KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Adi Di Tampar!!!


__ADS_3

Kamar Khanza, Yusuf melihat bantal yang menutupi wajah istrinya, dengan perlahan Yusuf mengambil bantal tersebut untuk di jauhkan dari wajah, saat melihat wajah istrinya, ada sisa air mata, Yusuf hanya terdiam merenungi perbuatan dia terhadap istrinya.


Perlahan Yusuf mencium kening Khanza dan membersihkan sisa airmata yang masih ada.


"Kaka sayang kamu Khanza" ucap Yusuf ditelinga Khanza


Merasakan ada sesuatu, Khanza membuka matanya dan melihat ada Yusuf di depan dia.


Apa aku berhalusinasi, karena terlalu kangen dan memikirkan kak Yusuf. batin Khanza


"Sudah makan?" tanya Yusuf lembut menatap istrinya


Khanza masih saja memandang wajah Yusuf yang tersenyum.


Cup ... Yusuf mencium kening Khanza


"Ini kak Yusuf? atau aku yang sedang bermimpi?" ucap Khanza pelan


"Aku Yusuf, suamimu" sahut Yusuf, Khanza masih ingin memandang Yusuf untuk memastika


"Jika aku bermimpi bertemu kak Yusuf, tolong jangan pernah bangunkan aku" lirih Khanza masih tidak percaya


Yusuf mengeryitkan dahinya, dia bingung dengan ucapan Khanza. Yusuf menarik hidung Khanza pelan.


"Awss, sakit" lirih Khanza


"Sudah sadar, kalau ini bukan mimpi" ucap Yusuf membuyarkan lamunan Khanza


Khanza memeluk Yusuf dengan erat dan kembali menangis.


"Hikss.. maaf kan aku kak" ucap Khanza


"Jangan nangis sayang, harusnya kaka yang minta maaf pada mu, kaka suka melukai hati dan perasaanmu, bahkan kaka mengabaikan kamu" tutur Yusuf membalas pelukan Khanza


"Aku janji tidak akan membuat keputusan tanpa seizin kaka" ucap Khanza terisak


"Kaka salah, kaka tidak bisa mengontrol emosi, malah membuat kamu terluka" sahut Yusuf menenangkan istrinya


"Kaka boleh kok marah dengan aku, hikss.. hikss... tapi jangan cuekin aku kak" ucap Khanza masih menangis dipelukan Yusuf


"Sudah berhenti nangisnya, jika kamu masih menangis perasaan bersalah kaka semakin besar" sahut Yusuf mencium kepala sang istri


"Habisnya, hikss... hikss... kaka jahat, chat aku pun tidak ada yang balas" ucap Khanza


"Iya, kaka sungguh-sungguh minta maaf, kaka juga sudah membentak kamu, maafin kaka, berhenti nangisnya dong, kita makan bersama yuk" sahut Yusuf mencium seluruh wajah Khanza


"Makan disini saja" jawab Khanza


"Baiklah, istri kaka kalau nangis tambah cantik deh, sekarang cuci muka, setelah itu kita makan" goda Yusuf tersenyum pada Khanza


Selama Khanza mencuci muka, Yusuf merapihkan tempat tidur.


"Khanza kenapa nak?" tanya Aisyah terkejut melihat anaknya habis menangis

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa bunda" jawab Khanza tersenyum


Aisyah tidak mau bertanya lagi pada anaknya, sebab Khanza sudah mengucapkan kata 'Tidak apa-ap' berarti dia tidak mau berbagi masalahnya dan bisa menyelesaikan sendiri.


"Kalian mau kemana?" tanya Aisyah mengganti topik pembicaraan


"Mau makan bun, bunda masak tidak?" ucap Khanza


"Masak, tapi menunya hanya dua macam saja" jawab Aisyah dalam hatinya penasaran sama Khanza


"Alhamdulillah bun, walau hanya dua menu" sahut Yusuf tersenyum, Aisyah menatap Yusuf meninta seolah-olah meminta penjelasan tapi Yusuf langsung mengalihkan pandangannya ke meja makan


Ada apa lagi antara Khanza dan Yusuf, Ya Allah rumit sekali pernikahan mereka. batin Aisyah sedih melihat anaknya


"Assalamu'alaikum" ucap Adi berbinar melihat kakanya


Cup....


