
Adi sudah rapih mengenakan pakai tuxedo, dia terlihat gagah dan tampan, walaupun sering melihat dia memakai itu saat ke kantor tapi kali ini aura Adi sangat keluar.
"Ciee, yang mau nikah, uhukk" ledek Khanza pada adiknya
"Jangan digituin, jadi deg-degan tidak jelas ini" ucap Adi kesal selalu di goda sama keluarga besar
"Uhuuyyy, mantap deh, malam ini menjadi malam bersejarah buat Adi" ledek Raj tertawa
"Sudah dong, abang Raj juga jangan ikut-ikutan, tambah nervous nih" sahut Adi tambah kesal
"Ayo, kita berangkat sekarang" ucap kakek Almahendra
Mobil keluarga Almahendra sudah melaju menuju rumah Aira. kakek Almahendra juga sudah berhasil membeli rumah untuk memindahkan para anak yang ada di rumah pintar mengaji pindah, kakek Almahendra tidak mau membeli rumah yang di pinta Arnold.
Adi dan yang lain tiba dirumah Aira, rumah yang sederhana tapi indah dan elegan setelah di dekor.
"Nak Adi, ini nama yang akan di bacakan saat ijab nanti" ucap Lukman memberikan secarik kertas kecil
Adi membukanya dan membacanya dalam hati, dia oun tersenyum.
"Terima kasih om" jawab Adi senyum
"Jangan panggil om, panggil saja Abi dan umi, karena kamu akan menjadi bagian dari keluarga ini" ucap Lukman
"Iya Abi, terima kasih" jawab Adi malu-malu
Semua keperluan sudah disiapkan, sebelumnya orangtua Aira juga sudah memberi kabar pada temannya bahwa dia gagal menjodohkan putrinya dengan putranya, orangtua Aira menghubungi temannya karena perintah dari Arnold.
Tidak lupa juga Lukman menghubungi pengurus yang ada dirumah pintar mengaji untuk membereskan semua barang, dan mereka akan di jemput oleh orang-orang suruhan Arnold dan akan di pindahkan ke tempat baru.
"Sudah siap para mempelai wanita dan pria" ucap pak penghulu
"Siap" jawab Adi tegang
Aisyah melihat anaknya tegang menghampiri dan mengelus bahu anaknya.
"Rileks sayang, bismillah, niatkan ini semua karena Allah, pasrahkan semuanya, jadikan pernikah ini sebagai sedikit menyempurnakan ibadahmu" tutur Aisyah di telinga Adi
Adi berusaha tenang dan santai, abinya Aira yang mendengar ucapan Aisyah tersenyum, dia yakin tidak salah menyetujui pernikahan ini.
"Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Adipati Putra Zavier bin Arnold Zavier dengan anak kandung saya yang bernama Aira Ayesha binti Lukman Sarhim dengan mas kawin seperangkat alat solat serta emas lima puluh gram dibayar tunai" tutur Lukman
"Saya terima nikah dan kawinnya Aira Ayesha binti Lukman Sarhim dengan mas kawin tersebut tunai" ucap Adi dalam satu nafas
"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu
__ADS_1
SAH... ucap semua tamu yang ada
Alhamdulillah Hirobbal a'lamin. jawab serempak para tamu
Pengantin perempuan dipersilahkan keluar untuk menemui suaminya, Aira di dampingi oleh adik dan ibu nya jalan menuju suaminya. Ada perasaan sedih dan bahagia dengan pernikahan ini.
Acara selanjutnya penyematan cincin, Adi memasangkan cincin tersbut kepada Aira dan dilakukan sama sebaliknya.
Lalu Adi meminta agar Aira menghadapnya dan memegang tangan kanan Adi mencium punggung tangan tersebut serta tangan kiri Adi di letakan di atas ubun-ubun Aira membacakan doa :
Allahumma inni as aluka khairaha wa khaira ma jabaltaha 'alaihi, wa 'a'udzubika min syarriha wa syarri ma jabaltaha 'alaihi
Arti : ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebanyak dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya
Setelah itu Adi mencium kening istrinya, acara selanjutnya adalah sungkeman dengan orangtua kedua belah pihak, masing-masing mendapatkan wejangan dari orangtua, air mata yang terus menitikan sebagai rasa haru dan bahagia.
Adi yang anaknya tidak bisa diam, dia hanya nyengir saja, dia juga bahagia akhirnya bisa menikah dengan Aira.
"Akhirnya aku punya adik ipar" ucap Khanza menaik turunkan alisnya melihat Adi
"Kaka tuh jaga ucapan" sahut Adi tidak enak dengan Aira
"Lah emang kaka kenapa, apa salah kaka" tanya Khanza pura-pura
"Hustt, jangan perisik, hustt jauh-jauh sana" jawab Adi mengusir kakanya
Acara pernikahan Adi dan Aira yang sangat sederhana ini sudah selesai mereka berdua resmi secara agama, tapi belum di mata negara, sebab pernikahan yang dadakan ini membutuhkan waktu dari kantor KUA.
"Adi, jadilah suami yang bertanggung jawab, kamu sudah punya keluarga sendiri, jadikan istrimu ratu bukan babu, sayangi dia sepenuh hatimu, buatlan Aira bahagia, jangan pernah menyakiti perasaannya apalagi menyakiti fisiknya, jaga istrimu baik-baik, setelah ini akan banyak badai yang menerpa rumah tangga kalian" tutur Aisyah
"Bunda, mari pulang" ucap Arnold pelan
Keluarga Adi kembali kerumah masing-masing, sedangkan Adi menginap di rumah Aira terlebih dahulu, sambil Aisyah menyiapkan kamar untuk Adi dan Aira dirumahnya.
Rumah Aira
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam" jawab Lukman
"Lukman kenapa kamu membatalkan lamaran anak kita mendadak seperti ini" ucap temannya Lukman
"Yahya, saya minta maaf, saya sungguh lupa" jawab Lukman pelan
"Saya tidak mau tau, Aira akan tetap lamaran dengan anak saya, atau rumah mengaji mu saya tutup selamanya" ucap Yahya
__ADS_1
"Tidak bisa dilanjutkan" jawab Lukman
"Aku akan mencari Aira kedalam" sahut Rio anaknya Yahya, dia berjalan masuk ke dalam rumah teriak memanggil nama Aira
"Aira" panggil Rio "Aira sayang kamu dimana" teriak Tio dengan percaya diri
Di dalam kamar
"Siapa yang memanggil nama kamu" tanya Adi menatap Aira
"Aku tidak tau" jawab Aira pelan
Brukkk... Rio menendang pintu kamar Aira dengan keras
"Eh, apa-apain ini, siapa anda" teriak Adi kesal
"Cuihh, harusnya gua tanya sama lu, siapa lu ada di dalam kamar calon istri gua" ucap Rio bertolak pinggang
"Ngarep banget, denger baik-baik ya, Aira itu hanya calon istri lu, tapi pada kenyataannya dia istri gua" ucap Adi santai, Aira menjauh dari Adi dan Rio dia ketakutam
"Keluar lu dari sini" bentak Rio kesal
"Yang harusnya keluar dari kamar ini, eh salah tapi rumah ini itu lu, lu bukan siapa-siapa disini, hust... hustt pergi jauh-jauh dari sini" ucap Adi mendorong tubuh Rio
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.