
"Kenapa siang sekali, tadi pak Yusuf bilang akan langsung dari rumah menuju proyek, jam kantor bukannya pagi ya" ucap Dewi bingung
"Benar, tapi saya sudah izin besok telat ke kantor, jadi saya kemungkinan baru bisa datang jam segitu" jawab Yusuf
"Saya tunggu pak Yusuf jam delapan pagi, jika telat maka kontrak kerjasama kita batal" ucap Dewi pergi begitu saja, dia sengaja agar bisa berlama-lama dengan Yusuf
Kita lihat saja, kamu tidak akan bisa menolak keinginan saya, atau perusahaan kamu taruhannya. batin Dewi
"Pih, apa-apaan ini, aku tidak mau terlibat proyek ini" ucap Yusuf kesal
"Hanya sekali papih minta sama kamu, untuk proyek ini saja" jawab papih tenang
"Lebih baik aku mengundurkan diri saja dari perusahaan ini" ucap Yusuf
"Yusuf, inilah dunia bisnis, kamu harus siap segalanya, termasuk godaan perempuan" jawab papih
"Bukan masalah godaan perempuan pih, tapi papih tidak konfirmasi terlebih dahulu pada Yusuf, tiba-tiba Yusuf disuruh menangani proyek ini" ucap Yusuf kesal
"Kita profesional saja Yusuf" sahut papih berharap
"Aku akan tetap menomor satukan Khanza, tidak yang lain, kalau papih tidak suka silahkan itu hak papih" ucap Yusuf hendak pergi
"Tunggu Yusuf, papih yakin Khanza tidak akan masalah dengan proyek ini, Khanza ada orangtuanya yang menemani, makanya papih yakin menyuruh kamu untuk maju" sahut papih
"Khanza memang ada orangtuanya, Pih. tapi aku tidak akan pernah sedikitpun terlewat tentang Khanza" jawab Yusuf meninggalkan ruangan papihnya
"Kenapa papih belakangan ini jadi menyebalkan sih" gerutu Yusuf emosi
"Apa yang harus aku lakukan, agar besok batal bertemu dengan makhluk jadi-jadian itu" lirih Yusuf
Kalau tidak bisa cara baik-baik, maka kita buat cara baik bagi ku tidak bagi kalian. batin Yusuf tersenyum
Yusuf kembali bekerja, menyelesaikan kerjaannya dan sedikit menyusun rencana agar besok batal datang untuk meninjau proyek yang ada.
Siang
"Pak Yusuf" panggil hdr
"Ada apa?" tanya Yusuf santai
"Anda masuk telat, lalu jam makan siang anda sudah ingin pergi lagi" jawab hrd ketus
"Bukan urusan pak hrd terhormat" ucap Yusuf tenang
"Jelas ada urusannya dengan saya, karena anda seenaknya di kantor ini" jawab hrd emosi
"Bodo amat" ucap Yusuf pergi meninggalkan hrd tersebut
HRD tersebut membuat surat laporan agar di acc oleh pihak direktur untuk memberikan surat peringatan kepada Yusuf.
__ADS_1
Tok... tok... suara ketukan
"Masuk" ucap papih Yusuf
"Maaf, Tuan besar saya mengganggu waktunya" jawab hrd
"Silahkan duduk, ada angin apa membawa anda kemari" tanya papih Yusuf tenang
"Begini pak, saya sebagai pihak hrd ingin memberikan surat peringatan kepada salah satu karyawan disini, yang bersikap se enaknya dalam bekerja dan jadwal datang ke kantor" jawab hrd
"Anda bisa diskusikan dengan bagiannya, bukan dengan saya" ucap papih Yusuf
"Iya tuan saya paham, tetapi mereka pada tidak mau ambil resiko katanya, makanya saya langsung menemui tuan besar" sahut hrd
"Siapa nama karyawannya" tanya papih Yusuf
"Namanya Yusuf, tuan besar" jawab hrd senang karena direspon
"Berikan saja, kalau menurutmu memang dia pantas mendapatkan itu" ucap papih Yusuf
"Baiklah tuan, terima kasih atas persetujuannya, dan saya meminta tanda tangan tuan untuk menguat surat peringatan ini" sahut hrd memberikan kertas dan pulpen untuk tanda tangan
Papih Yusuf menandatangi surat peringatan yang di buat hrd untuk Yusuf.
