KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Ribut


__ADS_3

"Sudah cukup ya nak, hargai kakek mu disini" ucap Shafira


"Oke, sip pakai telur bebek" jawab Rayyan yang selalu santai menghadapi julidnya keluarga


"Apa kalian semua tidak bisa akur sebentar saja" ucap Tuan Alex lebih tegas dari biasanya


"Tidak" jawab Rayyan dan juga tantenya


"Sungguh kompak" ucap tuan Alex


"Rayyan, apa kamu sudah bosan menjadi bagian keluarga Alexander" tanya Alex serius, Rayyan dan yang lain terkejut dengan pertanyaan kakeknya


"Maksud kakek apa?" tanya balik Rayyan


"Keras kepala mu sepertinya sudah membuat kamu bosan menjadi bagian keluarga ini" jawab tuan Alex dengan santai, tantenya Rayyan hanya tersenyum penuh kemenangan di belain menurutnya.


"Jika kakek yang bosan mempunyai cucu seperti ku bilang saja, dan jika kakek tidak suka anak perempuan kakek tidak di hargai oleh ku katakan langsung, aku cukup tau diri dan sadar diri" ucap Rayyan tegas dan berdiri dia mengajak anak istrinya untuk ikut dengannya


"Rayyan, duduklah" sahut Raymond tidak suka bila adikya di sudutkan


"Zulaiha, Zira, ayo kita pergi sekarang, kita bereskan semua barang kita" ucap Rayyan pada anak istrinya


Zulaiha dan Zira hanya menurut, karena suasana nya tidak sehat juga untuk Zira.


Rayyan menggandeng tangan anak istrinya sedangkan anaknya dia gendong dan meninggalkan semua keluarga.


"Mamih temui Rayyan dulu ya" sahut Shafira pelan


"Tidak perlu disusul, lanjutkan sarapannya" ucap tuan Alex


Shafira yang hendak menyusul Rayyan tertahan oleh ucapan sang mertua yang tegas dan tidak bisa di bantah.


"Tenang, kita bisa menyusul Rayyan setelah ini" bisik Reynald menenangkan istrinya


"Sadar diri juga tuh anak, siapa suruh kurang ajar sama tantenya sendiri" gerutu tante


"Adik saya selalu sadar diri, tidak seperti anak tante kurang sadar diri, padahal bukan anak kandung tapi sombongnya setengah mati, memanfaatkan harta kakek Alex" sahut Raymond kesal


"Daddy lihat kan anak Mas Reynald semua tidak tau diri, dia berani mengatakan itu semua pada saya di depan semua keluarga" teriak tante marah


"Raymond..." ucap tuan Alex


"Apa kakek ingin berucap sama pada ku seperti yang kakek ucapkan pada Rayyan, aku pun bisa melakukan apa yang Rayyan lakukan" jawab Raymond tegas


"Kakek mu sendiri saja sudah tidak di hargai, Mas Reynald dan mba Shafira harusnya bisa mendidik anaknya lebih tegas lagi agar tidak menjadi anak yang keras kepala" ucap tante


Raymond kembali sarapan dengan tenang karena kakeknya tidak membahas apapun, Zalin yang melihat ketegangan keluarga ini hanya bisa mencoba menenangkan emosi suaminya.


"Kita cari Rayyan dan keluarganya yuk" ajak Zalin berbisik

__ADS_1


Raymond menatap istri. "Untuk apa?" tanya Raymond ingin tau tujuan istrinya


"Setidaknya dia melihat kita selalu mendukungnya, mamih ingin menyusul di larang, pasti kalau kita yang meninggalkan tempat mereka mengiizinkan" jawab Zalin pelan


"Kalau Rayyan sudah pergi gimana?" tanya Raymond


"Kita cari sampai ketemu" jawab Zalin, Raymond menganggukan kepalanya


"Mih, pih, aku dan Zalin ke kamar duluan ya" ucap Raymond pergi begitu saja membawa Zalin tanpa menunggu jawaban orangtuanya


"Dasar otak mesum, masih pagi sudah ngajak ke kamar lagi, pantas saja pikirannya tidak sehat" sahut tante


Zalin dan Ray menuju kamar Rayyan.


