KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Kabar Bahagia


__ADS_3

Keesokan harinya Yusuf, Khanza dan Aisyah sudah tiba di rumah sakit, mereka masuk keruangan salah satu dokter yang memang sudah Aisyah hubungi sebelumnya.


Tanpa ada kecurigaan, Yusuf dan Khanza setia menemani sang bunda yang saat ini lagi mengecek seluruh tubuhnya, Yusuf dan Khanza sangat fokus.


"Bagaimana kondisi bunda saya dok" tanya Khanza penasaran


"Alhamdulillah, bu Aisyah kondisinya baik-baik saja, hanya ada satu keluhan dari beliau, katanya sering merasakan pusing, itu salah satu karena bu Aisyah hipotensi, dengan tekanan darah di bawah 90/60mmHg, jadi saya harap bu Aisyah lebih banyak mengkonsumsi cairan agar meningkatkan volume darah dan membantu mencegah dehidrasi, lalu konsumsi makanan yang menambah darah, dan saya juga akan memberikan beberapa obat dan vitamin" ucap dokter


"Ada cara pencegahannya tidak dok, supaya tidak timbul kembali penyakitnya?" tanya Yusuf


"Kamu kan dulu dokter masa bertanya begitu" ledek Aisyah


"Anggap saja aku dokter tidak lulus bun" jawab Yusuf


"Lalu istrimu?" tanya Aisyah tersenyum


"Khanza belum jadi dokter, jadi aku mau jawaban langsung dari yang ahlinya" jawab Yusuf


"Beberapa hal untuk menghindari faktor pemicunya yang dapat dilakukan, membatasi konsumsi minuman kafein dan alkohol, makan dalam porsi kecil tapi sering, posisi kepala harus lebih tinggi ketika tidur, tidak berdiri atau duduk terlalu lama, dilarang mengangkat beban berat, olahraga secara teratur, menghindari diet rendah garam, dan berdiri secara perlahan dari posisi duduk ataupun berbarin" ucap dokter dengan ramah


"Bunda ini harus mendapat penjagaan yang ekstra, karena sering sekali berlama-lama di dapur" sahut Khanza menatap bundanya


"Semua yang dikatakan dokter, sudah bunda lakukan, insyaa Allah akan baik-baik saja ya" ucap Aisyah menenangkan anaknya


"Ada lagi yang mau saya periksa?" tanya dokter


"Anak sayang keduanya ingin diperiksa juga dok" jawab Aisyah


"Aku tidak bun, hanya kak Yusuf saja" sahut Khanza


"Kenapa aku, aku juga baik-baik saja" timpal Yusuf


"Lebih baik kalian berdua biar adil" sahut Aisyah menengahi


Yusuf di cek terlebih dahulu, dokter dengan teliti memeriksa pasien-pasiennya. Setelah Yusuf selesai kini giliran Khanza, dokter tersebut juga memanggil dokter yaitu dokter bagian obgyn.


"Ibu Khanza untuk pemeriksaan lebih lanjut mari kita pindah ruangan" ucap dokter


"Istri saya kenapa? dia baik-baik saja kan, kok harus pindah ruangan, saya dan bunda saya tadi hanya diruangin ini tanpa pindah-pindah" jawab Yusuf memberikan banyak pertanyaan dan khawatir


"Ini baru dugaan saja pak, jadi alangkah baiknya kita lihat agar tidak menduga-duga" ucap salah satu dokter


"Sudah ikuti saja kata dokter, jangan protes" sahut Aisyah, menenangkan mantunya


Khanza dan yang lain jalan menuju ruangan kandungan, Yusuf dan Khanza semakin bingung.

__ADS_1


"Bun, kenapa dibawa keruangan kandungan?" tanya Yusuf


"Mana bunda tau, kita lihat saja dulu proses pemeriksaannya" jawab Aisyah tenang


Khanza melakukan pemeriksaan awal, seperti melihat histori medis dan pola hidup, lalu tanggal terakhir menstruasi, tes darah dan urine hanya untuk mengetahui kondisi kesehatan secara umum.


