KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Tamu Datang


__ADS_3

Rumah Yusuf sudah siap 100%, dari dekorasi hingga ke makanan sudah siap, hanya tinggal menunggu tamunya datang.


"Assalamu'alaikum" ucap papih dan mamihnya


"Wa'alaikumsalam" jawab Yusuf dan Khanza mereka mencium tangan keduanya


"Masuk pih, tamunya masih diperjalanan" ucap Yusuf


"Mana Zalin?" tanya mamih ketus


"Maaf saat ini Zalin belum boleh bertemu siapapun" jawab Yusuf serius


"Dia anak mamih, jadi mamih punga hak bertemu dengannya" ucap mamih ketus


"Mamih boleh bertemu, tapi nanti tidak sekarang" jawab Yusuf


"Aturan dari mana itu, seorang ibu ingin bertemu anaknya tapi larang" ucap mamih mulai terpancing emosi


"Ini bukan rumah mamih, dan itu aturan yang aku buat" jawab Yusuf santai, Khanza sudah panik jika mamihnya memberontak


"Sudah lah mih, hargai keputusan Yusuf" ucap papih melerai anak dan ibu


"Tidak bisa begitu, jika mamih tidak menemui Zalin dulu, mamih pastikan acara ini akan batal" jawab mamih tegas


"Silahkan batalkan acara ini, tapi aku pastikan juga, perusahaan yang kalian miliki akan gulung tikar detik ini juga" sahut Adi tiba-tiba


"Siapa kamu ngatur saya, anak bau kencur berani melawan" ucap mamih sinis


"Masih mending bau kencur dari pada bau bawang sama bau ketiak" jawab Adi menahan tawanya


"Tidak usah ikut campur urusan keluarga saya" ucap mamih lagi


"Lagian aku sih malas tadinya mau ikut campur, hanya saja bacot anda terlalu berisik di telinga para tetangga" jawab Adi menaik turunkan alisnya


"Adi hentikan" sahut Khanza mencoba melerai adiknya


"Tidak adiknya tidak kakaknya, sama-sama tidak punya sopan santun" sindir mamih


"Lalu menurut anda, apa anda memiliki sopan santun? Katanya orang kaya yang terpandang dan berpendidikan, tapi tingkahnya tidak sesuai kenyataan yang ada terlihat seperti OKB" jawab Adi melipat kedua tangannya di dada


"Tidak ada gunanya urusin bocah kaya anda" ucap mamih ingin menerobos masuk, tapi langsung di halangi oleh Adi


"Dilarang masuk, silahkan kalian duduk diluar dulu" ucap Adi tersenyum


"Saya punya hak masuk dan menemui anak saya" jawab mamih menatap Adi dengan tajam

__ADS_1


"Ini rumah kakak saya, jadi saya lebih berhak melarang anda tante manis" ucap Adi masih senyum


"Sudah mih, kita duduk jangan buat kegaduhan terus dong" sahut papih kesal


"Pih, Zalin anak kita, jadi kita punya hak" ucap mamih pada papih


"Stop mih, papih pusing, ini acara Zalin, jangan buat dia malu atau sedih" jawab papih tegas


Mamih pun berpikir mencari cara agar ketemu Zalin lebih dulu, dia punya niat ingin mengancam Zalin.


Gimana caranya agar bisa masuk dan menemui Zalin, aku harus cari cara supaya acara ini juga gagal. Batin mamih


"Tante, butuh sapu dan alat pel?" tanya Adi membuat papih dan mamih bingung


"Untuk apa Adi?" tanya papih balik


"Itu om, otak tante pikirannya terlalu kotor dan banyak sampah hingga memikirkan caranya bisa menggagalkan ini semua" jawab Adi senyum manis


Darimana bocah tengil ini tau, kalau aku lagi nyusun rencana. Batin mamih lagi


"Sudah lah tante, otaknya jangan disuruh bekerja keras terus, kasihan tuh sama rambut jadi pada putih-putih melati ali baba" sahut Adi tertawa tidak kuat menahannya saat melihat ekspresi mamih


Papih juga berusaha menahan tawa, karena melihat gaya dan tingkah Adi yang konyol


"Oh iya, ucapan ku yang pertama bukan sebuah ancaman loh om, tante, jika salah satu dari kalian berusaha menggagalkan acara ini dan membuat malu, aku akan langsung lapor ke kakek Almahendra, agar perusahaan kalian hancur seketika" bisik Adi di telingan orangtua Yusuf


"Eiittss, satu lagi, ancamanku juga berlaku setelah acara ini selesai, apabila keduanya setuju untuk menjalin hubungan lalu di tengah-tengahnya ada setan pengganggu dan ketahuan oleh saya, maka disitulah kalian bersiap menanti kehancuran bukan hanya pada perusahaan kalian, tapi juga perusahaan sanak saudara kalian" ucap Adi lagi tanpa beban


Papih Yusuf hanya memandang Adi, dia mencari kebenaran yang di ucapkannya, apakah ini anak bocah atau benar-benar memiliki gen seperti Arnold yang tegas dan tidak main-main.


"Jadi duduk lah dengan tenang di acara ini, jangan ada yang bertingkah" bisik Adi meninggalkan orangtua Yusuf dengan tersenyum devil nya.


10 menit kemudia rombongan dari pihak laki-laki datang, mereka membawa kurang lebih hanya 4 mobil saja.


"Tuan Reynald Alexander" lirih papih Yusuf melihat siapa yang datang


"Papih kenal mereka" bisik mamih


"Keluarganya pebisnis no. 2, Almahendra pun masih kalah dengannya" jawab papih


"Pak Arnold apa kabar" ucap Reynald berjabat tangan


"Alhamdulillah sangat baik, senang sekali bisa mengundang tamu agung" jawab Arnold


"Biasa saja, oh iya kenalkan ini istri saya Shafira, dan ini anak saya yang baru saja datang dari Cairo namanya Raymond Alexander" ucap Reynald memperkenalkan keluarganya

__ADS_1


"Senang bertemu dan berkenalan langsung dengan kalian, mari masuk keluarga saya yang lain sudah ada di dalam" jawab Arnold masih di rangkul oleh sahabatnya itu


Arnold memperkenalkan satu persatu keluarganya termasuk orangtua Zalin.


"Salam kenal semuanya" ucap Reynald mengatupkan kedua tangannya di depan dada begitu juga dengan keluarganya


"Om" panggil Ray pada Arnold


"Iya boy" sahut Arnold menghampiri


"Toilet dimana ya om" bisik Ray tegang


"Rileks boy, ayo om antar" jawab Arnold mengantar Ray ke toilet


"Ada apa dengan anakmu?" tanya Rey pada istrinya


"Mungkin grogi, wajar saja" jawab Shafira


"Payah sekali, belum melihat calonnya" bisik Rey


"Ini tuh hal serius, jadi wajar Ray tegang dan grogi, jangan coba-coba menggoda anakku" jawab Shafira sinis, Rey sebagai suami hanya tersenyum


Raymond Alexander putra sulung dari Reynald Alexandra pengusaha yang sangat di pandang dan di hormati, Raymond selama ini tinggal di mesir dari masa SMA hingga saat ini, jadi saat di jodohkan oleh orangtuanya Ray sangat setuju karena dia juga malas mencari pendamping hidup, dan Ray berencana akan membawa istrinya ke Cairo untuk menemani dia mengurus bisnisnya yang ada di sana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2