Tok... Tok... Suara ketukan pintu


Ceklek ... Pintu terbuka


"Ada apa?" tanya Rayyan santai


"Kalian sedang apa" tanya Ray masuk ke dalam kamar


"Lagi mengemas pakaian kami dan mainan Zira" jawab Rayyan duduk di salah satu sofa


"Habis ini mau kemana?" tanya Ray lagi


"Mau aku anterin?" tanya Ray


"Masa pengantin baru nganterin, lebih baik tidak perlu, aku bisa naik taxi lalu mengambil mobil istriku di rumah papih, baru deh kita lanjut pulang" jawab Rayyan


"Maafkan perkataan kakek" ucap Ray


"Ya sudah di maafkan walau tak ikhlas" jawab Rayyan


"Sudah selesai semua, Mas" ucap Zulaiha


"Ayo kita segera pulang" jawab Rayyan


Mereka semua keluar dari kamar dan menuju lobby, pengantin baru hanya menemani hingga Rayyan naik taxi.


"Hati-hati di jalan" ucap Ray


"Abang kalau mau kembali ke Cairo, hubungi aku ya, setidaknya Zira bisa melihat kepergian kalian" jawab Rayyan


"Itu pasti, aku akan selalu memberi kabar pada mu, kamu juga harus memberikan kabar tentang kesehatan mamih dan papih ya" ucap Ray menepuk bahu adiknya lalu memeluk dengan rasa sayang


"Zira hati-hati ya sayang" sahut Zalin mencium pipi Zira


"Iya kakak, siap" jawab Zira

__ADS_1


Raymond hanya menatap kepergian adiknya hingga taxi yang ditumpangi Rayyan tidak terlihat lagi.


"Tiba-tiba aku merasa takut dengan keluarga mu" ucap Zalin menatap lurus ke arah jalan


"Takut? Kenapa?" jawab Ray bingung


"Ya takut saja, mamih Shafira dan papih Reynald saja benar-benar tidak berkutik di depan kakek Alex, apalagi kamu pasti akan menuruti semua kemauannya" ucap Zalin serius


"Aku sama Rayyan adalah cucu yang paling membangkang, hampir keinginan kakek Alex kami abaikan, sempat kami di ancam, tapi ancaman itu tidak berlaku, kenapa aku bisa tinggal di Cairo, salah satunya adalah aku pernah di usir oleh kakek, dan aku luntang lantung diluar, tetapi aku yakin kalau aku bisa bangkit dan mempunyai usaha sendiri, akhirnya aku ke Cairo dengan tabungan yang sangat ngepas sekali, aku kuliah lalu berjualan baso, hingga aku menjadi orang lagi, kakek Alex mengakui aku sebagai cucunya lagi" tutur Raymond ada rasa kesal, marah dan sedih


"Jadi ingin tau kehidupanmu di Cairo" ucap Zalin senyum


"Tenang saja, hanya itungan hari lagi kita akan sama-sama kesana, dan membina rumah tangga tanpa camput tangan siapapun, hanya kita berdua" jawab Raymond membalas senyuman Zalin


"Sekarang kita siap-siap juga ya" ucap Zalin


"Siap-siap untuk apa?" tanya Ray


"Untuk pulang, aku tidak mau menginap lagi di hotel ini, sehari kita menginap dirumah kak Yusuf sebelum aku pergi jauh" jawab Zalin


"Ya sudah hari ini aja kita menginap di rumah kak Yusuf, kamu info mereka sekarang" ucap Ray


"Apa mamih dan papih mengizinkan, terutama kakek Alex" tanya Zalin


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Perbedaan Dua Insan πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.

__ADS_1


__ADS_2