
"Didik lagi istri mu agar menjadi orang yang benar, kalau mau mencari masalah jangan pada keluarga Almahendra, salah sasaran itu namanya, jika Tuan Almahendra dan istri tau cucunya di sakiti, seketika kita bisa menjadi miskin mendadakan, paham kalian" ucap papah Mahadika (kakek) dengan tegas
"Maksud papa jadi miskin apa?" tanya om Yusuf
"Selama ini papa itu berbisnis dibantu oleh keluarga Almahendra, hingga papa terkenal dimana-mana, semua jasa keluarga itu, tanpa keluarga Almahendra papa bukan lah siapa-siapa, jadi papa harap kalian jangan bermain dengan keluarga itu, sangat mudah bagi mereka menghancurkan keluarga kita" jawab papah Mahadika
Mamih sangat terkejut dengan penuturan mertuanya, ternyata kesuksesan yang dimiliki hasil kerjasama dengan keluarga Khanza.
"Tapi hidup keluarga itu sangat biasa-biasa saja, tidak menunjukan hal mewah, ternyata masih ada orang yang seperti itu" ucap tante Yusuf
"Keluarga mereka memang sederhana, bahkan makan di pinggir jalan lesahan saja tidak pernah malu, dan saat bertemu klien pun mereka tetap santai" jawab papah Mahadika
"Masya Allah, beruntung sekali Yusuf mendapatkan Khanza ya" ucap tante menyindir mamih Yusuf
"Pantas saja Khanza kalau keseringan diajak makan di tempat mewah suka ngambek, dan tidak mau, dia suka berhitung, biaya makan di restoran lebih mahal dan uangnya lebih baik di sedekahkan" ucap papih mengingat Yusuf sering debat dengan Khanza karena makanan
"Dianya aja pelit" celetuk mamih tiba-tiba
"Kamu bilang apa?" tanya papah Mahadika menatap tajam ke menantunya
"Tidak pah" jawab mamih Yusuf takut
"Bicara yang tidak baik tentang cucu mantuku, lihat saja hidup keluargamu akan habis oleh Almahendra, papah tidak akan segan melaporkan kepada Tuan Almahendra" ucap papah tegas
"Maaf pah" lirih mamih
Yusuf dan Khanza tiba dirumah orangtua Khanza.
"Assalamualaikum" ucap Yusuf dan Khanza
"Wa'alaikumsalam" jawab yang lain
"Ishh... ishh sudah tak sabar menunggu ponakan ku lahir" ucap Adi mengelus perut Khanza
"Masih lama dek, siapa tau sebelum ponakan mu lahir, kaka dapat kabar kamu menikah" jawab Khanza bercanda
"Aiihh, apa pula kaka ku yang satu ini" ucap Adi merona
"Bunda tidak setuju adikmu nikah cepat" sahut Aisyah
"Lah, kenapa pelit sekali bundaku ini" jawab Adi
"Masa depanmu masih panjang, kalau laki tidak perlu nikah muda, asal jaga diri dan pertebal iman mu" ucap Aisyah
__ADS_1
"Lebih baik dinikahkan saat muda bun, dari pada nanti kelamaan ujung-ujungnya berantakan" sahut Arnold dengan santai dan memainkan ponselnya
"Doain anak itu yang baik-baik saja, jangan bicara asal begitu" ucap Aisyah kesal
"Hanya untuk jaga-jaga bun, kalau memang Adi sudah ada pasangan dan yakin kenapa tidak, contohnya Yusuf dan Khanza, usia mereka berbedaannya tidak sampe puluhan tahun, hanya berapa angka doang" jawab Arnold
"Kaka dan Yusuf istirahat sana di kamar, kasihan habis acara pasti lelah" ucap Aisyah menghiraukan suaminya
"Kacang mahal ya" sahut Arnold melirik istrinya
"Kacangnya limited edition, hahaha" timpal Adi tertawa
