
AIRA
Harapan ku pupus ketika aku menjadi jaminan hutang orangtua ku, aku hanya bisa berdoa kepada pemilik langit dan bumi ini, agar menggagalkan rencana tersebut.
Setiap hari disekolah aku hampir saja selalu dilecehkan, Alhamdulillah nya itu semua selalu gagal, dan selalu ada orang yang menolongku.
Aku sudah pasrah dengan hidupku, Abi ku sedang sakit, Umi ku hanya seorang ibu rumah tangga, dan aku memiliki dua adik yang masih sekolah juga.
Dengan sekuat tenaga serta kemampuan ku, akhirnya ku putuskan untuk mencari pekerjaan part time, supaya dapur bisa selalu ngebul dengan asap dan wanginya masakan.
Ingin sekali rasanya aku berhenti sekolah dan mencari kerja full, tetapi sangat sayang pendidikan ku hanya berapa bulan lagi, setelah itu lulus.
Kesehatan Abi setiap hari menurun, kelumpuhan yang tidak bisa membuat beliau beraktivitas, aku sangat sedih dan terpukul, disaat aku berpikir kembali untuk apa aku meratapi nasih yang saat ini terjadi, harusnya aku bisa bangkit untuk orangtua dan adik-adikku yang masih membutuhkan biaya hidup.
Umi selalu melarang aku bekerja, tapi aku juga tidak bisa membiarkan umi yang bekerja sebagai buruh cuci dadakan semenjak Abi lumpuh.
Adikku yang bungsu masih SD dan dia masih senang jajan, itu yang aku pikirkan, setidaknya dengan aku bekerja, aku bisa meringkan beban umi saat ini.
Setiap pulang sekolah aku selalu bekerja pulang hingga larut malam, banyak tetangga yang menilai ku buruk, seorang anak ustad selalu pulang malam, Abi berkata "Hiraukan saja omongan tetangga, mereka tidak tau apa yang kita sedang rasakan saat ini".
Sampai akhirnya aku dan umi tiba-tiba di jemput oleh seorang wanita cantik, lalu dia mengajak kami pergi ke salah satu perusahan, disitu aku dan umi bingung, mau dibawa kemana kami ini?.
Tiba di depan loby aku melihat temanku yang sering membantu aku jika aku dilecehkan, dia adalah Adi, ternyata yang membawa kami adalah ibunya Adi.
Kita tiba di salah satu ruangan, disana sudah ada beberapa orang termasuk pak Malik, orang yang telah meminjamkan keluargaku uang dan berbunga biayanya.
Hati ku semakin deg-degan, akan di apakan aku sekarang, setelah ditanya-tanya akhirnya aku paham, pak Malik bekerja di perusahaan ayahnya Adi.
Sebenarnya aku tidak pernah mau bercerita di depan umi, kalau aku sering sekali di bully bahkan hampir dilecehkan, karena aku ditanya akhirnya aku pun menjawab dan membuat umi menangis merasa bersalah.
__ADS_1
Alhamdulillah keluarga Adi membantu aku untuk menyelesaikan masalah ku, lagi-lagi Adi yang membantu, aku tidak tau apabila tidak berteman dengan Adi, mungkin saat ini hidupku sudah hancur tidak tau arah harus berbuat apalagi.
Dengan kebaikan ayahnya Adi, beliau juga bersedia memberikan pengobatan gratis untuk Abi, rasa Syukur ku kepada Allah semakin bertambah, ternyata masih ada orang baik di dunia ini yang tanpa meminta imbalan apapun.
Awalnya aku takut akan diberikan syarat menikah dengan Adi, ternyata syaratnya mudah bagi aku, dan insyaallah aku siap dan mampu menjalankannya.
Setelah kejadian itu aku pun sudah lulus sekolah, sedikit aku bisa mengumpulkan uang untuk mencicil hutang keluarga pada keluarganya Adi, tetapi setiap kali aku meminta nomor rekening pada bundanya Adi, beliau selalu berkata "Pegang saja dulu, itu untuk kebutuhan mu juga adik-adikmu, nanti sekiranya sudah ada rezeki lagi baru dibayarkan".
Aku semakin bingung, ini hutang atau memang di kasih untuk ku, sampai aku kepikiran terus menerus, aku sudah jarang bertemu Adi, terakhir saat pengambilan raport.
Aku mendapatkan pekerjaan lain dengan gaji yang cukup besar disalah satu restoran, dan aku izin pamitan kepada bundanya Adi, sekaligus mengucapkan banyak-banyak terima kasih.
Bundanya Adi tidak merasa ketakutan, dia biasa saja, orang yang sudah memberikan pinjaman uang cukup besar harusnya dia takut aku kabur, tapi ini tidak, dia selalu bilang ke aku untuk menjaga diri baik-baik
Sekian lama, keluargaku di timpa masalah kembali, Abi ku sudah sehat, dan beliau memilik rumah pintar mengaji, memang itu bukan rumahnya, melainkan rumah sahabat.
Terpaksa iya pasti aku terpaksa, ingin memberontak tapi rasanya tidak mungkin, melihat perjuangan Abi dan umi selama ini kepada aku, adik-adikku serta anak-anak yang ada dirumah pintar mengaji itu.
Ibarat kata, aku menjadi jaminan lagi untuk kedua kalinya, Umi selalu menangis melihat aku menjadi korban orangtuanya, tapi aku tidak tega melihat umi dan Abi.
Siang hari entah ada angin apa orangtua Adi datang kerumah, kita pikir mungkin hanya ingin silaturahim, dan dipikir lagi harusnya kita yang berkunjung kerumah orangtua Aisyah, mengingat mereka lagi berduka.
Ayahnya Adi mengutarakan maksud dan tujuan mereka datang, ternyata mereka melamar aku untuk dijadikan menantunya, istri untuk Adi.
Terkejut sudah pasti, tapi ini kesempatan untuk aku lari dari perjodohan sahabat Abinya itu, tanpa ragu akan mengatakan menerima lamaran tersebut, terlihat senang dari wajah bundanya Adi.
Berdiskusi panjang pada akhirnya, diputuskan aku dan Adi akan menikah hari ini juga, aku mau menerima lamaran Adi tetapi tidak nikah saat ini juga.
Abi menjelaskan maksud tujuan Aira di nikahkan sekarang, akhirnya aku mengerti dengan situasi Abi yang terjepit, Apa aku harus bahagia atau sedih dengan pernikahan ini.
__ADS_1
Hingga pukul 14.15 siang rombongan keluarga Adi datang beserta Adinya, aku semakin cemas dan deg-degan berharap ini semua hanya mimpi saja.
Saat aku melamun, aku mendengar semua orang berucap "SAH", airmata ku mengalir deras, entah itu airmata bahagia atau kesedihan, ini hal pertama aku memegang tangan laki-laki yang kini sudah menjadi suami ku.
Disaat Adi mencium keningku dia berucap "Maafkan aku ya". bingung sudah pasti, itu permintaan maaf untuk apa aku tidak tau, setelah selesai semua, keluarga Adi pun sudah pada pulang umi berkata agar aku selalu berbakti pada suami.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.
__ADS_1