Adi mencium pipi Khanza kanan dan kiri, lalu dia duduk disamping Khanza dan tersenyum manis.


"Kamu kenapa dek?" tanya Khanza heran terhadap sikap Adi


Adi terkejut melihat mata kakanya sembab, dan sedikit memerah. Adi langsung menegang pipi kakanya dengan kedua tangan dia.


"Kaka habis nangis?" tanya Adi menatap bola mata Khanza yang bulat dan indah seperti bundanya


"Apa sih dek" ucap Khanza melepaskan tangan Adi


"Bersih-bersih sana, pulang sekolah bukannya langsung ganti pakaian" sahut Khanza mengalihkan


"Kak Yusuf apakan kaka ku hingga dia menangis, atau jangan-jangan mamihnya kak Yusuf yang membuat kaka ku menangis lagi, apa kalian tidak cape selalu membuat kaka menangis, mau kalian apa sih" ucap Adi secara lantang


"ADI!!!" ucap Khanza menampar Adi tidak sengaja hingga dia tersadar melukai adiknya


"Astaghfirullah" tutur Aisyah melihat Adi ditampar Khanza


Adi hanya memegang pipinya yang terasa panas serta menggosokan tangannya di pipi.


"Dek, kaka tidak bermaksud menampar mu, kaka kelepasan, karena ucapanmu tidak dijaga" ucap Khanza sedih ini pertama kalinya dia memukul adiknya


Baru kali ini aku ditampar sama keluarga sendiri. batin Adi


"Adi minta maaf dulu sama kaka, karena ucapanmu, setelah itu kaka minta maaf sama Adi" ucap Aisyah masih syok


"Maafin Adi, kak Yusuf, kak Khanza" tutur Adi langsung masuk ke kamar


"Dek, tunggu" panggil Khanza mencoba mengejar Adi


"Bun, kaka minta maaf, tadi beneran kaka tidak bermaksud melukai Adi" ucap Khanza menangis di depan bundanya


"Tenangkan dirimu, ini hanya salah paham, sudah lanjut saja makannya, Adi itu urusan bunda" jawab Aisyah


"Pasti Adi benci aku kan bun" sahut Khanza sendu

__ADS_1


"Nanti kita bicarakan sama Adi baik-baik" ucap Yusuf menenangkan Khanza, dia juga kaget Khanza memukul Adi


Kamar Adi


"Apa salah ku ya, sampe dapat pukul si madun" ucap Adi sendiri


"Eh salah deh, si madun bukan pukulan, tapi tendangan, hahaha" tutur Adi tertawa sendiri


"Tapi panas juga nih pipi, jadi begini rasanya ditampar, baru merasakan aku, ada apa dengan kaka ya, dia kan lemah lembut, sekarang jadi beringas, ihh ngeri juga" ucap Adi melihat pipinya yang merah dari cermin


"Kekerasan ini, bisa dilaporkan ke pihak berwajib, hihihi" lirih Adi kembali terkekeh


Tok... tok... suara ketukan pintu membuat Adi kaget


"Eh kadal, bikin kaget aja" lirih Adi mengelus dadanya


"Adi, bunda mau masuk sebentar, boleh nak" ucap Aisyah dibalik pintu


"Untuk apa? mau ikutan nampar Adi" teriak Adi


"Buka yuk sayang, kita bicarakan baik-baik ganteng" bujuk Aisyah


"Nanti aja, Adi lagi malas" ucap Adi duduk di sisi ranjang "Alamak, niatnya pulang cepet tuh mau makan, sekarang kalau ngurung di kamar makan apa dong" gerutu Adi kesal menarik rambunya sendiri


"Adi jangan begitu dong, buka sayang, bunda sedih loh kalau Adi bersikap begini" ucap Aisyah, rayuan terakhir, Adi tidak akan pernah bisa membuat bundanya sedih


Ceklek.... suara pintu terbuka


"Apa!!" sahut Adi memasang wajah males


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.

__ADS_1


__ADS_2