"Dari rekam medis yang ada kesehatan ibu Khanza sehat, maka kami akan melakukan usg agar lebih terlihat jelas" ucap dokter


"Silahkan dokter" jawab Aisyah


"Tapi aku tidak hamil dok" ucap Khanza


"Kita lihat setelah di usg ya bu" sahut dokter


Dokter mulai melakukan tahap-tahap untuk usg, dan terus melihat ke layar.


"Nah, ini calon anak bapak dan ibu" ucap dokter tiba-tiba tersenyum menunjuk ke arah layar monitor


"Anak!!!" ucap Yusuf dan Khanza berbarengan dengan kaget, Aisyah selalu mengucapkan syukur Alhamdulillah


"Iya, saat ini ibu Khanza sedang mengandung, dan usia kandungannya sudah jalan lima minggu dan masih sangat muda dan rentan" jawab dokter


"Tunggu, maksud dokter istri saya benar-benar mengandung?" tanya Yusuf masih tidak percaya


"Aku sedang tidak bermimpi kan kak" ucap Khanza sudah meneteskan air matanya


"Alhamdulillah, sayang, kita akhirnya diberikan kepercayaan dari Allah SWT" sahut Yusuf memeluk istrinya yang masih berbaring


"Aku juga sangat-sangat bersyukur kak, Allah percaya sama aku untuk memliki seorang anak" ucap Khanza menangis bahagia


"Sudah, bahagianya jangan berlebihan, kita duduk lagi Yusuf, Khanza, biarkan dokter menerangkan selanjutnya" tutur Aisyah ikut merasakan bahagia


Dokternya hanya tersenyum, karena dilihat dari rekam medis, Khanza sering sekali check-up ke dokter kandungan untuk menanyakan apakah dirinya sehat atau bermasalah, dan hasilnya selalu sehat.


Khanza melakukan check-up sendiri tanpa sepengetahuan Yusuf dan keluarganya.


"Ibu Khanza ini masih sangat muda, jadi saya sarankan agar ibu Khanza mengurangi aktivitas berat, mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, olahraga ringan, lalu ibu juga tidak boleh emosi atau stres, disini tugas suami bagaimana caranya agar istrinya tidak mudah stres dan emosi" ucap dokter


"Baik dok, saya akan jalankan saran-saran dari dokter" sahut Yusuf memeluk istrinya lagi


"Pelukannya nanti saja dirumah, ini masih di rumah sakit" timpal Aisyah


"Iya bun, maaf, Yusuf terlalu senang" jawab Yusuf


"Dibilangin jangan terlalu berlebihan senangnya, cukup bersyukur pada Allah SWT" sahut Aisyah meningatkan anak mantunya

__ADS_1


"Ini saya berikan resep obat dan vitamin untuk dikonsumsi oleh ibu Khanza" ucap dokter memberikan secarik kertas


"Sekali lagi terima kasih dok, kami permisi dulu" tutur Aisyah


Setelah membeli obat sesuai resep dokter, Aisyah, Khanza dan Yusuf pulang kerumah, tujuan Yusuf langsung kerumah bundanya.


"Kenapa langsung kerumah bunda?" tanya Khanza


"Kita tinggal dirumah bunda lagi aja ya sementara, sampai kamu lahiran, bolehkan bunda" tanya Yusuf terlihat sangat senang


"Justru bunda sangat senang kalian mau tinggal lagi dirumah bunda" jawab Aisyah


"Emang kalau tinggal dirumah kakek Niel, kenapa?" tanya Khanza bingung


"Kakek Niel dan nene Ras, usianya sudah tidak memungkinkan membantu kamu, yang ada kamu membuat mereka lelah" jawab Yusuf


"Dirumah bunda sama aja, membuat bunda lelah kak" ucap Khanza


"Tetapi dirumah bunda ada ayah, Adi, pak Yono dan bibi, jauh lebih ramai" timpal Aisyah


"Baiklah, kaka nurut saja pada bunda dan kak Yusuf" jawab Khanza pasrah


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.

__ADS_1


__ADS_2