
"Anak kita cepat dewasa ya bun tau-tau bisa bikin anak sendiri" ucap Arnold tertawa
"Namanya dirawat di kasih makan, di berikan kasih sayang cinta setulus hati, itu kan hal wajar di usia sekarang menikah dan memiliki anak, dari pada anak kita salah pergaulan dan segala macem mendingan di nikahi sejak muda deh" tutur Aisyah ngeri membayangkan hal aneh
Semenjak Khanza berbadan dua Yusuf semakin posesif pada istrinya, dari hal kecil hingga hal besar, Yusuf tidak ingin Khanza ataupun calon anaknya tidak baik-baik saja.
Yusuf juga lebih memanjakan Khanza, padahal Aisyah dan Arnold sudah berulang kali bicara pada Yusuf untuk tidak memanjakan Khanza, tetapi Yusuf mengabaikan perintah orangtuanya.
Bukan karena Yusuf ingin membantah, hanya saja dia tidak mau kehilangan momen masa-masa istrinya mengandung anak darinya, keadaan seperti ini sebenarnya keinginan Yusuf sejak lama, selama ini dia hanya memendam agar hati istrinya tidak tersakiti sudah cukup mamihnya yang menyakiti Khanza.
"Kak Yusuf, hari ini aku pulang dari kampus jam duaan lewat deh" ucap Khanza sambil sarapan
"Ya sudah tidak apa-apa, siang kaka kesana antar kamu makanan saja nanti jam dua kaka jemput lagi" jawab Yusuf membersihkan sudut bibir istrinya dengan ibu jari dia.
"Bunda saja yang jemput Khanza, kamu fokus pada pekerjaan kamu" ucap Aisyah takut menantunya kelelahan
"Tidak perlu bunda, Yusuf saja yang jemput, bunda banyak-banyak istirahat saja di rumah" jawab Yusuf
"Hemm, lagi makan" sahut Arnold fokus pada sarapannya
Seketika mereka terdiam, karena memang saat makan tidak boleh ada yang bicara satupun terkecuali sudah selesai. Hingga mereka semua selesai sarapan Yusuf dan Aisyah kembali berebut ingin menjemput Khanza.
"Bunda, Yusuf ingin menjaga Khanza dan calon anak Yusuf itu saja" jawab Yusuf
"Iya paham, kalau kamu begini terus, sama aja kamu mengabaikan kewajiban kamu yang lainnya, bekerja itu kewajiban kamu, sudah bunda saja yang jemput" ucap Aisyah
"Yusuf yang akan jemput Khanza, ayo sayang kita berangkat" jawab Yusuf langsung mengajak Khanza, dia tidak mau terlalu lama berdebat dengan ibu mertuanya.
"Kamu terlalu memanjakan istrimu" sahut Arnold
"Selagi aku masih sehat, aku akan terus memanjakan Khanza dan calon anak ku, kami berangkat duluan, Assalamualaikum" ucap Yusuf dan Khanza
"Wa'alaikumsalam" jawab Aisyah dan Arnold
__ADS_1
"Benar-benar Yusuf ini, bunda hanya takut dia kelelahan lalu pekerjaannya terbengkalai, apa bunda salah" ucap Aisyah
"Bunda tidak salah, itu hal wajar yang dilakukan oleh orangtua, biarkan saja mungkin ini yang dia tunggu-tunggu, sama seperti kita menunggu hadirnya seorang cucu dirumah ini, untung saja Yusuf masih membawa Khanza kerumah ini bukan yang lain, bisa-bisa semakin sedih ayah, kalau pun nanti Yusuf di pecat papihnya sendiri, perusahaan ayah yang akan menampung dia. tutur Arnold
"Tapi Yusuf suka berlebihan menuruti permintaan Khanza" ucap Aisyah
"Ayah juga akan melakukan apa yang Yusuf lakukan, bun" jawab Arnold tersenyum
"Ayah sama mantu sama aja, memanjakan Kaka" ucap Aisyah
"Karena dia anak perempuan ayah satu-satunya" sahut Arnold
"Adi juga anak laki ayah satu-satunya tuh" jawab Aisyah
"Ayah tidak pernah membedakan antara Adi dan Khanza, hanya perlakuannya saja yang beda, Adi laki-laki jadi harus di ajarkan kuat, tangguh dan bertanggung jawab atas perbuatannya, agar kelak disaat dia berkeluarga sudah mampu membawa istri dan anaknya di jalan Allah" ucap Arnold
"Aamiin, semoga Adi mendapatkan jodoh terbaik menurut Sang Pencipta" jawab Aisyah
Perjalan ke arah kampus Khanza
"Kaka tidak akan pernah lelah demi istri dan anak" jawab Yusuf selalu tersenyum apabila bersama Khanza
"Nanti kaka lelah, lebih baik kaka ke kampus pas aku pulang saja deh" bujuk Khanza
"Lalu kamu makan siang bagaimana? masa harus menunda tidak boleh itu" jawab Yusuf
"Aku makan di kantin kampus saja, supaya kaka tidak bolak-balik ke kampus" ucap Khanza
"Sudah tugas mu cukup fokus kuliah dan menjaga calon anak kita, sisanya urusan kaka" jawab Yusuf
"Baiklah, jika keputusan kaka seperti itu" ucap Khanza pasrah
"Bagus, patuh sama suami jauh lebih baik" jawab Yusuf
__ADS_1
Semoga kasih sayang kak Yusuf tidak pernah pudar untuk ku dan anak kita. batin Khanza
"Ingat ya sayang, di kampus jangan terlalu lelah, jangan banyak pikiran, harus tenang, kalau mommy nya tenang pasti anaknya juga tenang" ucap Yusuf
"Emang mau panggilannya apa nanti sama kita" tanya Khanza
"Mommy and Daddy, boleh ya" jawab Yusuf berharap
"Boleh-boleh saja, apapun panggilannya semoga anak ini menjadi anak yang soleh dan soleha, aamiin" ucap Khanza mengelus perutnya
"Aamiin, insyaa Allah" timpal Yusuf
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.