"Keluar" ucap papih Yusuf setelah menandatangani
Ruang Komisaris
"Mia, keruangan saya" ucap papih Yusuf pada sekertarisnya, Mia langsung menuju ruangan bosnya
"Ada apa Tuan yang bisa saya kerjakan lagi" jawab Mia
"Buat surat peringatan untuk hrd baru kita" ucap papih Yusuf
"Surat peringatan apa yang tuan maksud?" tanya Mia tidak paham
Papih Yusuf menjelaskan apa yang terjadi, dan siapa yang datang menemuinya, Mia paham maksud atasannya sekarang, dan Mia membuat surat peringatan tersebut untuk hrd baru.
"Dasar HRD, to**l**l, masa dia tidak tau pak Yusuf anaknya tuan Mahadika dan seenaknya ngasih surat peringatan" ucap Mia pada dirinya sendiri
Kampus Khanza
"Sayang" panggil Yusuf melihat Khanza berjalan bersama temannya ke arah kantin
"Kak Yusuf, kenapa disini" tanya Khanza mencium tangan Yusuf
"Ngajak istri kaka untuk makan siang bersama dong" jawab Yusuf tersenyum
"Aku sudah bilang sama kaka, ke sininya nanti saja saat jemput aku, kerjaan kaka jadi banyak yang terbengkalai pasti" ucap Khanza kasihan pada suaminya
__ADS_1
"Jangan pikirkan aku, yang ada adalah aku yang harus pikirkan dirimu dan calon anak kita" jawab Yusuf
"Khanza kita duluan deh ke kantinnya, kamu kan sudah ada pangeran yang datang" ucap teman Khanza meledek dan bercanda
"Iya, maaf ya aku tidak ikut" jawab Khanza tidak enak hati
"Santai aja, masuk lagi ke kampus jangan telat ya, dosen nya menyeramkan nanti" ucap temannya mengingatkan Khanza dan Khanza hanya tersenyum menanggapinya
Yusuf mengajak Khanza makan di cafe terdekat kampus, supaya tidak membuang waktu Khanza.
"Kaka kenapa mukanya bete begini" tanya Khanza mengelus wajah suaminya
"Papih menyuruh kaka menangani proyek dan besok pagi harus tiba di proyek, tapi kaka tidak mau, nanti yang menemani kamu siapa" jawab Yusuf mencium tangan Khanza
"Kaka harus profesional dong, itu kan pekerjaan yang kaka pilih, ayah Arnold dulu juga begitu sama bunda, demi tanggung jawab karena banyak orang yang bergantung pada perusahaan ya contohnya para karyawan lain" ucap Khanza
"Males ketemu mak lampir kaya begitu" sahut Yusuf
"Mak lampir? maksudnya?" tanya Khanza tidak mengerti
"Pemilik proyek itu perempuan gatel, tadi aja mepet-mepet sama kaka, sudah tau kaka risih masih aja dia cari cara, terus pakai minta nomor telpon segala, untuk apa coba" gerutu Yusuf kesal
"Aku percaya sama kaka, kaka akan selalu menjaga hati kaka untuk aku dan calon anak kita, jadi alangkah baiknya kaka besok datang ke proyek ya, jangan membuat rencana apapun yang tidak baik, aku takutnya berbalik ke kita yang tidak baiknya" tutur Khanza
"Aaahhh, kamu kenapa sih begini" sahut Yusuf tambah kesal, Khanza hanya tersenyum melihat tingkah Yusuf
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.
__ADS_1