"Dek, kamu sudah kuliah dan kerja di kantor ayah, berwibawa sedikit kenapa, jangan konyol terus tingkahnya" sahut Khanza
"Sudah terbiasa begini jadi susah untuk merubahnya kak, aku juga bingung, ingin deh jadi orang berwibawa, berkarisma, kaya ceo yang banyak di cerita-cerita itu, dingin datar, ajarin dong" ucap Adi
"Jadilah dirimu sendiri" sahut Aisyah
"Bener tuh kata bunda, takutnya kamu di ajarin bukanny berwibawa tapi sombong" timpal Yusuf
"Caranya jadi orang kaya gimana sih, bun, ayah" tanya Adi penasaran
"Gampang, perbanyaklah sedekah tanpa pamrih dan riya, insyaallah hidupmu sudah kaya" jawab Arnold, Adi menganga mendengar ucapan ayahmya
"Awas lalat masuk, hahaha" ucap Khanza "Sudah ah, Kaka sama kak Yusuf ke kamar dulu ya bun, ayah, Adi, muacchhh" ucap Khanza lagi
"Jawaban ayah kamu itu benar, tidak ada yang salah" ucap Aisyah
"Kamu mau kaya di dunia apa akhirat?" tanya Arnold menatap Adi
"Kalau bisa keduanya kenapa harus memilih" jawab Adi santai
"Kaya dunia? harta apa yang kamu punya saat ini?" tanya Arnold
"Tidak ada, yang aku miliki saat ini harta kedua orangtuaku" jawab Adi
"Kaya akhirat apa kamu punya?" tanya Arnold lagi
"Nah itu aku tidak tau, amal ibadah yang aku perbuat hanya Allah yang mengetahui, bagaimana dong" jawab Adi
"Berarti saat ini anggaplah kamu hanya memiliki harta akhirat, sehari-hari yang kami jalani berarti hanya mampu untuk memenuhi akhirat bukan dunia, jalani saja tidak perlu banyak gaya, sementara dompet kita kosong, tapi perbangak ibadah dan membaca al Qur'an harta kita bertambah" tutur Adi
"Pusing, bingung, tapi Adi jalani saja deh" sahut Adi memegangi kepalanya
__ADS_1
"Sama ayah juga pusing dan bingung dengan ucapan sendiri, hahaha" ucap Arnold tertawa, Adi hanya memicingkan matanya menatap sang ayah
"Bunda kenapa tidak banyak komen hari ini" tanya Adi
"Pusing juga lihat kalian berdua, bunda mau istirahat saja" jawab Aisyah meninggalkan Arnold dan Adi (A2)π€£
"Dasar perempuan, maunya dimengerti tapi tidak pernah mau ngertiiin kita" ucap Adi nyengir
"Kamu istirahat juga sana, besok kuliah kan" tanya Arnold
"Iya kuliah, tapi di kantor juga ada meeting deh kalau tidak salah" jawab Adi
"Jika tidak ke uber dengan kuliah mu, info ke uncle Andre ya, biar dia yang menangani, ayah sudah malas datang ke kantor" ucap Arnold
"Siap kapten, akan saya laksanakan perintah dari kapten" jawab Adi memberi hormat
"Kurang kerjaan" gerutu Arnold meninggalkan Adi seorang diri
"Lah aku jomblo di tinggal sendirian, pada jahat kalian semua" ucap Adi ikut masuk ke dalam kamar
Arnold belum memberikan jabatan tinggi pada Adi, dia ingin anaknya memulai dari bawah, jika suatu saat Adi menjadi CEO itu karena hanya kerja keras dia sendiri, bukan atas pilihan Arnold karena sebagai ayahnya.
Terkecuali apabila Arnold ataupun Andre sudah tiada maka keputusannya Adi yang akan menggantikan posisi CEO diperusahaan tersebut, makanya Adi sangat rajin dan gigih untuk mendapatkan jabatan dari jerih payahnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.