KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Menginap


__ADS_3

"Aira itu sudah tanggung jawab mu, bukan tanggung jawab Abi, dosa Aira saja yang menanggu bukan Abi lagi tetapi suaminya" ucap abi senyum


"Aira mau kan hari ini kita menginap dirumah bunda? mungkin selama satu minggu" tanya Adi pada istrinya


"Iya mau, dari kemarin aku juga kepikiran bunda, apalagi bunda hanya berdua dengan ayah" jawab Aira


"Harus di ralat, bunda itu tidak berdua, tapi berempat, ada pak Yono dan juga bibi" sahut Adi nyengir


"Kalian mau langsung berangkat?" tanya umi


"Sorean saja umi, lagian perjalanan kerumah bunda tidak terlalu jauh" jawab Adi


"Sore macet tau, kasihan bunda mu, kalau kamu berangkat sekarang setidak bunda mu hari ini akan senang" ucap umi


"Benar kata umi, kalian berangkat sore belum macet pasti sampe rumah malam, tadinya bisa makan malam bersama jadi tidak bisa waktunya juga terbatas untuk diskusi" sahut abi menimpali


"Adi kan di sana seminggu, abi. pasti ada waktu dong" jawab Adi


"Kamu itu lebih sibuk, banyak pekerjaannya, pasti tidak akan betah dirumah" sahut umi


"Apa Aira tidak apa-apa berangkat sekarang?" tanya Adi pada Aira


"Tidak apa, Aira tinggal memasukan pakaian Aira untuk disana" jawab Aira yakin


"Aira bawa baju sekalian saja khusus disana jadi jika menginap tidak perlu membawa salinan lagi" ucap Adi lembut


"Iya sudah, Aira siap-siap dulu, mas Adi mau bawa barang apa, biar Aira siapkan sekalian" jawab Aira


"Aku hanya tas laptop dan isinya, lalu ponsel, itu saja, pakaianku masih banyak dirumah" ucap Adi,


Aira kembali memasuki kamar untuk mempersiapkan barang-barang yang mau di bawa, sedangkan Adi masih berdiskusi dengan abi dan uminya.


"Adi, apa kamu ada rencana membawa Aira kerumah mu?" tanya Abi


"Belum terpikir oleh Adi, tapi jika Aira mau pasti Adi akan membawa kerumah bunda" jawab Adi


"Atau Adi ada rencana lain selain dirumah bunda?" tanya umi


"Jawabannya sama, Adi belum memikirkan itu, sebenarnya Adi ada apartemen, ingin rasanya tinggal disana hanya berdua Aira, tetapi Adi juga paham dengan Aira, pasti juga belum terbiasa jauh dari umi dan abi, makanya Adi tetap disini menumpang hidup" jawab Adi nyengir

__ADS_1


"Abi sama umi tidak mempermasalahkan kamu tinggal disini, umi pikir kamu akan secepat mungkin membawa Aira" sahut Abi


"Pelan-pelan saja, Bi. rumah ini adalah tempat ternyamannya Aira, makanya Adi hari ini mengajak menginap dirumah bunda, agar membiasakan Aira jauh dari umi dan abi, bukan berarti Adi ingin memisahkan kalian pada Aira ya, Adi sudah katakan jika Adi juga ingin tinggal hanya berdua dengan Aira, tetapi masih mengumpulkan uang terlebih dahulu, agar Aira nyaman dirumah kita nanti" tutur Adi serius


"Umi berpikir, lebih baik kamu tinggal dirumah bunda saja, bukan maksud umi mengusir kamu dan Aira, disini masih ada Meira, tidak baik juga jika tinggal satu atap dengan mu" ucap umi


"Adi pernah bahas itu sama Aira, dan Aira selalu menjawab terserah Adi, disitulah laki-laki pasti bingung jika perempuan sudah jawab terserah" jawab Adi kesal sedikit


"Berarti kamu yang harus segera mengambil tindakan lebih cepat" ucap Abi


"Akan Adi bicarakan lagi dengan Aira, jika memang nanti Aira tidak betah dirumah bunda, akan Adi usahakan tinggal di apartemen saja untuk sementara" jawab Adi


"Mas, ini Aira sudah siap untuk berangkat sekarang, mas Adi mau ganti pakaian dulu tidak?" tanya Aira mendekat ke arah Adi membawa koper kecil


"Tidak perlu, ini juga masih bersih, lagian hanya kerumah bunda" jawab Adi senyum


"Abi, umi, ditinggal dulu ya, Adi sama Aira pamit, Assalamualaikum" ucap Adi lagi mencium tangan mertuanya begitu juga Aira mengikuti


"Hati-hati dijalan, jangan ngebut, Aira juga harus betah tinggal disana, bantuin bunda jika dirumah" jawab umi memeluk anaknya


"Insyaallah umi, Aira akan membantu bunda, Aira pamit dulu ya" sahut Aira


"Semoga Adi suami yang pas untuk Aira ya, Mi" ucap Abi setelah melihat mobil Adi menghilang


"Aamiin, umi juga selalu berharap begitu, Bi. melihat Adi selalu memberikan perhatian dan kasih sayang, umi harap itu selama hingga mereka tua nanti" jawah umi sedih, akan merelakan anaknya tinggal bersama suami.


Aira disepanjang perjalanan diam saja, entah kenapa dalam dirinya masih ada rasa canggung bila berduaan dengan Adi, sedangkan Adi lagi berpikir bagaimana caranya bicara pada untuk tinggal dirumah bunda, sampai dia bisa membelikan rumah sendiri untuk Aira.


"Hufftt" Adi membuang nafas kasarnya


"Ada apa?" tanya Aira memberanikan bertanya lebih dulu


"Tidak ada apa-apa, hanya lagi memikir pekerjaan yang belum selesai" jawab Adi senyum


"Apa segitu sulitnya pekerjaan mas Adi?" tanya Aira pelan


"Iya, karena ayah sudah tidak aktif lagi di kantor, makanya dari kemarin setiap pulang kerja harus kerumah bunda dulu untuk meminta tanda tangan ayah" jawab Adi berbohong agar Aira mau di ajak pindah kerumah bundanya


"Jadi dari kemarin mas Adi pulang dulu kerumah bunda untuk menemui ayah?" tanya Aira memastikan kembali

__ADS_1


"Iya, lelah sih, tapi mau bagaimana lagi" jawab Adi tersenyum manis pada istrinya


"Apa kita tinggal saja dirumah bunda? dari pada mas Adi harus bolak balik ke kantor, rumah bunda lalu ke rumah abi" ucap Aira membuat Adi tersenyum dalam hati karena berhasil


"Aira keberatan tidak, apabila tinggal dengan bunda dan ayah?" tanya Adi memastikan


"Aira dimana saja insyaallah nyaman, dari pada mas Adi kelelahan, lebih baik kita tinggal di rumah bunda" jawab Aira yakin


"Kapan ya kita mulai pindah kerumah bunda?" tanya Adi memancing


"Hari ini, sekalian saja" jawab Aira pelan


"Kita belum bilang sama umi dan abi loh" ucap Adi


"Nanti kita cari waktu pulang dulu kerumah abi, Aira juga hari ini hanya membawa pakaian sedikit doang, sekalian mengambil barang lain, kita baru bilang sama umi dan abi" jawab Aira


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.

__ADS_1


__ADS_2