KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Ini Yang Dinamakan Kehidupan Rumah Tangga, Banyak Rintangan


__ADS_3

Yusuf menceritakan dari A sampai Z apa yang terjadi pada Adi yang sesungguhnya, Arnold sebagai ayah semakin merasa bersalah, padahal niat anaknya baik melindungi perempuan yang mau di lecehkan.


"Besok akan ku pecat orangtua anak itu dari kantor" ucap Arnold kesal


"Kasihan dong, kan yang salah anaknya, orangtuanya tidak tau apa apa" sahut Khanza


"Kesalahan anak bukannya 100% salahnya ya, orangtua juga pasti ikut andil dengan kesalahan tersebut, kenapa anaknya bisa menjadi liar begitu, berarti ada salah mendidik, benar tidak bun?" tanya Yusuf melihat ke arah Aisyah yang dari tadi hanya diam tidak seperti biasanya


Khanza menyenggol lengan suaminya, "Bunda kenapa ya?" bisik Khanza di telinga Yusuf


"Kaka juga tidak tau" jawab Yusuf dengan pelan


"Bunda istirahat saja, biar Adi hari ini kaka dan kak Yusuf yang jagain" ucap Khanza membuyarkan lamunan Aisyah


"Belum ngantuk, kalian bahas aja lagi, bunda hari ini izin menemani Adi, boleh Yah?" tanya Aisyah menatap suaminya, Arnold tidak mau melarang istrinya, melihat istrinya yang sedang badmood


"Silahkan" jawab Arnold dengan singkat


"Bunda, kasihan ayah lah masa bobo sendiri, lebih baik bunda dan ayah tidur dikamar kalian saja, Adi aman kok" ucap Khanza paham ayah bundanya lagi bete


"Biarkan bunda mu tidur dengan Adi, supaya hatinya lebih tenang" jawab Arnold masuk kedalam kamarnya dan menguncl


Yusuf dan Khanza semakin tidak enak dengan situasi saat ini, mereka pun pamit masuk kedalam kamar lebih dulu, Aisyah hanya menganggukan kepala tapi dengan senyuman khasnya.


Didalam kamar Arnold menggerutu kesal, istrinya ternyata masih badmood dengan dirinya.


"Sudah minta maaf, masih saja di cuekin" ucap Arnold pada dirinya sendiri "Ku kunci sekalian, kalau tidak bisa masuk dia yang bingung sendiri" sahutnya lagi


Kamar Khanza


"Kak, apa bunda marah sama ayah, gara gara kejadian tadi, pas ayah menekan rahang Adi" tanya Khanza


"Bisa jadi, mungkin bunda tidak suka dengan sikap ayah yang terlalu main tangan" jawab Yusuf


”Ketiganya kasihan" ucap Khanza


"Kaka bobo sama Adi, kamu bobo sama bunda ya, Adi kan sudah dewasa, tidak boleh bobo dengan bunda" jawab Yusuf selesai mengganti pakaian tidurnya


"Bunda juga tidak akan bobo sama Adi, kak. paling bunda bobo di sofa" ucap Khanza


"Kamu sudah tau, kenapa tidak bilang dari tadi, untung kaka inisiatif sendiri" sahut Yusuf


"Hehehe, lupa" jawab Khanza cengengesan


Ceklek ... suara pintu terbuka


"Bunda belum tidur?" tanya Yusuf melihat bunda memainkan ponsel


"Belum, kamu mau kemana?" tanya balik Aisyah


"Mau ke kamar Adi, bunda bobo sama Khanza aja, Yusuf sama Adi, ada yang mau Yusuf tanyakan" jawab Yusuf

__ADS_1


"Loh kenapa bunda harus sama Khanza, kamu suaminya jadi lebih baik kamu temani istrimu" ucap Aisyah


"Ayah aja tidak temani bunda tuh" sahut Khanza nyengir


"Bukan tidak menemani, hanya saja..." ucap Aisyah terpotong


Tok... tok... suara ketukan


"Ayah buka pintunya" teriak Khanza membuat Yusuf dan Aisyah terkejut


"Sayang kamu ngapain?" tanya Yusuf pelan


"Panggil ayah lah, ngapain lagi, ayah buka tidak pintunya, jangan sampe aku bawa pergi bunda jauh dari ayah" teriak Khanza


