuk" sahut Yusuf mengajak Khanza


"Ayo, kaka juga harus banyak istirahat, jangan banyak pikiran" ucap Khanza meledek Yusuf


"Punya anak aja belum, masa sudah banyak pikiran" goda Yusuf melihat istrinya


"Kaka kebanyakan modusnya" sahut Khanza mencubit perut Yusuf


"Modus sama istri sendiri dapat pahala loh" ucap Yusuf tersenyum nakal


Arnold dan Aisyah menghubungi kembali orangtuanya mengingatkan bahwa Khanza dan Yusuf akan tinggal di rumah dan menempati kamar Arnold dan Aisyah yang dulu.


Kakek Niel dan Nene Ras sangat bahagia cucunya akan tinggal disini, menemani masa tua mereka. Nene Ras merapihkan semua barang Aisyah dan Arnold yang ada di dalam lemari dan di pindahkan keruang kerja Arnold dulu.


Rencananya barang barang Aisyah dan Arnold akan di ambil sebagian dan dipindahkan ke apartemen Arnold, agar tidak terlalu sempit.


Ruang kerja Arnold akan tetap menjadi Ruang Kerja untuk Khanza atau Yusuf, tidak ada perubahan untuk itu.


Santi dan Bayu tetap mempunyai kamar sendiri di lantai 2, memang milik mereka semasa remaja. Tadinya kakek Niel berpikir agar Khanza dan Yusuf memakai kamar di lantai 2, tetapi Aisyah tidak mengizinkan.


Kakek Niel hanya berpikir apabila Aisyah dan Arnold menginap di rumahnya, kalau kamar sudah di pakai Khanza dan Yusuf berarti mereka tidur dimana.


Dengan santai Arnold menjawab bisa menggunakan kamar lain yang ada, terpenting kenyaman Khanza dan Yusuf, hitung hitung Khanza dan Yusuf belajar menjadi orang yang sederhana tidak banyak maunya selama tinggal di rumah orangtua Aisyah.


Malam hari saat berkumpul, Aisyah menjelaskan bahwa kamar dirumah kakek Niel sudah di siapkan, mereka hanya bawa pakaian dan beberapa barang seperlunya saja, karena kamar nya juga tidak terlalu luas.


Khanza dan Yusuf berterima kasih pada Aisyah dan Arnold telah membantu mereka, lebih lebih Yusuf merasa tidak enak hati dengan orangtua Khanza.


Arnold selalu menasehati Yusuf dengan hal yang baik, agar Yusuf tidak terlalu merasa bersalah dengan situasi yang sedang dihadapinya.

__ADS_1


Yusuf sangat beruntung memiliki mertua yang baik kepada dirinya dan juga adiknya, Yusuf menatap Zalin yang sedang menunduk sedih.


Dia tau kesedihan Zalin karena papihnya tidak jadi datang, karena sedang meeting dengan beberapa client, Papihnya pun berjanji akan datang besok pagi dan menumpang sarapan di rumah Zavier sekalian untuk menghibur anaknya.


Arnold dengan senang hati apabila orangtua Yusuf ingin berkunjung ke rumah, walau hanya sekedar sarapan bersama pasti membuat Zalin jauh lebih bahagia.


"Oh iya, tadi ayah dapat kabar, Papih Mahadika besok mau sarapan bersama dengan kita disini, jadi bunda harus masak yany spesial ya" ucap Arnold mengubah topik melihat Zalin hanya diam


"Alhamdulillah, kita kedatangan tamu spesial besok, Zalin harus bantu bunda dan bibi masak ya, agar papih Mahadika yakin Zalin sudah menjadi wanita hebat" sahut Aisyah mengelus kepala Zalin


"Nanti masakan jadi hancur lah bunda" ucap Zalin cemberut mengingat dirinya tidak bisa memasak


"Kan dibantu sama bunda dan bibi, nanti bunda yang buat bumbu, bibi yang siapin bahan, Zalin yang masak, bagaimana?" tanya Aisyah dengan lembut


Zalin hanya menatap Aisyah dengan bingung dan takut apabila masakannya menjadi tidak enak.


"Percaya aja sama bunda, dek" sahut Khanza mengelus bahu Zalin


"Kaka Khanza yakin sekali" ucap Zalin pelan


"Bukan yakin, kaka dulu juga begitu, saat di ajarin bunda memasak, nanti Zalin akan terbiasa dengan yang namanya wajan, spatula, panci" sahut Khanza tersenyum


"Ya sudah, Zelin mau mencoba, tapi jangan pernah salahkan Zalin, jika masakannya tidak enak" ucap Zalin tegas


"ADI DUKUNG KAKA ZALIN" teriak Adi semangat tapi tatapannya ke ponsel


"Anak lebay tuh begitu, mendukung yang dilihat ponselnya bukan orangnya" ucap Khanza malas dengan Adi


"Yang penting dukungannya, Iya kan bun?" tanya Adi melirik sekilas bundanya


"Ada ada saja kamu ini" jawab Aisyah mengelus kepala Adi dengan kasih sayang


"Kenapa kaka Khanza dan Adi tidak pernah akur?" tanya Zalin


"Karena dia nyebelin" ucap Khanza dan Adi bersamaa


"Hahahaha, kalian berdua lucu" sahut Zalin tertawa melihat Khanza dan Adi yang saling menjelekkan


"Ini sudah malam, ayo masuk kamar masing masing, supaya besok tidak kesiangan untuk menyiapkan sarapan spesial" ucap Arnold tersenyum

__ADS_1


"Adi lagi tanggung ayah" sahut Adi


"Oke, besok Adi tidak dapat uang jajan dan kendaraan untuk berangkat sekolah" ancam Arnold pada anak bujangnya


"Huh, pakainya ancaman" ucap Adi masuk ke dalam kamar ayah bundanya


"Zalin istirahat ya nak, ingat di dalam kepala Zalin harus disini dengan hal positif, hilangkan semua hal negatif" sahut Aisyah memegang kepala Zalin dengan kedua tangannya lalu mencium kepalanya


"Siap bunda, terima kasih ayah dan bunda, Zalin ke kamar ya, dadah kaka semua" ucap Zalin masuk ke dalam kamarnya


"Kalian juga istirahat, cepat cepat kasih ayah cucu" ucap Arnold mendorong tubuh istrinya dengan pelan agar masuk ke kamar


Yusuf dan Khanza hanya saling pandang saat mendengar kata Cucu/Anak.


"Yang dibilang ayah benar, ayoolah kita buat cucu untuk ayah dan bunda" sahut Yusuf merangkul istrinya masuk ke dalam kamar


*******************


Maaf ya baru bisa update lagi, karena sedang padat sekali pekerjaan lain diluar menulis. Apabila sudah stabil. Insyaa Allah akan kembali update setiap harinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia, Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



Berikan dukungan juga untuk Kedua cerita ini. Oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang No. 1 ya, karena masih sambungan cerita


__ADS_2