Ceklek .... suara pintu terbuka


"Berisik tau teriak teriak begitu" ucap Arnold menatap anaknya


"Ayah tega membiarkan bunda tidur di sofa?" tanya Khanza bertolak pinggang


"Bunda mu mau tidur dengan adikmu" jawab Arnold


"Ayah seperti anak kecil saja" ucap Khanza menyindir


"Yang tidak mau tidur dengan ayah siapa?" tanya Arnold


"Tapi bukan di kunci juga pintu kamar ini" jawab Khanza kesal


"Bunda masuk kamar" ucap Khanza


"Harus?" tanya Aisyah pura pura


"Tuh denger, bunda mu tidak mau, ayah mau istirahat lagi besok ada pekerjaan" ucap Arnold


"Hikss... hikss... kak Yusuf kita pulang saja yuk, kerumah kake Niel, hikss... hikss, ternyata ayah dan bunda tidak sedang berantem, hikss... hikss" tutur Khanza pura pura menangis sedih


"Ayo, kita kembali ke rumah kake Niel, tapi kamu jangan nangis" ucap Yusuf menghapus air mata Khanza


"Baiklah, bunda akan tidur dikamar, kalian istirahat sana" sahut Aisyah masuk ke dalam kamar


Khanza menatap ayahnya dengan tatapan tajam dan menusuk.


"Ayah tau, kalau ayah salah, tapi ayah sudah meminta maaf sama Adi dan bunda, mereka saja yang tidak mau memaafkan ayah, mereka akan memaafkan ayah kalau ayah sudah tiada" ucap Arnold kesal berjalan ke arah dapur.


Aisyah, Yusuf dan Khanza kaget, mendengar ayahnya bicara begitu.


"Kalian istirahat sana" ucap Aisyah dengan lembut


"Ayah dan bunda" sahut Khanza


"Kami baik baik saja, jangan tidak perlu kalian memikirkan hal ini, pikirkan lah masa depan kalian, bunda mau istirahat juga ya" ucap Aisyah

__ADS_1


"Selamat istirahat ya bun" sahut Khanza dan Yusuf


Khanza dan Yusuf hanya melihat ayahnya yang sedang duduk di bangku meja makan, lalu mereka masuk ke dalam kamarnya.


"Ayah belum tidur?" tanya Adi, yang sedari tadi hanya mendengarkan di balik pintu


"Belum, kamu sendiri kenapa tidak istirahat" jawab Arnold datar


"Adi hanya haus dan mau mengambil air saja" ucap Adi mengambil gelas dan air minum, Arnold hanya memperhatikan


"Istirahat, jangan main banyak pikiran dan jangan main ponsel" tegur Arnold dengan tegas


"Iya ayah, ayah juga istirahat ini sudah larut" jawab Adi masuk kedalam kamar


Lagi pula ngapain aku berantem sama Aisyah, sudah sama sama tua, mending saling introspeksi diri sendiri aja sih. batin Arnold


Arnold kembali masuk ke dalam kamarnya, dan melihat istrinya sudah terlelap, Arnold memeluknya dari belakang.


"Maaf ya, semoga bunda tidak marah lagi sama ayah" bisik Arnold di telinga Aisyah dengan pelukan semakin erat


Aisyah menoleh ke arah suaminya dan menatap suaminya dengan dalam dan sulit diartikan. Arnold mencium kening sang istri dengan lembut, dan penuh cinta.


"Jangan pernah tinggalin ayah, bunda pasti tau jika hidup ayah tanpa bunda" ucap Arnold masih posisi memeluk istrinya yang sedang tiduran


"Tidak ada yang ninggalin ayah, kecuali memang itu sudah takdir dari yang Allah kasih, tapi tolong jangan kasar pada siapapun apalagi anak sendiri, walaupun anak kita yang melakukan kesalahan tapi harus dengan cara yang baik bukan kekerasan fisik" sahut Aisyah pelan


"Janji tidak akan melakukan itu lagi pada anak anak, maaf sudah meninggalkan jejak yang tidak baik di hati dan pikiranmu" ucap Arnold semakin erat memeluk sang istri


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.

__ADS_1


__ADS_2